alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Hujan Es Terpa Dawarblandong

Angin Kencang Rusak Rumah Penduduk

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Bangeran, Kecamatan Dawablandong, Jumat (8/4) sore. Dapur rumah milik Sumirah, 70, ambruk dan tempat tinggal penduduk lainnya rusak ringan. Kejadian itu diiringi dengan fenomena hujan es selama kurang lebih 45 menit.

Peristiwa berlangsung setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 14.00. Hujan tersebut disertai angin ribut yang berlangsung selama hampir satu jam. ”Satu desa kena angin semua,” kata Evi, warga setempat.

Empasan angin mengakibatkan bangunan dapur seluas 6×7 meter di rumah milik Sumirah roboh. Atapnya rontok dan rangka kayu kocar-kacir. Beruntung penghuni tak berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Baca Juga :  Tanggul Jebol, 104 Rumah Teredam

Evi menuturkan, selain rumah lansia 70 tahun itu, hampir seluruh rumah di Desa Bangeran terdampak angin kenang. Tingkat kerusakannya tergolong ringan. ”Ada 100-an rumah di Bangeran, ya kena semua, paling ringan gentengnya ada yang jatuh,” terangnya.

Disebutnya, peristiwa kemarin juga diwarnai dengan turunnya hujan es. Butiran es batu seukuran batu kerikil itu berserakan di pekarangan rumah warga. Menurut dia, fenomena tersebut berlangsung selama sekitar 45 menit, yakni mulai pukul 14.14-15.00.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Mojokerto telah melakukan asesmen dampak angin kencang di Desa Bangeran. Selain rumah milik Sumirah yang telah dilakukan penanganan darurat dengan bantuan terpal, angin kencan juga memutus kabel penerangan jalan umum (PJU) dan telekomunikasi. ”Untuk lainnya kerusakan ringan hanya genteng-genteng,’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Djoko Supangkat.

Baca Juga :  Acara Wisuda dan Pelepasan KB-RA Dibubarkan

Djoko menjelaskan, berdasarkan pemantauan BMKG, hujan kemarin juga disertai dengan turunnya hujan es. Fenomena tersebut disebabkan pengaruh awan cumulonimbus yang sangat tebal. ”Keterangan BMKG hujan es biasanya hanya terjadi selama 10-15 menit,” imbuhnya. Djoko meminta warga tetap mewaspadai dampak angin kencang. Sebab, saat ini masih dalam masa peralihan atau pancaroba musim hujan ke musim kemarau. (adi/ron)

Angin Kencang Rusak Rumah Penduduk

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Bangeran, Kecamatan Dawablandong, Jumat (8/4) sore. Dapur rumah milik Sumirah, 70, ambruk dan tempat tinggal penduduk lainnya rusak ringan. Kejadian itu diiringi dengan fenomena hujan es selama kurang lebih 45 menit.

Peristiwa berlangsung setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 14.00. Hujan tersebut disertai angin ribut yang berlangsung selama hampir satu jam. ”Satu desa kena angin semua,” kata Evi, warga setempat.

Empasan angin mengakibatkan bangunan dapur seluas 6×7 meter di rumah milik Sumirah roboh. Atapnya rontok dan rangka kayu kocar-kacir. Beruntung penghuni tak berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Baca Juga :  Satu Kasus Korupsi Belum Rampung, Pejabat Bulog Dijerat Pidana Lagi

Evi menuturkan, selain rumah lansia 70 tahun itu, hampir seluruh rumah di Desa Bangeran terdampak angin kenang. Tingkat kerusakannya tergolong ringan. ”Ada 100-an rumah di Bangeran, ya kena semua, paling ringan gentengnya ada yang jatuh,” terangnya.

Disebutnya, peristiwa kemarin juga diwarnai dengan turunnya hujan es. Butiran es batu seukuran batu kerikil itu berserakan di pekarangan rumah warga. Menurut dia, fenomena tersebut berlangsung selama sekitar 45 menit, yakni mulai pukul 14.14-15.00.

- Advertisement -

Sementara itu, BPBD Kabupaten Mojokerto telah melakukan asesmen dampak angin kencang di Desa Bangeran. Selain rumah milik Sumirah yang telah dilakukan penanganan darurat dengan bantuan terpal, angin kencan juga memutus kabel penerangan jalan umum (PJU) dan telekomunikasi. ”Untuk lainnya kerusakan ringan hanya genteng-genteng,’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Djoko Supangkat.

Baca Juga :  Dispendik Buka Kesempatan PPDB Lagi, jika Tak Diminati Akan Dimerger

Djoko menjelaskan, berdasarkan pemantauan BMKG, hujan kemarin juga disertai dengan turunnya hujan es. Fenomena tersebut disebabkan pengaruh awan cumulonimbus yang sangat tebal. ”Keterangan BMKG hujan es biasanya hanya terjadi selama 10-15 menit,” imbuhnya. Djoko meminta warga tetap mewaspadai dampak angin kencang. Sebab, saat ini masih dalam masa peralihan atau pancaroba musim hujan ke musim kemarau. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/