alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Tambal Sulam Jalur Bypass Dipastikan Molor

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tambal sulam Jalan Bypass di Mojokerto diprediksi molor hingga satu bulan. Masa pengerjaan ruas jalan sepanjang 6 kilometer ini meleset dari target awal 15 hari selesai. Proses penambalan jalan rusak dinilai tak berjalan maksimal lantaran terkendala curah hujan tinggi serta padatnya arus kendaraan yang melintas

’’Kalau hujan terus begini, efektif kerja paling tiga sampai empat jam per hari. Jadi, butuh waktu kurang lebih satu bulan baru bisa selesai,’’ ungkap PPK 4.2 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim Merlan Effendi.

PPK 4.2 menanungi 108 kilometer ruas jalan nasional Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol. Dari total tersebut, Sekitar enam kilometer ruas jalan, mulai dari Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto hingga Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto akan ditambal sulam. Merlan mengatakan, pengerjaan proyek ini sudah berjalan sejak akhir Januari lalu.

Baca Juga :  Bupati Ingin Anak di Kabupaten Mojokerto Dapat Pendidikan Berstandar

Disebutkannya, penambalan difokuskan pada titik-titik terparah dan berbahaya yang rentan mengakibatkan kecelakaan. ’’Jadi, di 6 kilometer ruas jalan itu ada yang full (seluruh badan jalan) diaspal ulang. Ada juga yang spot-spot (penambalan titik-titik tertentu),’’ tambahnya.

Merlan mengatakan, proyek penambalan jalan ini ditarget selesai dalam 15 hari  atau setengah bulan. Namun, mengingat kondisi cuara yang setiap hari turun hujan membuat pengerjaan tak bisa berjalan maksimal. ’’Kalau hujan begini kita juga tidak berani produksi aspal banyak-banyak. Takutnya, aspal sudah stand by di lapangan, ternyata hujan tidak berhenti sampai malam. Lagi pula kalau aspal sudah dingin juga sudah tidak bisa dipakai,’’ tuturnya.

Dengan kondisi seperti ini, pengerjaan diprediksi bisa molor hingga satu bulan. Selain masalah cuaca, lanjutnya, padatnya arus lalu lintas yang melintas di jalur nasional ini membuat pengerjaan jalan tak bisa dikebut. Pasalnya, proyek pengerjaan jalan kerap mengakibatkan kemacetan.

Baca Juga :  Delapan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Rusak dan Berlumpur

Bahkan, ketika akhir pekan, sejumlah alat kerja harus dipinggirkan guna mengurai kepadatan kendaraan. ’’Kalau tidak begini saya yakin 15 hari sudah tuntas. Karena alat kami juga lengkap,’’ imbuhnya.

Dalam proyek ini pihaknya mengerahkan tiga alat berat CMM (Cold Milling Machine), tujuh tim patching baik manual maupun menggunakan alat hotmix. Serta 10 tim pengendali tanaman yang membersihkan jalan dan menebas rumput-rumput. (adi)

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tambal sulam Jalan Bypass di Mojokerto diprediksi molor hingga satu bulan. Masa pengerjaan ruas jalan sepanjang 6 kilometer ini meleset dari target awal 15 hari selesai. Proses penambalan jalan rusak dinilai tak berjalan maksimal lantaran terkendala curah hujan tinggi serta padatnya arus kendaraan yang melintas

’’Kalau hujan terus begini, efektif kerja paling tiga sampai empat jam per hari. Jadi, butuh waktu kurang lebih satu bulan baru bisa selesai,’’ ungkap PPK 4.2 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim Merlan Effendi.

PPK 4.2 menanungi 108 kilometer ruas jalan nasional Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol. Dari total tersebut, Sekitar enam kilometer ruas jalan, mulai dari Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto hingga Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto akan ditambal sulam. Merlan mengatakan, pengerjaan proyek ini sudah berjalan sejak akhir Januari lalu.

Baca Juga :  Bupati Ingin Anak di Kabupaten Mojokerto Dapat Pendidikan Berstandar

Disebutkannya, penambalan difokuskan pada titik-titik terparah dan berbahaya yang rentan mengakibatkan kecelakaan. ’’Jadi, di 6 kilometer ruas jalan itu ada yang full (seluruh badan jalan) diaspal ulang. Ada juga yang spot-spot (penambalan titik-titik tertentu),’’ tambahnya.

Merlan mengatakan, proyek penambalan jalan ini ditarget selesai dalam 15 hari  atau setengah bulan. Namun, mengingat kondisi cuara yang setiap hari turun hujan membuat pengerjaan tak bisa berjalan maksimal. ’’Kalau hujan begini kita juga tidak berani produksi aspal banyak-banyak. Takutnya, aspal sudah stand by di lapangan, ternyata hujan tidak berhenti sampai malam. Lagi pula kalau aspal sudah dingin juga sudah tidak bisa dipakai,’’ tuturnya.

Dengan kondisi seperti ini, pengerjaan diprediksi bisa molor hingga satu bulan. Selain masalah cuaca, lanjutnya, padatnya arus lalu lintas yang melintas di jalur nasional ini membuat pengerjaan jalan tak bisa dikebut. Pasalnya, proyek pengerjaan jalan kerap mengakibatkan kemacetan.

Baca Juga :  Kebutuhan Internet Meningkat, Tak Pernah Tersentuh Bantuan
- Advertisement -

Bahkan, ketika akhir pekan, sejumlah alat kerja harus dipinggirkan guna mengurai kepadatan kendaraan. ’’Kalau tidak begini saya yakin 15 hari sudah tuntas. Karena alat kami juga lengkap,’’ imbuhnya.

Dalam proyek ini pihaknya mengerahkan tiga alat berat CMM (Cold Milling Machine), tujuh tim patching baik manual maupun menggunakan alat hotmix. Serta 10 tim pengendali tanaman yang membersihkan jalan dan menebas rumput-rumput. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/