alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Nasib Dua Pemain Srikandi Majapahit Menggantung

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perasaan campur aduk terus menggelayuti benak dua pemain Srikandi Majapahit, Ranita Suhendi dan Puput Syaharani. Betapa tidak, pasca diumumkan lolos ke fase berikutnya, nasib karir kedua pemain di program beasiswa pusat pendidikan dan latihan mahasiswa (PPLM) nasional tersebut masih buram.

Seleksi yang mereka jalani di program Kemenpora sejak November lalu itu, hingga kini belum cukup menentukan nama mereka lolos atau tidak dari seleksi tingkat nasional. Situasi pandemi Covid-19 yang fluktuatif memaksa nasib mereka untuk sementara menggantung.

Sementara, harapan lolos dan masuk dalam program nasional sudah mereka idam-idamkan sejak pertama kali program anyar tersebut diumumkan. ’’Sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya. Kami masih menunggu pengumuman dari tim Kemenpora untuk tahapan seleksi berikutnya,’’ tegas sekretaris manajemen Srikandi Majapahit, Alfiyah Berliyana.

Baca Juga :  Membuka Gerbang Pariwisata Wilayah Barat

Alfiyah menerangkan, karir kedua anak asuhnya di PPLM sangat menjanjikan. Di mana, sejak awal tahapan seleksi administrasi hingga tes fisik Desember 2020 lalu, skill keduanya mampu mengalahkan sejumlah pemain dari luar daerah. Bahkan, nilai Puput dan Ranita mampu bertengger di posisi 11 besar, menyisihkan ratusan pemain yang turut seleksi yang berlangsung di lapangan sawangan Depok.

Akan tetapi, pasca pengumuman seleksi tahap kedua itu, Kemenpora tak kunjung menggelar ujian di tahap berikutnya. Dengan materi uji intelejensi dan psikologi yang rencananya digelar awal Januari ini. Fluktuasi Covid-19 dinilai menjadi alasan Kemenpora tak kunjung menyeleksi kembali para pemain.

’’Kayaknya memang di Jakarta sana situasi Covid-19 belum kondusif. Jadi rentan kalau mereka harus bersaing di tengah-tengah ancaman penularan virus,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Misi Amankan Tiket Semifinal

Ranita merupakan pemain Srikandi Majapahit yang berposisi sebagai gelandang serang. Sementara, Puput berposisi sebagai kiper. Keduanya merupakan penggawa yang turut mengantarkan Srikandi juara tingkat Jawa Timur di kompetisi Piala Menpora U-17 2019 lalu.

Usia yang masih di bawah 20 tahun membuka peluang mereka tergabung dalam program kemenpora yang bertujuan membentuk pemain sepak bola putri tangguh. Jika dalam lolos dan mampu melalui serangkaian pelatihan, mereka juga berpotensi terpilih dalam timnas putri suatu saat nanti. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perasaan campur aduk terus menggelayuti benak dua pemain Srikandi Majapahit, Ranita Suhendi dan Puput Syaharani. Betapa tidak, pasca diumumkan lolos ke fase berikutnya, nasib karir kedua pemain di program beasiswa pusat pendidikan dan latihan mahasiswa (PPLM) nasional tersebut masih buram.

Seleksi yang mereka jalani di program Kemenpora sejak November lalu itu, hingga kini belum cukup menentukan nama mereka lolos atau tidak dari seleksi tingkat nasional. Situasi pandemi Covid-19 yang fluktuatif memaksa nasib mereka untuk sementara menggantung.

Sementara, harapan lolos dan masuk dalam program nasional sudah mereka idam-idamkan sejak pertama kali program anyar tersebut diumumkan. ’’Sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya. Kami masih menunggu pengumuman dari tim Kemenpora untuk tahapan seleksi berikutnya,’’ tegas sekretaris manajemen Srikandi Majapahit, Alfiyah Berliyana.

Baca Juga :  Misi Amankan Tiket Semifinal

Alfiyah menerangkan, karir kedua anak asuhnya di PPLM sangat menjanjikan. Di mana, sejak awal tahapan seleksi administrasi hingga tes fisik Desember 2020 lalu, skill keduanya mampu mengalahkan sejumlah pemain dari luar daerah. Bahkan, nilai Puput dan Ranita mampu bertengger di posisi 11 besar, menyisihkan ratusan pemain yang turut seleksi yang berlangsung di lapangan sawangan Depok.

Akan tetapi, pasca pengumuman seleksi tahap kedua itu, Kemenpora tak kunjung menggelar ujian di tahap berikutnya. Dengan materi uji intelejensi dan psikologi yang rencananya digelar awal Januari ini. Fluktuasi Covid-19 dinilai menjadi alasan Kemenpora tak kunjung menyeleksi kembali para pemain.

’’Kayaknya memang di Jakarta sana situasi Covid-19 belum kondusif. Jadi rentan kalau mereka harus bersaing di tengah-tengah ancaman penularan virus,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Komposisi Pemain U-19 Masih Kurang
- Advertisement -

Ranita merupakan pemain Srikandi Majapahit yang berposisi sebagai gelandang serang. Sementara, Puput berposisi sebagai kiper. Keduanya merupakan penggawa yang turut mengantarkan Srikandi juara tingkat Jawa Timur di kompetisi Piala Menpora U-17 2019 lalu.

Usia yang masih di bawah 20 tahun membuka peluang mereka tergabung dalam program kemenpora yang bertujuan membentuk pemain sepak bola putri tangguh. Jika dalam lolos dan mampu melalui serangkaian pelatihan, mereka juga berpotensi terpilih dalam timnas putri suatu saat nanti. 

Artikel Terkait

Most Read

Ditetapkan, Tapi Tak Ada Ruangan

Pencairan BLT Tersendat. Kenapa?

Kejurda Ditunda, Diganti Tryout

Artikel Terbaru

/