alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Monday, July 4, 2022

Bupati Ungkap Strategi Cetak Generasi Emas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Langkah ini sebagai bentuk komitmen pemda untuk mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen. Sehingga, Pemkab Mojokerto menggelar kegiatan Rembug Stunting dengan strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting di wilayah dengan 18 kecamatan ini.

Digelar di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Rabu (8/6) pagi, acara ini dibuka Bupati Ikfina Fahmawati. Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar meningkatkan komitmennya dengan aksi nyata dalam mengatasi percepatan penurunan stunting.

’’Ini butuh komitmen kita semuanya. Karena ini nanti banyak melibatkan berbagai hal termasuk masalah air bersih. Kemudian kondisi masalah rumahnya, dan masalah pendidikan ibunya. Dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana nanti kita mengupayakan penurunan stunting,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Izin Habis, Minimarket di Prajurit Kulon Masih Leluasa Beroperasi

Lebih lanjut, Bupati yang didampingi Sekda Teguh Gunarko ini juga menjelaskan fokus Pemkab Mojokerto sekarang adalah pada percepatan penurunan stunting. Alasannya, tahun 2024 mendatang ditargetkan turun sebesar 14 persen dari angka 27,4 persen di tahun 2021.

’’Kita harus mencegah bagaimana para ibu hamil ini melahirkan bayi yang tidak stunting. Bagaimana anak-anak stunting di bawah dua tahun bisa kita upayakan sehingga nanti dia keluar dari kondisi stunting, dan kemudian bagaimana anak-anak di atas dua tahun yang sudah stunting dalam kondisi sehat, sehingga nanti tidak memperparah kondisi stuntingnya,’’ ujarnya.

Masih dalam menurunkan angka stunting, Bupati Ikfina menambahkan, terdapat dua strategi yang dapat dilakukan dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Ponpes yang Diduga Terafiliasi Khilafatul Muslimin Mendadak Kosong

’’Jadi ada dua strategi, bagaimana yang sudah terlanjur lahir stunting ini kita upayakan perkembangan tumbuhnya sehingga nanti sebelum dua tahun kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi kecerdasannya. Bagi yang belum lahir atau belum masuk dalam kandungan ibunya, ini diupayakan bagaimana para ibu-ibu yang mau hamil ini siap untuk hamil dan pada ibu-ibu yang hamil ini semua kehamilannya dalam kondisi sehat. Sehingga nanti ketika melahirkan tidak melahirkan bayi yang stunting,” pungkasnya. (prm/ron/adv)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Langkah ini sebagai bentuk komitmen pemda untuk mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen. Sehingga, Pemkab Mojokerto menggelar kegiatan Rembug Stunting dengan strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting di wilayah dengan 18 kecamatan ini.

Digelar di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Rabu (8/6) pagi, acara ini dibuka Bupati Ikfina Fahmawati. Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar meningkatkan komitmennya dengan aksi nyata dalam mengatasi percepatan penurunan stunting.

’’Ini butuh komitmen kita semuanya. Karena ini nanti banyak melibatkan berbagai hal termasuk masalah air bersih. Kemudian kondisi masalah rumahnya, dan masalah pendidikan ibunya. Dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana nanti kita mengupayakan penurunan stunting,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Penyedia Jasa Hajatan Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Bupati yang didampingi Sekda Teguh Gunarko ini juga menjelaskan fokus Pemkab Mojokerto sekarang adalah pada percepatan penurunan stunting. Alasannya, tahun 2024 mendatang ditargetkan turun sebesar 14 persen dari angka 27,4 persen di tahun 2021.

’’Kita harus mencegah bagaimana para ibu hamil ini melahirkan bayi yang tidak stunting. Bagaimana anak-anak stunting di bawah dua tahun bisa kita upayakan sehingga nanti dia keluar dari kondisi stunting, dan kemudian bagaimana anak-anak di atas dua tahun yang sudah stunting dalam kondisi sehat, sehingga nanti tidak memperparah kondisi stuntingnya,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Masih dalam menurunkan angka stunting, Bupati Ikfina menambahkan, terdapat dua strategi yang dapat dilakukan dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Bejo Berpeluang Gantikan Agung

’’Jadi ada dua strategi, bagaimana yang sudah terlanjur lahir stunting ini kita upayakan perkembangan tumbuhnya sehingga nanti sebelum dua tahun kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi kecerdasannya. Bagi yang belum lahir atau belum masuk dalam kandungan ibunya, ini diupayakan bagaimana para ibu-ibu yang mau hamil ini siap untuk hamil dan pada ibu-ibu yang hamil ini semua kehamilannya dalam kondisi sehat. Sehingga nanti ketika melahirkan tidak melahirkan bayi yang stunting,” pungkasnya. (prm/ron/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/