alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kota PTM 50 Persen, Kabupaten Tetap Penuh

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perubahan status level PPKM di Mojokerto berdampak pada penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Di Kota, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara waktu dibatasi kapasitas 50 persen.

Hari ini, seluruh siswa SD hingga SMP Kota kembali masuk secara bergilir selama dua hari sekali. Ini tindak lanjut Keputusan Inmendagri 9/2022 tentang PPKM level dua dan SKB 4 Menteri terkait panduan penyelenggaraan pembelajaran masa pandemi. Pelaksanaan PTM terbatas juga harus berdasarkan izin orang tua siswa. ’’Untuk jenjang TK, SD, maupun SMP kembali melaksanakan PTM terbatas sesuai prokes ketat. Dengan kapasitas 50 persen atau metode kombinasi mulai 10 Februari,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid.

Pihaknya menjelaskan, pembelajaran jenjang SD-SMP dimaksimalkan enam jam pelajaran per hari. Bagi SD diplot 35 menit tiap pelajaran dan SMP 45 menit tiap pelajaran. ’’Kegiatan-kegiatan lain di sekolah, seperti ekstrakurikuler dan olahraga di dalam dan di luar ruangan tidak diperkenankan. Lalu, pelaksanaan gathering, outing class, hingga operasional kantin juga tidak diperbolehkan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Satu Ruang Dua Kelas, Satu Bangku Dua Siswa

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini mengimbau selama PTM terbatas, pihak sekolah harus rutin memantau kondisi kesehatan. Baik di kalangan guru maupun siswa. ’’Ini untuk antisipasi agar resiko kesehatan pada guru dan siswa bisa diminimalisir,’’ sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengungkapkan meski terjadi kenaikan level, proses KBM tetap berjalan seperti biasanya. Yakni, siswa masuk secara bersamaan alias kapasitas 100 persen. ’’Tidak ada yang berubah. PTM tetap berjalan seperti biasa secara penuh dengan kapasitas 100 persen,’’ ulasnya.

Pihaknya menjelaskan, PTM secara penuh ini digelar selama dua pekan ke depan. Pasalnya, berdasarkan aturan dalam SKB 4 Menteri, setiap daerah memiliki batas toleransi selama dua minggu untuk tetap menggelar PTM penuh. Itu bersamaan dengan pemda yang diberi upaya mengejar target agar status PPKM tetap bertahan. ’’Nah, nanti kalau misalnya pada penetapan PPKM selanjutnya kita masih berada di level dua lagi. Baru, nanti kita minta petunjuk dan instruksi untuk langkah selanjutnya dari Satgas Covid-19,’’  tandasnya.

Baca Juga :  Megaproyek Ambruk, Polisi Turun Tangan

Langkah yang sama juga diambil oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto. Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo menuturkan sejak kemarin (9/2), pihaknya telah memberikan surat edaran untuk SMA-SMK se-Mojokerto terkait pelaksanaan PTM yang kembali diterapkan secara bergilir. ’’Besok (hari ini) semua lembaga satuan pendidikan baik di kabupaten kota kembali menerapkan PTM secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen,’’ tegasnya. (oce/fen)

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perubahan status level PPKM di Mojokerto berdampak pada penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Di Kota, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara waktu dibatasi kapasitas 50 persen.

Hari ini, seluruh siswa SD hingga SMP Kota kembali masuk secara bergilir selama dua hari sekali. Ini tindak lanjut Keputusan Inmendagri 9/2022 tentang PPKM level dua dan SKB 4 Menteri terkait panduan penyelenggaraan pembelajaran masa pandemi. Pelaksanaan PTM terbatas juga harus berdasarkan izin orang tua siswa. ’’Untuk jenjang TK, SD, maupun SMP kembali melaksanakan PTM terbatas sesuai prokes ketat. Dengan kapasitas 50 persen atau metode kombinasi mulai 10 Februari,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid.

Pihaknya menjelaskan, pembelajaran jenjang SD-SMP dimaksimalkan enam jam pelajaran per hari. Bagi SD diplot 35 menit tiap pelajaran dan SMP 45 menit tiap pelajaran. ’’Kegiatan-kegiatan lain di sekolah, seperti ekstrakurikuler dan olahraga di dalam dan di luar ruangan tidak diperkenankan. Lalu, pelaksanaan gathering, outing class, hingga operasional kantin juga tidak diperbolehkan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Satu Ruang Dua Kelas, Satu Bangku Dua Siswa

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini mengimbau selama PTM terbatas, pihak sekolah harus rutin memantau kondisi kesehatan. Baik di kalangan guru maupun siswa. ’’Ini untuk antisipasi agar resiko kesehatan pada guru dan siswa bisa diminimalisir,’’ sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengungkapkan meski terjadi kenaikan level, proses KBM tetap berjalan seperti biasanya. Yakni, siswa masuk secara bersamaan alias kapasitas 100 persen. ’’Tidak ada yang berubah. PTM tetap berjalan seperti biasa secara penuh dengan kapasitas 100 persen,’’ ulasnya.

Pihaknya menjelaskan, PTM secara penuh ini digelar selama dua pekan ke depan. Pasalnya, berdasarkan aturan dalam SKB 4 Menteri, setiap daerah memiliki batas toleransi selama dua minggu untuk tetap menggelar PTM penuh. Itu bersamaan dengan pemda yang diberi upaya mengejar target agar status PPKM tetap bertahan. ’’Nah, nanti kalau misalnya pada penetapan PPKM selanjutnya kita masih berada di level dua lagi. Baru, nanti kita minta petunjuk dan instruksi untuk langkah selanjutnya dari Satgas Covid-19,’’  tandasnya.

Baca Juga :  Bendera Merah Putih Sepanjang 740 Meter Membentang di Mojokerto Raya
- Advertisement -

Langkah yang sama juga diambil oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto. Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo menuturkan sejak kemarin (9/2), pihaknya telah memberikan surat edaran untuk SMA-SMK se-Mojokerto terkait pelaksanaan PTM yang kembali diterapkan secara bergilir. ’’Besok (hari ini) semua lembaga satuan pendidikan baik di kabupaten kota kembali menerapkan PTM secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen,’’ tegasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/