alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Bupati Ingin Anak di Kabupaten Mojokerto Dapat Pendidikan Berstandar

BUPATI Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Zainul Arifin, Camat Trowulan beserta OPD, menyerahkan hibah bantuan berupa 22 unit laptop, router, printer, headset dan LCD proyektor kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyakarat (PKBM) Insani Firaas di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Rabu (8/12) siang.

Bupati menyebut, masih ada masalah pendidikan yang harus diperhatikan. Salah satunya anak tidak bisa melanjutkan sekolah dengan berbagai sebab. Padahal, tingkat pendidikan termasuk dalam tiga indikator utama yang ada dalam Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM), di samping indikator kesehatan dan indikator ekonomi.

Pengukuran ini menggunakan tiga dimensi dasar. Yaitu, lamanya hidup, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling memengaruhi satu dengan yang lainnya. Selain juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti ketersediaan kesempatan kerja, yang pada gilirannya ditentukan oleh banyak faktor. Terutama pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan kebijakan Pemerintah.

Baca Juga :  Tampil Lebih Centil dengan Cutting Tokoh Anime

’’Kita punya kewajiban untuk menyelesaikan masalah dalam dunia pendidikan. Masih ada anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan dikarenakan suatu alasan dan sebab. Tugas kita adalah bagaimana agar anak-anak dapat memperoleh pendidikan berstandard agar bisa terus produktif. Pemerintah tidak bisa melaksanakan ini semua sendiri. Maka dari itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para tutor yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk ikut mencerdaskan anak bangsa,’’ ucap bupati.

Selain memberi bantuan, bupati juga me-launching Golden Kids Center Pusat (re) Habilitasi Pendengaran berbasis keluarga. (tik)

 

BUPATI Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Zainul Arifin, Camat Trowulan beserta OPD, menyerahkan hibah bantuan berupa 22 unit laptop, router, printer, headset dan LCD proyektor kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyakarat (PKBM) Insani Firaas di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Rabu (8/12) siang.

Bupati menyebut, masih ada masalah pendidikan yang harus diperhatikan. Salah satunya anak tidak bisa melanjutkan sekolah dengan berbagai sebab. Padahal, tingkat pendidikan termasuk dalam tiga indikator utama yang ada dalam Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM), di samping indikator kesehatan dan indikator ekonomi.

Pengukuran ini menggunakan tiga dimensi dasar. Yaitu, lamanya hidup, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling memengaruhi satu dengan yang lainnya. Selain juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti ketersediaan kesempatan kerja, yang pada gilirannya ditentukan oleh banyak faktor. Terutama pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan kebijakan Pemerintah.

Baca Juga :  ODGJ Harus Bebas dari Tindakan Diskriminatif

’’Kita punya kewajiban untuk menyelesaikan masalah dalam dunia pendidikan. Masih ada anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan dikarenakan suatu alasan dan sebab. Tugas kita adalah bagaimana agar anak-anak dapat memperoleh pendidikan berstandard agar bisa terus produktif. Pemerintah tidak bisa melaksanakan ini semua sendiri. Maka dari itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para tutor yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk ikut mencerdaskan anak bangsa,’’ ucap bupati.

Selain memberi bantuan, bupati juga me-launching Golden Kids Center Pusat (re) Habilitasi Pendengaran berbasis keluarga. (tik)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/