alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Puluhan Warga Kabupaten Mojokerto Terjangkit Demam Berdarah Dengue

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain virus korona, masyarakat juga tetap harus mewaspadai terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, di Kabupaten Mojokerto tercatat sudah ada 66 kasus. Kabid Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, mengungkapkan, fluktuasi cuaca yang masih tidak menentu menjadi salah satu faktor bertambahnya kasus baru DBD.

Sejak Januari hingga memasuki pekan kedua April ini, DBD sudah menjangkit 66 warga di Kabupaten Mojokerto. ’’Bulan ini ada penambahan 3 kasus, tapi grafiknya sudah mulai menurun,’’ terangnya.

Kasus tertinggi terjadi pada periode Januari-Februari dengan jumlah 43 kasus. Menurutnya, tingginya angka kasus tersebut dipengaruhi puncak musim penghujan yang terjadi di awal tahun.

Baca Juga :  Ikfina-Gus Barra Menang di 18 Kecamatan

Sedangkan pada Maret berangsur menurun menjadi 20 kasus. Sementara per 9 April kemarin, tercatat 3 warga yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini.

Karena itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, masyarakat tetap diimbau melakukan upaya pencegahan. Baik menerapkan 3M plus yaitu menutup, menguras, mengubur barang bekas. Ditambah menghindari gigitan aedes aegypti dengan memakai lotion antinyamuk maupun memasang kelambu.

Tak kalah pengtingnya, kata Langit, adalah menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). ’’Tugas PSN sebetulnya berada di keluarga itu sendiri, selain melindungi keluarganya juga lingkungan di sekitarnya,’’ paparnya.

Untuk itu, setiap rumah ditunjuk satu anggota keluarga untuk dijadikan sebagai juru pemantau jentik (jumatik). Tujuannya agar penampungan air di dalam rumah secara berkala terpantau dan bebas dari jentik. 

Baca Juga :  Intensitas Latihan Pecatur Ditambah

Di tengah fokus percepatan penanganan terkait Covid-19  ini, sebut Langit, sejumlah program pencegahan penyakit di bawah Dinkes Kabupaten Mojokerto tetap berjalan. Termasuk giat fogging atau pemberantasan nyamuk dengan cara pengasapan.

Hanya saja, prosedurnya dilakukan jika terdapat warga yang positif terjangkit penyakit akibat virus dengue. ’’Tetap jalan semuanya. Besok (hari ini) kita juga fogging di Kecamatan Dlanggu,’’ tandasnya. (abi)

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain virus korona, masyarakat juga tetap harus mewaspadai terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, di Kabupaten Mojokerto tercatat sudah ada 66 kasus. Kabid Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, mengungkapkan, fluktuasi cuaca yang masih tidak menentu menjadi salah satu faktor bertambahnya kasus baru DBD.

Sejak Januari hingga memasuki pekan kedua April ini, DBD sudah menjangkit 66 warga di Kabupaten Mojokerto. ’’Bulan ini ada penambahan 3 kasus, tapi grafiknya sudah mulai menurun,’’ terangnya.

Kasus tertinggi terjadi pada periode Januari-Februari dengan jumlah 43 kasus. Menurutnya, tingginya angka kasus tersebut dipengaruhi puncak musim penghujan yang terjadi di awal tahun.

Baca Juga :  Festival Mojotirto 2022 Segera Digelar

Sedangkan pada Maret berangsur menurun menjadi 20 kasus. Sementara per 9 April kemarin, tercatat 3 warga yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini.

Karena itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, masyarakat tetap diimbau melakukan upaya pencegahan. Baik menerapkan 3M plus yaitu menutup, menguras, mengubur barang bekas. Ditambah menghindari gigitan aedes aegypti dengan memakai lotion antinyamuk maupun memasang kelambu.

- Advertisement -

Tak kalah pengtingnya, kata Langit, adalah menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). ’’Tugas PSN sebetulnya berada di keluarga itu sendiri, selain melindungi keluarganya juga lingkungan di sekitarnya,’’ paparnya.

Untuk itu, setiap rumah ditunjuk satu anggota keluarga untuk dijadikan sebagai juru pemantau jentik (jumatik). Tujuannya agar penampungan air di dalam rumah secara berkala terpantau dan bebas dari jentik. 

Baca Juga :  Intensitas Latihan Pecatur Ditambah

Di tengah fokus percepatan penanganan terkait Covid-19  ini, sebut Langit, sejumlah program pencegahan penyakit di bawah Dinkes Kabupaten Mojokerto tetap berjalan. Termasuk giat fogging atau pemberantasan nyamuk dengan cara pengasapan.

Hanya saja, prosedurnya dilakukan jika terdapat warga yang positif terjangkit penyakit akibat virus dengue. ’’Tetap jalan semuanya. Besok (hari ini) kita juga fogging di Kecamatan Dlanggu,’’ tandasnya. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/