alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Puting Beliung Sapu Delapan Rumah

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angin puting beliung sapu delapan rumah warga, Kamis (7/1) sore. Terjangan angin merusak atap rumah milik Suminto, 45, warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, serta tujuh atap rumah penduduk Dusun Sidokalang, Desa penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Selain itu, hujan yang mengguyur bersamaan angin kencang juga merendam belasan rumah dan fasilitas umum (fasum) di Kecamatan Jetis.

Kejadian angin puting beliung merusak atap rumah Suminto. Kencangnya angin membuat atap berbahan galvalum itu terangkat. Dalam waktu cepat atap rumah seluas kira-kira 50 meter persegi itu berantangan. ’’Hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan atap rumah Pak Minto (Suminto) roboh,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono kemarin (8/1). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sedangkan, kerugian pemilik rumah, menurutnya, ditaksir mencapai Rp 5 juta.

Sementara itu, puting beliung juga terjadi di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis. Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu, tujuh atap rumah warga porak poranda. Bahkan, kencangnya angin membuat sebuah tembok bekas kandang ternak ambruk. Kondisi terparah menimpa atap rumah milik Mukhtar yang mengalami rusak total. Atap rumah dengan ukuran 15 meter kali 7 meter itu kocar-kacir.

Baca Juga :  Siswa SD Dilarang Bawa Handphone

Mislan, 55, warga setempat yang rumahnya terdampak angin puting beliung menceritakan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, pusaran angin kencang tiba-tiba datang dari arah selatan. Sebelum mengempas atap rumahnya, puting beliung lebih dulu merobohkan pohon mahoni. ’’Setelah menghantam rumah saya itu, anginya muter kencang langsung ke sana (rumah Mukhtar). Setelah itu masih berputar kencang terus ke belakang (arah utara),’’ ungkapnya. Pusaran puting beliung berlangsung selama kurang lebih 10 menit.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini  mengatakan, tingkat kerusakan akibat terjangan puting beliung bervariasi. ’’Ada yang hanya rusak separo, tapi ada juga yang seluruh atapnya rusak,’’ ujarnya.

Zaini mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sedangkan, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, warga yang tak bisa menempati rumahnya terpaksa mengungsi ke tempat kerabat tersedat. ’’Untuk penanganan darurat dilakukan dengan memasang terpal untuk menutup atap yang terdampak angin,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemancing Tenggelam di Bekas Galian

Selain angin puting beliung, hujan deras juga mengakibatkan 11 rumah warga di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, terendam. Tingginya curah hujan membuat saluran drainase tidak kuat menampung debit air. ’’Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengakibatkan drainase tidak mampu menampung debit air dari bukit Watublorok.sehingga air meliber,’’ bebernya.

Menurutnnya, sejak pukul 17.00 air telah meluap ke ruas jalan hingga permukiman warga. Selain, itu luapan air juga membanjiri sejumlah fasum yang berada di sekitar lokasi. Meliputi, Kantor Kecamatan Jetis, Kantor Polsek Jetis, serta Kantor Koramil Jetis. ’’Saat itu, ketinggian air di jalan raya mencapai 60 sentimeter,’’ kata Zaini. Beruntung, satu jam kemudian banjir luberan itu dapat surut total. (adi)

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angin puting beliung sapu delapan rumah warga, Kamis (7/1) sore. Terjangan angin merusak atap rumah milik Suminto, 45, warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, serta tujuh atap rumah penduduk Dusun Sidokalang, Desa penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Selain itu, hujan yang mengguyur bersamaan angin kencang juga merendam belasan rumah dan fasilitas umum (fasum) di Kecamatan Jetis.

Kejadian angin puting beliung merusak atap rumah Suminto. Kencangnya angin membuat atap berbahan galvalum itu terangkat. Dalam waktu cepat atap rumah seluas kira-kira 50 meter persegi itu berantangan. ’’Hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan atap rumah Pak Minto (Suminto) roboh,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono kemarin (8/1). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sedangkan, kerugian pemilik rumah, menurutnya, ditaksir mencapai Rp 5 juta.

Sementara itu, puting beliung juga terjadi di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis. Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu, tujuh atap rumah warga porak poranda. Bahkan, kencangnya angin membuat sebuah tembok bekas kandang ternak ambruk. Kondisi terparah menimpa atap rumah milik Mukhtar yang mengalami rusak total. Atap rumah dengan ukuran 15 meter kali 7 meter itu kocar-kacir.

Baca Juga :  Siswa SD Dilarang Bawa Handphone

Mislan, 55, warga setempat yang rumahnya terdampak angin puting beliung menceritakan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, pusaran angin kencang tiba-tiba datang dari arah selatan. Sebelum mengempas atap rumahnya, puting beliung lebih dulu merobohkan pohon mahoni. ’’Setelah menghantam rumah saya itu, anginya muter kencang langsung ke sana (rumah Mukhtar). Setelah itu masih berputar kencang terus ke belakang (arah utara),’’ ungkapnya. Pusaran puting beliung berlangsung selama kurang lebih 10 menit.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini  mengatakan, tingkat kerusakan akibat terjangan puting beliung bervariasi. ’’Ada yang hanya rusak separo, tapi ada juga yang seluruh atapnya rusak,’’ ujarnya.

Zaini mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sedangkan, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, warga yang tak bisa menempati rumahnya terpaksa mengungsi ke tempat kerabat tersedat. ’’Untuk penanganan darurat dilakukan dengan memasang terpal untuk menutup atap yang terdampak angin,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Lebih Tenang di Jalan Tuhan
- Advertisement -

Selain angin puting beliung, hujan deras juga mengakibatkan 11 rumah warga di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, terendam. Tingginya curah hujan membuat saluran drainase tidak kuat menampung debit air. ’’Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengakibatkan drainase tidak mampu menampung debit air dari bukit Watublorok.sehingga air meliber,’’ bebernya.

Menurutnnya, sejak pukul 17.00 air telah meluap ke ruas jalan hingga permukiman warga. Selain, itu luapan air juga membanjiri sejumlah fasum yang berada di sekitar lokasi. Meliputi, Kantor Kecamatan Jetis, Kantor Polsek Jetis, serta Kantor Koramil Jetis. ’’Saat itu, ketinggian air di jalan raya mencapai 60 sentimeter,’’ kata Zaini. Beruntung, satu jam kemudian banjir luberan itu dapat surut total. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/