alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Makam Khusus Korban Korona, Menuai Pro-Kontra

DAWARBLANDONG,  Jawa Pos Radar Mojokerto – Perencanaan penyediaan lahan peruntukan makam korban Covid-19 milik Perhutani petak 81D di tengah Hutan Kayu putih masuk Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, menuai pro dan kontra petani sekitar.

Pasca Pemkab Mojokerto melakukan peninjauan lokasi keberadaan lahan Perhutani berstatus kawasan Lapangan Diistimewakan (LDTI) ini, sejumlah warga angkat bicara. Salah satunya, Sarbi, warga Desa Suru, yang juga petani cabai di sekitar lokasi lahan tersebut. Dia mengaku baru mengetahui peruntukan tersebut setelah melihat sejumlah pejabat Pemkab Mojokerto maupun pihak berwajib datang meninjau lokasi. Lelaki yang sehari-hari bercocok tanam ini tak mengharapkan adanya rencana lahan pemakaman korban Covid – 19 di lahan Perhutani petak 81D. ’’Tidak setuju. Alasannya ya karena menulari. Tadinya gak tahu. Tahunya dari survei-survei beberapa hari ini,’’ ungkapnya.

Sementara Samidi, 51, petani cabai yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Mojokerto-Gresik ini, justru mendukung peruntukan lahan Perhutani petak 81D dijadikan sebagai lahan pemakaman korban Covid-19. Kendati jarak lahan Perhutani yang ditanaminya hanya 300 sampai 500 meter dengan lahan makam. ’’Setuju saja. Orang buat kebaikan orang banyak,’’ katanya.

Baca Juga :  Usung Konsep All New Al Amin

Kendati menyetujui, Samidi mengaku, dirinya baru mengetahui peruntukan lahan yang dulunya sempat digunakan sebagai pemakaman warga Dusun Belukwangun ini, akan diaktifkan kembali untuk lahan pemakaman korban Covid -19 di wilayah Kabupaten Mojokerto. Sementara, menurutnya, masih banyak warga sekitar juga belum mengetahui perencanaan tersebut. ’’Warga lain masih belum mengetahui soalnya. Baru ini saja saya tahu. Dulu memang makam,  tapi sejak saya masih kecil sudah tidak digunakan lagi,’’ tandasnya.

Dikonfirmasi, Camat Dawarblandong Norman Handhito, mengatakan, hingga detik ini masih menunggu arahan pimpinan. ’’Semua langkah-langkah selanjutnya, termasuk sosialisasi, akan sesuai arahan pimpinan,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, mengaca berbagai penolakan warga terkait pemakaman korban Covid-19 di sejumlah daerah membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto gerak cepat. Bekerja sama dengan Perhutani, pemerintah akhirnya menyiapkan lahan seluas 0,1 hektar atau 100 meter persegi  sebagai pemakaman khusus. Hal itu sebagai antisipasi pemakaman korban virus korona yang berujung penolakan warga. Di sisi lain, sekaligus berdasarkan permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Lima Pasutri di Kabupaten Resmi Poligami

Lahan berstatus milik perhutani itu berada di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Jaraknya sekitar 0,5 kilo meter dari pemukiman warga. Sedangkan dari Jalan Raya Mojokerto-Dawarblandong sekitar 400 meter. Tepatnya di petak 81D.

Informasi yang didapatnya dari BPBD provinsi, setidaknya ada sembilan daerah di Jawa Timur. Salah satunya di Mojokerto. Persiapan lahan pemakaman Covid-19 seluas 100 meter persegi ini diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 40 liang lahat dengan estimasi jarak dua meter tiap liang. Pemilihan lokasi pemakaman ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan Perhutani.

DAWARBLANDONG,  Jawa Pos Radar Mojokerto – Perencanaan penyediaan lahan peruntukan makam korban Covid-19 milik Perhutani petak 81D di tengah Hutan Kayu putih masuk Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, menuai pro dan kontra petani sekitar.

Pasca Pemkab Mojokerto melakukan peninjauan lokasi keberadaan lahan Perhutani berstatus kawasan Lapangan Diistimewakan (LDTI) ini, sejumlah warga angkat bicara. Salah satunya, Sarbi, warga Desa Suru, yang juga petani cabai di sekitar lokasi lahan tersebut. Dia mengaku baru mengetahui peruntukan tersebut setelah melihat sejumlah pejabat Pemkab Mojokerto maupun pihak berwajib datang meninjau lokasi. Lelaki yang sehari-hari bercocok tanam ini tak mengharapkan adanya rencana lahan pemakaman korban Covid – 19 di lahan Perhutani petak 81D. ’’Tidak setuju. Alasannya ya karena menulari. Tadinya gak tahu. Tahunya dari survei-survei beberapa hari ini,’’ ungkapnya.

Sementara Samidi, 51, petani cabai yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Mojokerto-Gresik ini, justru mendukung peruntukan lahan Perhutani petak 81D dijadikan sebagai lahan pemakaman korban Covid-19. Kendati jarak lahan Perhutani yang ditanaminya hanya 300 sampai 500 meter dengan lahan makam. ’’Setuju saja. Orang buat kebaikan orang banyak,’’ katanya.

Baca Juga :  Pendataan Keluarga 2021, Bupati Ikfina Jadi Sasaran Perdana

Kendati menyetujui, Samidi mengaku, dirinya baru mengetahui peruntukan lahan yang dulunya sempat digunakan sebagai pemakaman warga Dusun Belukwangun ini, akan diaktifkan kembali untuk lahan pemakaman korban Covid -19 di wilayah Kabupaten Mojokerto. Sementara, menurutnya, masih banyak warga sekitar juga belum mengetahui perencanaan tersebut. ’’Warga lain masih belum mengetahui soalnya. Baru ini saja saya tahu. Dulu memang makam,  tapi sejak saya masih kecil sudah tidak digunakan lagi,’’ tandasnya.

Dikonfirmasi, Camat Dawarblandong Norman Handhito, mengatakan, hingga detik ini masih menunggu arahan pimpinan. ’’Semua langkah-langkah selanjutnya, termasuk sosialisasi, akan sesuai arahan pimpinan,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, mengaca berbagai penolakan warga terkait pemakaman korban Covid-19 di sejumlah daerah membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto gerak cepat. Bekerja sama dengan Perhutani, pemerintah akhirnya menyiapkan lahan seluas 0,1 hektar atau 100 meter persegi  sebagai pemakaman khusus. Hal itu sebagai antisipasi pemakaman korban virus korona yang berujung penolakan warga. Di sisi lain, sekaligus berdasarkan permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Bukan Kolam Renang, tapi Dipakai Terapi
- Advertisement -

Lahan berstatus milik perhutani itu berada di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Jaraknya sekitar 0,5 kilo meter dari pemukiman warga. Sedangkan dari Jalan Raya Mojokerto-Dawarblandong sekitar 400 meter. Tepatnya di petak 81D.

Informasi yang didapatnya dari BPBD provinsi, setidaknya ada sembilan daerah di Jawa Timur. Salah satunya di Mojokerto. Persiapan lahan pemakaman Covid-19 seluas 100 meter persegi ini diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 40 liang lahat dengan estimasi jarak dua meter tiap liang. Pemilihan lokasi pemakaman ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan Perhutani.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/