alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Kantin Dilarang Buka, Koperasi Boleh Jual Snack

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto membolehkan seluruh koperasi siswa (kopsis) berjualan makanan ringan (snack) selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun, kantin tetap dilarang membeber barang dagangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin usai sidak PTM terbatas bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, di SMP Negeri 2 Trowulan, kemarin (8/12). 

Zainul mengatakan, pihaknya bakal mengimbau semua kopsis mulai berjualan makanan ringan selama PTM terbatas. Meski tanpa jam istirahat, diharapkan kopsis sekolah bisa menyediakan makanan yang bisa dikonsumsi ketika PTM. ”Kita imbau untuk mulai menyediakan makanan ringan yang bisa dikonsumsi selama PTM. Namun tetap dalam kemasan yang aman dan tidak berpotensi menjadi penularan Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :  Pahitnya Nasib Petani Tembakau di Tengah Anomali Cuaca

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto ini menuturkan, ketersediaan makanan ringan ini bukan tanpa alasan. Sebab, selama PTM, siswa tidak fokus ke pembelajaran. Apalagi, tanpa ada jam istirahat. Ini sebagai langkah agar siswa tak merasa jenuh ketika melakukan PTM terbatas. ”Banyak juga yang mengeluh belum sarapan. Jadi, selain bawa minum sekarang kopsis boleh jual makanan,” papar dia.

Selain diperbolehkan menjual makanan, Zainul menyebutkan pembelajaran olahraga sudah diperbolehkan. Namun, hanya ada kegiatan senam saja. Sedangkan, kegiatan seperti upacara masih dilarang. ”Hanya terbatas, senam dengan durasi sebentar. Kalau untuk upacara atau kegiatan luar kelas lainnya masih belum diperbolehkan. Toh, di dalam aturan Inmendagri untuk level 1 pun peraturannya masih sama. Tidak ada yang berubah,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Siswa Bertato-Bertindik, dan Terindikasi Narkoba Dilarang Masuk Negeri

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto membolehkan seluruh koperasi siswa (kopsis) berjualan makanan ringan (snack) selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun, kantin tetap dilarang membeber barang dagangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin usai sidak PTM terbatas bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, di SMP Negeri 2 Trowulan, kemarin (8/12). 

Zainul mengatakan, pihaknya bakal mengimbau semua kopsis mulai berjualan makanan ringan selama PTM terbatas. Meski tanpa jam istirahat, diharapkan kopsis sekolah bisa menyediakan makanan yang bisa dikonsumsi ketika PTM. ”Kita imbau untuk mulai menyediakan makanan ringan yang bisa dikonsumsi selama PTM. Namun tetap dalam kemasan yang aman dan tidak berpotensi menjadi penularan Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI-Polri-Pemkab Tetap Gencarkan Serbuan Vaksin

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto ini menuturkan, ketersediaan makanan ringan ini bukan tanpa alasan. Sebab, selama PTM, siswa tidak fokus ke pembelajaran. Apalagi, tanpa ada jam istirahat. Ini sebagai langkah agar siswa tak merasa jenuh ketika melakukan PTM terbatas. ”Banyak juga yang mengeluh belum sarapan. Jadi, selain bawa minum sekarang kopsis boleh jual makanan,” papar dia.

Selain diperbolehkan menjual makanan, Zainul menyebutkan pembelajaran olahraga sudah diperbolehkan. Namun, hanya ada kegiatan senam saja. Sedangkan, kegiatan seperti upacara masih dilarang. ”Hanya terbatas, senam dengan durasi sebentar. Kalau untuk upacara atau kegiatan luar kelas lainnya masih belum diperbolehkan. Toh, di dalam aturan Inmendagri untuk level 1 pun peraturannya masih sama. Tidak ada yang berubah,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Ideologi Ekstrem Jadi Tantangan Kader

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/