alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Warga Mojoranu Demo di Rel Kereta, Tolak Flyover, Minta Underpass

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan warga Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, menggelar unjuk rasa di rel kereta api (KA) Rabu (9/7).

Mereka menuntut PT KAI membuat underpass dan menolak pembangunan flyover. Sebab, jalan layang tersebut dianggap menyulitkan akses jalan antardusun dan mengganggu kehidupan sosial.

Selama aksi, warga membentangkan poster yang mencantumkan tuntutan dan keluhannya. Selain itu, mereka juga berorasi. ’’Pokoknya kami meminta harus ada terowongan,’’ teriak warga saat berorasi.

Mereka berorasi bergantian selama 30 menit. Setelah itu, massa yang diikuti kaun perempuan tersebut masuk balai desa yang tak jauh dari rel KA atau titik aksi. Warga langsung audiensi dengan pihak PT KAI yang dimediasi kepala desa, Camat Sooko, hingga kepolisian.

Baca Juga :  Korban Bencana Banjir Mendapat Edukasi hingga Pengobatan Gratis

Koordinator aksi, Sutrisno, mengatakan, warga turun jalan itu tak lain meminta kepada pihak KAI untuk membuat terowongan. Sebab, rel KA melintas antara Dusun Karangnongko selatan dan Dusun Karangnungko utara. ’’Gambar yang diajukan ke warga itu menggunakan flyover atau penyeberangan. Itu pun hanya bisa dilintasi pejalan kaki,’’ katanya.

Sehingga, akan menyulitkan warga melintas mengendarai kendaraan bermotor. ’’Kami merasa kasihan kepada anak-anak dan orang tua kalau nantinya flyover itu dibangun. Makanya, kami minta terowongan saja yang bisa dilintasi sepeda motor,’’ imbuhnya.

Aksi warga itu pun membuahkan hasil. Pihak PT KAI menyanggupi untuk membuatkan terowongan. ’’Hasil audiensi tadi, pihak kereta api wilayah Surabaya menerima tuntutan warga. Akan memberikan terowongan. Titiknya di depan balai desa ini,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Seruduk Mobilio Truk Air Mineral Terguling

Demikian itu dibenarkan kordinator pengawas perkeretaapian Jawa Timur, Reza Maulana. Pihaknya menyepakati apa yang menjadi permintaan masyarakat. Dengan catatan ada beberapa konsekuensi yang harus disepakati warga dengan pihaknya.

Yakni, terkait kelandaian tanah yang berpotensi terjadinya genengan air jika musim hujan. ’’Tapi warga tadi sudah menyanggupi jika terjadi genangan air akan diatasi warga sendiri,’’ tandasnya. (hin/abi)

 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan warga Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, menggelar unjuk rasa di rel kereta api (KA) Rabu (9/7).

Mereka menuntut PT KAI membuat underpass dan menolak pembangunan flyover. Sebab, jalan layang tersebut dianggap menyulitkan akses jalan antardusun dan mengganggu kehidupan sosial.

Selama aksi, warga membentangkan poster yang mencantumkan tuntutan dan keluhannya. Selain itu, mereka juga berorasi. ’’Pokoknya kami meminta harus ada terowongan,’’ teriak warga saat berorasi.

Mereka berorasi bergantian selama 30 menit. Setelah itu, massa yang diikuti kaun perempuan tersebut masuk balai desa yang tak jauh dari rel KA atau titik aksi. Warga langsung audiensi dengan pihak PT KAI yang dimediasi kepala desa, Camat Sooko, hingga kepolisian.

Baca Juga :  Lima Handphone Rusak Dirakit Jadi Satu Unit

Koordinator aksi, Sutrisno, mengatakan, warga turun jalan itu tak lain meminta kepada pihak KAI untuk membuat terowongan. Sebab, rel KA melintas antara Dusun Karangnongko selatan dan Dusun Karangnungko utara. ’’Gambar yang diajukan ke warga itu menggunakan flyover atau penyeberangan. Itu pun hanya bisa dilintasi pejalan kaki,’’ katanya.

Sehingga, akan menyulitkan warga melintas mengendarai kendaraan bermotor. ’’Kami merasa kasihan kepada anak-anak dan orang tua kalau nantinya flyover itu dibangun. Makanya, kami minta terowongan saja yang bisa dilintasi sepeda motor,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Aksi warga itu pun membuahkan hasil. Pihak PT KAI menyanggupi untuk membuatkan terowongan. ’’Hasil audiensi tadi, pihak kereta api wilayah Surabaya menerima tuntutan warga. Akan memberikan terowongan. Titiknya di depan balai desa ini,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Terapkan Lima Hari Sekolah, Siswa Pulang Lebih Sore

Demikian itu dibenarkan kordinator pengawas perkeretaapian Jawa Timur, Reza Maulana. Pihaknya menyepakati apa yang menjadi permintaan masyarakat. Dengan catatan ada beberapa konsekuensi yang harus disepakati warga dengan pihaknya.

Yakni, terkait kelandaian tanah yang berpotensi terjadinya genengan air jika musim hujan. ’’Tapi warga tadi sudah menyanggupi jika terjadi genangan air akan diatasi warga sendiri,’’ tandasnya. (hin/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/