alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pelantikan Sekda Paling Cepat Pekan Depan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya merestui pengajuan Pemkab Mojokerto yang berencana melantik sekretaris daerah (sekda). Rekomendasi itu telah diterima pemda Kamis (7/10/2021).

’’Alhamdulillah, sepulang dari Papua kemarin, Ibu Gubernur akhirnya langsung memberikan restu atas pemilihan sekda yang kami kirimkan sebelumnya,’’ ungkap Bupati Ikfina Fahmawati, kemarin. Menurutnya, rekomendasi ini menjadi angin segar bagi pemda untuk segera melakukan pengisian sekda dalam waktu dekat. ’’Paling cepat (pelantikan) minggu depan, tapi persoalan ini Pak Himawan (Pj Sekda) juga lagi di Papua,’’ katanya.

Apalagi, kepulangannya ke Jawa Timur juga harus diikuti dengan karantina dulu selama lima hari. Hal itu sesuai SE satgas Covid-19 setelah munculnya klaster Covid-19 dari perhelatan PON XX di Papua. Untuk itu, saat ini pemkab pun terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim. ’’Biar kita koordinasikan dulu, apa bisa atau tidak, karena kan harus ada Pak Himawan (Pj sekda) untuk serah terima. Kita koordinasikan, karena itu termasuk aturan dan etika,’’ paparnya.

Baca Juga :  Febriana Meldyawati, Belajar dari Bapak, Didukung Suami

Yang jelas, lanjut Ikfina, turunnya restu dari Gubernur Jatim tertanggal 6 Oktober 2021 ini melengkapi restu dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang turun lebih awal pada Jumat 24 September lalu. Sesuai petunjuk dari rekomendasi lembaga nonstruktural negara itu, pemkab diminta segera melakukan pelatikan sekda definitif hasil seleksi dengan sistem rotasi mutasi, 14-15 September lalu.

Harapannya, agar berjalannya roda organisasi di lingkungan pemkab juga stabil. Apalagi, kekosongan sekda ini berlangsung lama sejak 9 bulan terakhir. ’’Jadi, memang harus segera (dilantik). Biar saya tidak turun sendiri, banyak kegiatan yang harus dikoodinasikan dengan banyak OPD. Termasuk soal mutasi dan pengisian jabatan struktural yang kosong,’’ paparnya.

Baca Juga :  Warga Menyebut Setiap Hujan Deras Pasti Banjir

Sebelumnya, molornya pelantikan sekretaris daerah berimbas besar terhadap agenda mutasi pejabat Pemkab Mojokerto. Sehingga, kekosongan jabatan masih ditemukan di sejumlah OPD. ’’Otomatis (mutasi tertunda). Kuncinya di situ (rekomendasi gubernur). Setelah itu pelantikan lah kita. Biar semua proses bisa berjalan, termasuk itu (mutasi),’’ ungkap Ikfina. (ori/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya merestui pengajuan Pemkab Mojokerto yang berencana melantik sekretaris daerah (sekda). Rekomendasi itu telah diterima pemda Kamis (7/10/2021).

’’Alhamdulillah, sepulang dari Papua kemarin, Ibu Gubernur akhirnya langsung memberikan restu atas pemilihan sekda yang kami kirimkan sebelumnya,’’ ungkap Bupati Ikfina Fahmawati, kemarin. Menurutnya, rekomendasi ini menjadi angin segar bagi pemda untuk segera melakukan pengisian sekda dalam waktu dekat. ’’Paling cepat (pelantikan) minggu depan, tapi persoalan ini Pak Himawan (Pj Sekda) juga lagi di Papua,’’ katanya.

Apalagi, kepulangannya ke Jawa Timur juga harus diikuti dengan karantina dulu selama lima hari. Hal itu sesuai SE satgas Covid-19 setelah munculnya klaster Covid-19 dari perhelatan PON XX di Papua. Untuk itu, saat ini pemkab pun terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim. ’’Biar kita koordinasikan dulu, apa bisa atau tidak, karena kan harus ada Pak Himawan (Pj sekda) untuk serah terima. Kita koordinasikan, karena itu termasuk aturan dan etika,’’ paparnya.

Baca Juga :  Pemudik Dari Zona Merah Akan Dikarantina di Balai Desa

Yang jelas, lanjut Ikfina, turunnya restu dari Gubernur Jatim tertanggal 6 Oktober 2021 ini melengkapi restu dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang turun lebih awal pada Jumat 24 September lalu. Sesuai petunjuk dari rekomendasi lembaga nonstruktural negara itu, pemkab diminta segera melakukan pelatikan sekda definitif hasil seleksi dengan sistem rotasi mutasi, 14-15 September lalu.

Harapannya, agar berjalannya roda organisasi di lingkungan pemkab juga stabil. Apalagi, kekosongan sekda ini berlangsung lama sejak 9 bulan terakhir. ’’Jadi, memang harus segera (dilantik). Biar saya tidak turun sendiri, banyak kegiatan yang harus dikoodinasikan dengan banyak OPD. Termasuk soal mutasi dan pengisian jabatan struktural yang kosong,’’ paparnya.

Baca Juga :  Dandim Sampaikan Dukacita atas Gugurnya 53 ABK KRI Nanggala-402

Sebelumnya, molornya pelantikan sekretaris daerah berimbas besar terhadap agenda mutasi pejabat Pemkab Mojokerto. Sehingga, kekosongan jabatan masih ditemukan di sejumlah OPD. ’’Otomatis (mutasi tertunda). Kuncinya di situ (rekomendasi gubernur). Setelah itu pelantikan lah kita. Biar semua proses bisa berjalan, termasuk itu (mutasi),’’ ungkap Ikfina. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/