alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Diaborsi Saat Usia Kandungan Masih 4 Bulan

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus makam misterius di Makam Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, yang bertuliskan Fulan 10-01-2021 akhirnya terungkap. Janin yang dikuburkan di makam berukuran sekitar 40×20 sentimeter (cm) itu merupakan hasil aborsi. Ibu dari janin tersebut nekat menggugurkan kandungan lantaran malu hamil di luar nikah.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan 9 tersangka dalam kasus pengguguran janin secara paksa tersebut. Salah satunya adalah ibu dari janin tersebut, Nungki Merinda Sari, 25, warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dari 9 tersangka itu satu orang yang berperan sebagai penjual obat aborsi masih buron. Praktis, petugas masih mengamankan 8 orang tersangka. ”Dari proses penyelidikan, kami menemukan tersangka yang melakukan aborsi berinisial NMS (Nungki Merinda Sari). Yang membenarkan sudah melakukan aborsi dengan meminum obat penggugur kandungan bermerek cytotec,” ujarnya saat press release di mapolres kemarin.

Dia menerangkan, Nungki membeli obat tersebut secara online dari Facebook. Tersangka membeli 10 butir obat penggugur kandungan dengan harga Rp 1,5 juta itu dari Zulmi Auliya alias Jo, 33, warga Desa/Kecamatan Neglasari, Kota Tangggerang, Banten. Obat dikirim melalui kurir ke salah satu pabrik plastik di Sidoarjo tempat nungki bekerja.

Baca Juga :  Babak Final Digelar Hari Ini

Dalam penggunaannya, Nungki dipandu oleh Jo secara online. ”Sesuai anjuran (dari Jo), pada hari pertama tersangka (Nungki) meminum satu butir. Hari kedua, meminum satu butir dan satu butir lagi dimasukkan ke alat kelamin. Dan sore harinya (di hari kedua) dosis yang sama kembali diulangi. Setelah itu keluarlah janin tersebut,” terangnya. Nungki lantas menghubungi pacar atau suami sirinya, M Zainul Mustofa, 29, warga Dusun Tamansari, Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, untuk melakukan penguburan janin tersebut.

Mereka memutuskan untuk mengubur bakal anaknya itu di Makam Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, tanpa sepengetahuan warga. Petugas tak mengamankan Zainul lantaran dia tidak terlibat langsung dalam proses aborsi yang dilakukan Nungki. ”Dalam penguburan janin itu dibantu si pacar (Zainul). Namun pacarnya (baru) tahu (jika janinnya digugurkan) setelah proses aborsi itu selesai dilakukan NMS,” beber Dony.

Sementara Nungki mengaku tega menggugurkan kandungan berusia hampir empat bulan itu lantaran malu hamil diluar nikah secara sah. Perempuan lulusan S-1 Kimia itu mengaku malu jika kehamilannya diketahui rekan kerjanya. Pasalnya, rekan kerjanya tak tahu bila Nungki sudah menikah siri dengan Zainul setelah satu tahun pacaran.

Baca Juga :  KPPN Mojokerto Bagi-Bagi Takjil hingga Santunan Anak Yatim

”Alasannya, pertama, orang tua punya calon dan mau dijodohkan sama saya. Kedua, saya bilang ke orang tua saya kalau saya sudah punya pacar, tapi mereka tidak merestui. Ketiga, saya karyawati di salah satu pabrik, dan saya juga sudah nikah siri. Tapi, teman-teman di pabrik kan belum tahu. Dan dari pihak keluarga saya, tidak ada yang bisa saya ajak curhat (untuk mempertimbangkan pengguguran janin),” tutur karyawati salah satu pabrik plastik di Sidoarjo itu.

Atas tindakannya itu, Nungki harus berurusan dengan hukum. Dia terancam meringkuk di sel tahanan maksimal 15 tahun lamanya. Dia dijerat dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) juncto pasal 194 juncto pasal 75 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subsider pasal 77A ayat (1) juncto pasal 45 huruf (a) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsider pasal 56 KUHP. (vad) 

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus makam misterius di Makam Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, yang bertuliskan Fulan 10-01-2021 akhirnya terungkap. Janin yang dikuburkan di makam berukuran sekitar 40×20 sentimeter (cm) itu merupakan hasil aborsi. Ibu dari janin tersebut nekat menggugurkan kandungan lantaran malu hamil di luar nikah.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan 9 tersangka dalam kasus pengguguran janin secara paksa tersebut. Salah satunya adalah ibu dari janin tersebut, Nungki Merinda Sari, 25, warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dari 9 tersangka itu satu orang yang berperan sebagai penjual obat aborsi masih buron. Praktis, petugas masih mengamankan 8 orang tersangka. ”Dari proses penyelidikan, kami menemukan tersangka yang melakukan aborsi berinisial NMS (Nungki Merinda Sari). Yang membenarkan sudah melakukan aborsi dengan meminum obat penggugur kandungan bermerek cytotec,” ujarnya saat press release di mapolres kemarin.

Dia menerangkan, Nungki membeli obat tersebut secara online dari Facebook. Tersangka membeli 10 butir obat penggugur kandungan dengan harga Rp 1,5 juta itu dari Zulmi Auliya alias Jo, 33, warga Desa/Kecamatan Neglasari, Kota Tangggerang, Banten. Obat dikirim melalui kurir ke salah satu pabrik plastik di Sidoarjo tempat nungki bekerja.

Baca Juga :  Babak Final Digelar Hari Ini

Dalam penggunaannya, Nungki dipandu oleh Jo secara online. ”Sesuai anjuran (dari Jo), pada hari pertama tersangka (Nungki) meminum satu butir. Hari kedua, meminum satu butir dan satu butir lagi dimasukkan ke alat kelamin. Dan sore harinya (di hari kedua) dosis yang sama kembali diulangi. Setelah itu keluarlah janin tersebut,” terangnya. Nungki lantas menghubungi pacar atau suami sirinya, M Zainul Mustofa, 29, warga Dusun Tamansari, Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, untuk melakukan penguburan janin tersebut.

Mereka memutuskan untuk mengubur bakal anaknya itu di Makam Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, tanpa sepengetahuan warga. Petugas tak mengamankan Zainul lantaran dia tidak terlibat langsung dalam proses aborsi yang dilakukan Nungki. ”Dalam penguburan janin itu dibantu si pacar (Zainul). Namun pacarnya (baru) tahu (jika janinnya digugurkan) setelah proses aborsi itu selesai dilakukan NMS,” beber Dony.

Sementara Nungki mengaku tega menggugurkan kandungan berusia hampir empat bulan itu lantaran malu hamil diluar nikah secara sah. Perempuan lulusan S-1 Kimia itu mengaku malu jika kehamilannya diketahui rekan kerjanya. Pasalnya, rekan kerjanya tak tahu bila Nungki sudah menikah siri dengan Zainul setelah satu tahun pacaran.

Baca Juga :  Direktur RS Kristen Mojowarno Utamakan Kepuasan Peserta
- Advertisement -

”Alasannya, pertama, orang tua punya calon dan mau dijodohkan sama saya. Kedua, saya bilang ke orang tua saya kalau saya sudah punya pacar, tapi mereka tidak merestui. Ketiga, saya karyawati di salah satu pabrik, dan saya juga sudah nikah siri. Tapi, teman-teman di pabrik kan belum tahu. Dan dari pihak keluarga saya, tidak ada yang bisa saya ajak curhat (untuk mempertimbangkan pengguguran janin),” tutur karyawati salah satu pabrik plastik di Sidoarjo itu.

Atas tindakannya itu, Nungki harus berurusan dengan hukum. Dia terancam meringkuk di sel tahanan maksimal 15 tahun lamanya. Dia dijerat dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) juncto pasal 194 juncto pasal 75 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subsider pasal 77A ayat (1) juncto pasal 45 huruf (a) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsider pasal 56 KUHP. (vad) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/