alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

10 Nakes Terpapar, Puskesmas Jatirejo Ditutup

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatirejo, Kabupaten Mojokerto di-lockdown hingga sepekan ke depan. Penutupan salah satu fasilitas kesehatan (faskes) pelat merah ini setelah ada sepuluh tenaga medis (nakes) terpapar Covid-19.

Persebaran virus SARS- CoV-2 di puskesmas yang melayani rawat inap tersebut menambah deretan panjang faskes yang diserang virus mematikan tersebut. ’’Jadi sudah ada empat puskesmas yang ditutup, karena nakesnya terkonfirmasi positif,’’ ungkap Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rochmat Rokhmawan, Selasa (8/9). Tiga puskesmas yang sebelumnya mengalami hal serupa adalah Puskesmas Puri, Kemlagi, dan Trowulan.

Menurut Ulum sesuai hasil pemeriksaan test swab pada Sabtu (5/9) lalu dari total 50 orang, hasilnya ditemukan banyak nakes di pelayanan IGD dan rawat inap terpapar virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.’’Awalnya ada tujuh. Terdiri dokter dan paramedis yang dinyatakan positif Covid-19. Saat dilakukan tracing, ada tambahan tiga orang nakes. Sehingga total ada 10 orang dinyatakan positif,’’ paparnya.

Baca Juga :  Marak Penipuan Properti dan Kavling

Hingga kini tim masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Selain itu, seiring merebaknya virus ini di lingkungan faskes milik pemkab membuat tokoh masyarakat dan stakeholder khawatir. Sebagai langkah tindaklanjut, pembatasan terkait pelayanan di Puskesmas Jatirejo untuk sementara waktu harus dilakukan. Sejak Sabtu (5/9) lalu, layanan terpaksa di-lockdown sembari dilakukan 3T, yakni testing (tes spesimen), tracing (penelusuran), dan treatment (perawatan). ’’Dokter utama juga positif terpapar Covid-19. Sebagian besar mereka adalah OTG (orang tanpa gejala),’’ tegasnya.

Ulum menjelaskan, tracing tersebut berawal dari adanya salah satu pasien rawat inap yang diketahui positif Covid-19. Hal itu terungkap setelah pasien dirujuk ke rumah sakit dilanjutkan test swab yang hasilnya terkonfirmasi positif.  Dia menegaskan, kendati nakes sudah dalam kondisi siaga sesuai protokol kesehatan, namun saat itu terjadi keadaan darurat yang tidak di perkirakan.

Baca Juga :  Sambut Tahun Babi, Kelenteng Hok Sian Kiong Bersolek

Demi keselamatan nakes, puskesmas bergerak cepat dengan melakukan test swab. Hari Senin (7/9) diketahui dari test swab, ternyata ada sejumlah nakes positif. ’’Belum dikatakan klaster baru. Karena kemungkinan besar mereka terpapar dari pasien gejala klinis infeksi saluran pernapasan yang sebelumnya menjadi pasien rawat inap di Puskesmas Jatirejo,’’ tegas Ulum.

Hingga kini sebagian besar nakes diisolasi dan dilakukan penanganan dalam ruangan karantina di Puskesmas Gondang. Selebihnya, menjalani isolasi mandiri di rumah sesuai standar protokol kesehatan. Dia menerangkan, pengalihan pelayanan kesehatan termasuk IGD dan rawat inap untuk sementara dialihkan ke puskesmas terdekat. Di antaranya, Puskesmas Gondang, Puri, Dlanggu, dan Pacet. ’’Semoga cepat dibuka kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatirejo.Dan terpenting nakes juga kembali sehat dan dapat negatif.Jangan sampai ada korban,’’ terangnya.

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatirejo, Kabupaten Mojokerto di-lockdown hingga sepekan ke depan. Penutupan salah satu fasilitas kesehatan (faskes) pelat merah ini setelah ada sepuluh tenaga medis (nakes) terpapar Covid-19.

Persebaran virus SARS- CoV-2 di puskesmas yang melayani rawat inap tersebut menambah deretan panjang faskes yang diserang virus mematikan tersebut. ’’Jadi sudah ada empat puskesmas yang ditutup, karena nakesnya terkonfirmasi positif,’’ ungkap Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rochmat Rokhmawan, Selasa (8/9). Tiga puskesmas yang sebelumnya mengalami hal serupa adalah Puskesmas Puri, Kemlagi, dan Trowulan.

Menurut Ulum sesuai hasil pemeriksaan test swab pada Sabtu (5/9) lalu dari total 50 orang, hasilnya ditemukan banyak nakes di pelayanan IGD dan rawat inap terpapar virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.’’Awalnya ada tujuh. Terdiri dokter dan paramedis yang dinyatakan positif Covid-19. Saat dilakukan tracing, ada tambahan tiga orang nakes. Sehingga total ada 10 orang dinyatakan positif,’’ paparnya.

Baca Juga :  Puluhan Pelajar Gelar Aksi di Depan Kantor Pemkot dan Pemkab

Hingga kini tim masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Selain itu, seiring merebaknya virus ini di lingkungan faskes milik pemkab membuat tokoh masyarakat dan stakeholder khawatir. Sebagai langkah tindaklanjut, pembatasan terkait pelayanan di Puskesmas Jatirejo untuk sementara waktu harus dilakukan. Sejak Sabtu (5/9) lalu, layanan terpaksa di-lockdown sembari dilakukan 3T, yakni testing (tes spesimen), tracing (penelusuran), dan treatment (perawatan). ’’Dokter utama juga positif terpapar Covid-19. Sebagian besar mereka adalah OTG (orang tanpa gejala),’’ tegasnya.

Ulum menjelaskan, tracing tersebut berawal dari adanya salah satu pasien rawat inap yang diketahui positif Covid-19. Hal itu terungkap setelah pasien dirujuk ke rumah sakit dilanjutkan test swab yang hasilnya terkonfirmasi positif.  Dia menegaskan, kendati nakes sudah dalam kondisi siaga sesuai protokol kesehatan, namun saat itu terjadi keadaan darurat yang tidak di perkirakan.

Baca Juga :  Getok Tular Tingkatkan Kesadaran Dan Pemahaman Menjadi Peserta

Demi keselamatan nakes, puskesmas bergerak cepat dengan melakukan test swab. Hari Senin (7/9) diketahui dari test swab, ternyata ada sejumlah nakes positif. ’’Belum dikatakan klaster baru. Karena kemungkinan besar mereka terpapar dari pasien gejala klinis infeksi saluran pernapasan yang sebelumnya menjadi pasien rawat inap di Puskesmas Jatirejo,’’ tegas Ulum.

- Advertisement -

Hingga kini sebagian besar nakes diisolasi dan dilakukan penanganan dalam ruangan karantina di Puskesmas Gondang. Selebihnya, menjalani isolasi mandiri di rumah sesuai standar protokol kesehatan. Dia menerangkan, pengalihan pelayanan kesehatan termasuk IGD dan rawat inap untuk sementara dialihkan ke puskesmas terdekat. Di antaranya, Puskesmas Gondang, Puri, Dlanggu, dan Pacet. ’’Semoga cepat dibuka kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatirejo.Dan terpenting nakes juga kembali sehat dan dapat negatif.Jangan sampai ada korban,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/