alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Mojokerto Raya Sandang PPKM Level 2

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Mojokerto Raya mengalami kenaikan. Dari sebelumnya menyandang status level satu, kini meningkat menjadi level 2.

Itu tertuang pada Inmendagri 9/2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Kenaikan level di Kabupaten dan Kota Mojokerto disebabkan tak terpenuhinya salah satu indikator yang ditetapkan sebagai syarat penentuan level PPKM.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini mengatakan, pasca menyandang status level satu sejak Oktober lalu, kini Kota kembali menerapkan level dua. Itu dipicu peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Per Selasa (8/2) kemarin dari total 90 tempat tidur (TT) yang disiagakan sudah terisi sebanyak 22. ’’Yang menyebabkan kita berada di level dua karena angka keterisian BOR di RS yang sudah mencapai 22,44 persen. Angka BOR sendiri menjadi indikator penentuan level PPKM,’’ ujarnya, kemarin.

Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ini melanjutkan, kenaikan BOR diakibatkan banyaknya RS yang menerima pasien Covid-19 meski bergejala ringan atau tanpa gejala. Padahal, sesuai aturan pemerintah pusat, untuk mengurangi BOR, RS hanya diperbolehkan merawat pasien bergejala sedang atau berat. ’’Sedangkan untuk yang gejala ringan atau tanpa gejala bisa ke isoter atau isoman. Sehingga angka keterisian tempat tidur tidak tinggi,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Pemerintah-Pers Harus Tegakkan Prinsip Pagar Api

Dokter spesialis anak ini memaparkan, angka keterisian BOR di RS kota dipenuhi dari pasien luar daerah. Ini juga menjadi penyebab meningkatnya prosentase BOR. Sebagai tindak lanjutnya, Trias menuturkan akan berkoordinasi dengan pihak RS untuk kembali menekan kenaikan angka BOR. ’’Kita arahkan dan menata kembali untuk masing-masing RS dalam menangani pasien yang tanpa gejala atau gejala ringan agar isoter atau isoman saja. Pemicunya hanya di BOR, kalau seperti indikator tracing atau vaksinasi kita sudah aman,’’ paparnya.

Sedangkan, kenaikan level di kabupaten dipicu rendahnya tingkat vaksinasi dosis kedua lansia. Didasarkan aturan Inmendagri, dosis kedua lansia harus mencapai 60 persen. Namun, hingga kemarin (8/2), cakupan vaksinasi lansia dosis kedua baru menyentuh sekitar 48,18 persen. ’’Iya. Selain karena aglomerasi, kita juga naik level dua karena belum tercapainya target lansia dosis kedua,’’ ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono.

Baca Juga :  Guru dan Siswa Ditargetkan Bisa Main Musik

Lanjut mantan Kepala Puskesmas Pungging ini, Dinkes saat ini ditarget dalam seminggu menuntaskan vaksinasi lansia dosis kedua. Kini, dalam sehari, semua faskes di kabupaten ditarget untuk menyuntik dosis kedua bagi 120 lansia. ’’Upayanya lewat jemput bola dan penyisiran. Pokoknya kita lakukan semaksimal mungkin per hari harus dapat 120 lansia untuk dosis kedua. Kalau bisa sekalian menyisir lansia yang belum dapat vaksin pertama dan ketiga,’’ tuturnya.

Disinggung terkait stok vaksin, Agus mengatakan pihaknya mengalami kendala karena vaksin jenis Pfizer mengalami kekosongan stok. Kemarin (8/2), sebanyak 8.208 dosis Pfizer sudah didistribusikan ke tiga puskesmas untuk menggeber pelaksanaan vaksin lansia maupun vaksin booster. ’’Jadi yang ada sekarang tinggal vaksin Sinovac sama Astra Zeneca. Tapi, kita sudah menghubungi provinsi kok, kemungkinan besok (hari ini) sudah dikirim,’’ tandasnya. (oce/fen)

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Mojokerto Raya mengalami kenaikan. Dari sebelumnya menyandang status level satu, kini meningkat menjadi level 2.

Itu tertuang pada Inmendagri 9/2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Kenaikan level di Kabupaten dan Kota Mojokerto disebabkan tak terpenuhinya salah satu indikator yang ditetapkan sebagai syarat penentuan level PPKM.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini mengatakan, pasca menyandang status level satu sejak Oktober lalu, kini Kota kembali menerapkan level dua. Itu dipicu peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Per Selasa (8/2) kemarin dari total 90 tempat tidur (TT) yang disiagakan sudah terisi sebanyak 22. ’’Yang menyebabkan kita berada di level dua karena angka keterisian BOR di RS yang sudah mencapai 22,44 persen. Angka BOR sendiri menjadi indikator penentuan level PPKM,’’ ujarnya, kemarin.

Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ini melanjutkan, kenaikan BOR diakibatkan banyaknya RS yang menerima pasien Covid-19 meski bergejala ringan atau tanpa gejala. Padahal, sesuai aturan pemerintah pusat, untuk mengurangi BOR, RS hanya diperbolehkan merawat pasien bergejala sedang atau berat. ’’Sedangkan untuk yang gejala ringan atau tanpa gejala bisa ke isoter atau isoman. Sehingga angka keterisian tempat tidur tidak tinggi,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Pemerintah-Pers Harus Tegakkan Prinsip Pagar Api

Dokter spesialis anak ini memaparkan, angka keterisian BOR di RS kota dipenuhi dari pasien luar daerah. Ini juga menjadi penyebab meningkatnya prosentase BOR. Sebagai tindak lanjutnya, Trias menuturkan akan berkoordinasi dengan pihak RS untuk kembali menekan kenaikan angka BOR. ’’Kita arahkan dan menata kembali untuk masing-masing RS dalam menangani pasien yang tanpa gejala atau gejala ringan agar isoter atau isoman saja. Pemicunya hanya di BOR, kalau seperti indikator tracing atau vaksinasi kita sudah aman,’’ paparnya.

Sedangkan, kenaikan level di kabupaten dipicu rendahnya tingkat vaksinasi dosis kedua lansia. Didasarkan aturan Inmendagri, dosis kedua lansia harus mencapai 60 persen. Namun, hingga kemarin (8/2), cakupan vaksinasi lansia dosis kedua baru menyentuh sekitar 48,18 persen. ’’Iya. Selain karena aglomerasi, kita juga naik level dua karena belum tercapainya target lansia dosis kedua,’’ ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono.

Baca Juga :  PT Kitoshindo Beri Dua Kendaraan Pengawalan Denpom V/2 Mojokerto
- Advertisement -

Lanjut mantan Kepala Puskesmas Pungging ini, Dinkes saat ini ditarget dalam seminggu menuntaskan vaksinasi lansia dosis kedua. Kini, dalam sehari, semua faskes di kabupaten ditarget untuk menyuntik dosis kedua bagi 120 lansia. ’’Upayanya lewat jemput bola dan penyisiran. Pokoknya kita lakukan semaksimal mungkin per hari harus dapat 120 lansia untuk dosis kedua. Kalau bisa sekalian menyisir lansia yang belum dapat vaksin pertama dan ketiga,’’ tuturnya.

Disinggung terkait stok vaksin, Agus mengatakan pihaknya mengalami kendala karena vaksin jenis Pfizer mengalami kekosongan stok. Kemarin (8/2), sebanyak 8.208 dosis Pfizer sudah didistribusikan ke tiga puskesmas untuk menggeber pelaksanaan vaksin lansia maupun vaksin booster. ’’Jadi yang ada sekarang tinggal vaksin Sinovac sama Astra Zeneca. Tapi, kita sudah menghubungi provinsi kok, kemungkinan besok (hari ini) sudah dikirim,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Batik Masih Ngetren

Tampil Cantik dengan Airbrush

Operasi Masker, Tilang Ribuan Pengendara

Artikel Terbaru


/