alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Plengsengan Ambrol, Jalan Raya Menggantung

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Plengsengan di Jalan Raya Trawas, tepatnya di Dusun Madyopuro, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, ambrol. Kondisi itu mengancam rumah warga dan pengendara. Selain dekat permukiman penduduk, juga jalan aspal tersebut menggantung.

Warga setempat, Endi, mengatakan, runtuhnya plengsengan itu terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 15.00. Saat itu, hujan lebat sedang mengguyur. Sebelumnya, hujan juga kerap turun. Diduga, kucuran air secara perlahan mengikis tanggul penahan itu. ’’Pada waktu itu hujan sangat deras. Kemudian sekitar asar plengsengan itu ambrol,’’ katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi kemarin, ambrolnya plengsengan yang panjangnya sekitar 8 meter itu belum tesentuh perbaikan. Tanahnya tampak longsor ke sungai. Aspal jalan raya pun mulai tergerus. Menghindari kejadian yang tidak diinginkan, di lokasi dipasang tali pengaman. ’’Sangat membayakan. Karena di pinggiran jalan itu tanahnya kan sudah longsor,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Debit Sungai Meningkat, Warga Waswas

Yang paling menghawatirkan, lanjutnya, jalan itu tak hanya dilintasi kendaraan roda dua. Namun, semua jenis kendaran setiap hari milintas. Termasuk truk bermuatan. ’’Maka secara otomatis yang terancam adalah para pengendara,’’ tandasnya.

Karena itu, dirinya berharap pemerintah terkait segera memperbaiki infrastruktur yang rusak itu. Kalau tidak segera ditangani, rumah warga yang berada di seberang jalan, terancam.

Kekhawatiran itu  itu juga disampaikan warga lainnya, Moh Islmiyanto. Jika tidak segera ada perbaikan, sangat dimungkinkan berdampak pada bangunan rumah warga. ’’Kalau bisa ya segera diperbaiki. Supaya tidak sampai ada sesuatu yang tidak diinginkan,’’ pungkasnya. (hin)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Plengsengan di Jalan Raya Trawas, tepatnya di Dusun Madyopuro, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, ambrol. Kondisi itu mengancam rumah warga dan pengendara. Selain dekat permukiman penduduk, juga jalan aspal tersebut menggantung.

Warga setempat, Endi, mengatakan, runtuhnya plengsengan itu terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 15.00. Saat itu, hujan lebat sedang mengguyur. Sebelumnya, hujan juga kerap turun. Diduga, kucuran air secara perlahan mengikis tanggul penahan itu. ’’Pada waktu itu hujan sangat deras. Kemudian sekitar asar plengsengan itu ambrol,’’ katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi kemarin, ambrolnya plengsengan yang panjangnya sekitar 8 meter itu belum tesentuh perbaikan. Tanahnya tampak longsor ke sungai. Aspal jalan raya pun mulai tergerus. Menghindari kejadian yang tidak diinginkan, di lokasi dipasang tali pengaman. ’’Sangat membayakan. Karena di pinggiran jalan itu tanahnya kan sudah longsor,’’ ujarnya.

Baca Juga :  344 Napi Diusulkan Remisi Idul Fitri

Yang paling menghawatirkan, lanjutnya, jalan itu tak hanya dilintasi kendaraan roda dua. Namun, semua jenis kendaran setiap hari milintas. Termasuk truk bermuatan. ’’Maka secara otomatis yang terancam adalah para pengendara,’’ tandasnya.

Karena itu, dirinya berharap pemerintah terkait segera memperbaiki infrastruktur yang rusak itu. Kalau tidak segera ditangani, rumah warga yang berada di seberang jalan, terancam.

Kekhawatiran itu  itu juga disampaikan warga lainnya, Moh Islmiyanto. Jika tidak segera ada perbaikan, sangat dimungkinkan berdampak pada bangunan rumah warga. ’’Kalau bisa ya segera diperbaiki. Supaya tidak sampai ada sesuatu yang tidak diinginkan,’’ pungkasnya. (hin)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/