alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Kesehatan CJH Diperiksa Lebih Awal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemeriksaan kesehatan tahap pertama bagi calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto digulirkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, sedikitnya ada 1.491 orang yang menjadi sasaran. Tahap pemeriksaan medis tersebut sekaligus sebagai penentu keberangkatan ke Tanah Suci tahun ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengungkapkan, tahap pemeriksaan kesehatan dilaksanakan serentak di 18 kecamatan. Terhitung mulai 7 hingga 18 Januari. Pelaksanaannya digelar di 27 puskesmas sesuai dengan domisili CJH.

”Saat ini sudah sekitar 60 persen CJH yang sudah melakukan pemeriksaan,” terangnya kemarin. Tahap pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan bagi seluruh CJH. Sebab, hasilnya akan menjadi syarat melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Menurutnya, dalam tahap pemeriksaan perdana di musim haji 2020 ini dilakukan memeriksa kondisi kesehatan secara umum.

Dengan begitu, maka akan diketahui status isthithaah (mampu) dari sisi kesehatan. Selain itu, seluruh CJH juga akan dikelompokkan berdasarkan risiko tinggi (risti) kesehatan. Status risti akan disandang bagi CJH yang diketahui mengidap penyakit tertentu. Antara lain, penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, obesitas atau kegemukan, maupun penyakit lainnya.

Baca Juga :  Perjuangan Melawan Covid-19 Belum Tuntas

Disamping itu, risti juga akan secara otomatis melekat bagi CJH yang berusia lebih dari 60 tahun. ”Oleh karena itu kita periksa kondisi kesehatan seluruhnya,” ujarnya. Langit menyatakan, pemeriksaan kesehatan kali ini digelar lebih awal. Upaya itu tidak lepas untuk menekan angka risti. Oleh karena itu, petugas puskesmas akan terus memantau kondisi para jamaah setelah tahap pemeriksaan pertama ini.

Disamping untuk memperbaiki kondisi kesehatan, juga mengantisipasi adanya CJH yang gagal berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu. ”Pemeriksaan lebih awal akan memperbesar peluang keberangkatan. Karena jika ditemukan ada penyakit bisa langsung diobati,” tandasnya. Dia menyebutkan, penyakit yang bisa menggagalkan keberangkatan haji meliputi HIV/AIDS, gagal ginjal dengan hemodialisa, stroke akut, diare kronik, gagal jantung stadium IV, gangguan jiwa, dan tuberculosis (TBC) dengan bakteri tahan asam (BTA) positif.

Baca Juga :  Warga Mojokerto Tak Perlu Lagi Buat Paspor ke Surabaya

Untuk itu, pihaknya menyarankan CJH segera melakukan pemeriksaan kesehatan di masing-masing wilayah puskesmas. Selain untuk mengetahui kondisi kesehatan, tahapan tersebut juga menjadi syarat untuk pelunasan. Pemeriksaan kesehatan akan kembali dilakukan setelah pembayaran BPIH. ”Kalau hari ini ditemukan penyakit yang bisa menunda haji, maka yang bersangkutan kita sarankan untuk tidak melunasi pembayaran haji,” tandasnya. Berdasarkan data sementara dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, CJH yang berhak melunasi BPIH tahun ini sebanyak 1.491 orang. Paling tinggi berada di Kecamatan Sooko sebanyak 201 orang. Selanjutnya disusul Kecamatan Mojosari dengan 142 orang, Mojoanyar 117 orang, Bangsal 110 orang, serta Ngoro 104 orang. Sedangkan paling sedikit berada di Kecamatan Trawas dengan 32 orang.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemeriksaan kesehatan tahap pertama bagi calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto digulirkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, sedikitnya ada 1.491 orang yang menjadi sasaran. Tahap pemeriksaan medis tersebut sekaligus sebagai penentu keberangkatan ke Tanah Suci tahun ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengungkapkan, tahap pemeriksaan kesehatan dilaksanakan serentak di 18 kecamatan. Terhitung mulai 7 hingga 18 Januari. Pelaksanaannya digelar di 27 puskesmas sesuai dengan domisili CJH.

”Saat ini sudah sekitar 60 persen CJH yang sudah melakukan pemeriksaan,” terangnya kemarin. Tahap pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan bagi seluruh CJH. Sebab, hasilnya akan menjadi syarat melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Menurutnya, dalam tahap pemeriksaan perdana di musim haji 2020 ini dilakukan memeriksa kondisi kesehatan secara umum.

Dengan begitu, maka akan diketahui status isthithaah (mampu) dari sisi kesehatan. Selain itu, seluruh CJH juga akan dikelompokkan berdasarkan risiko tinggi (risti) kesehatan. Status risti akan disandang bagi CJH yang diketahui mengidap penyakit tertentu. Antara lain, penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, obesitas atau kegemukan, maupun penyakit lainnya.

Baca Juga :  Suti Alfiati, Ibu Lima Anak Pengemudi Ambulans

Disamping itu, risti juga akan secara otomatis melekat bagi CJH yang berusia lebih dari 60 tahun. ”Oleh karena itu kita periksa kondisi kesehatan seluruhnya,” ujarnya. Langit menyatakan, pemeriksaan kesehatan kali ini digelar lebih awal. Upaya itu tidak lepas untuk menekan angka risti. Oleh karena itu, petugas puskesmas akan terus memantau kondisi para jamaah setelah tahap pemeriksaan pertama ini.

Disamping untuk memperbaiki kondisi kesehatan, juga mengantisipasi adanya CJH yang gagal berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu. ”Pemeriksaan lebih awal akan memperbesar peluang keberangkatan. Karena jika ditemukan ada penyakit bisa langsung diobati,” tandasnya. Dia menyebutkan, penyakit yang bisa menggagalkan keberangkatan haji meliputi HIV/AIDS, gagal ginjal dengan hemodialisa, stroke akut, diare kronik, gagal jantung stadium IV, gangguan jiwa, dan tuberculosis (TBC) dengan bakteri tahan asam (BTA) positif.

Baca Juga :  4.783 Pelajar Sudah Divaksinasi
- Advertisement -

Untuk itu, pihaknya menyarankan CJH segera melakukan pemeriksaan kesehatan di masing-masing wilayah puskesmas. Selain untuk mengetahui kondisi kesehatan, tahapan tersebut juga menjadi syarat untuk pelunasan. Pemeriksaan kesehatan akan kembali dilakukan setelah pembayaran BPIH. ”Kalau hari ini ditemukan penyakit yang bisa menunda haji, maka yang bersangkutan kita sarankan untuk tidak melunasi pembayaran haji,” tandasnya. Berdasarkan data sementara dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, CJH yang berhak melunasi BPIH tahun ini sebanyak 1.491 orang. Paling tinggi berada di Kecamatan Sooko sebanyak 201 orang. Selanjutnya disusul Kecamatan Mojosari dengan 142 orang, Mojoanyar 117 orang, Bangsal 110 orang, serta Ngoro 104 orang. Sedangkan paling sedikit berada di Kecamatan Trawas dengan 32 orang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/