alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Akses Antardesa Terputus

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Akses jalan antardesa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terputus. Itu setelah proyek betonisasi jalan penghubung antara Desa Mojosarirejo dan Mojojajar mengalami patah setelah ambles tergerus air.

Peristiwa ini terjadi pada 4 Desember lalu. Saat itu, kerusakan tak begitu parah. Amblesnya tanah masih terjadi di tepi jalan. Seiring berjalannya waktu, Senin (6/12), kerusakan bertambah.

Jalan beton yang baru selesai digarap Oktober lalu, mengalami patah akibat amblesnya tanah penyangga jalan. ’’Sekarang, aksesnya terputus. Amblesnya tanah ini mengakibatkan konstruksi jalan cor patah,’’ ungkap Camat Kemlagi, Tri Cahyono Harianto, kemarin.

Menurutnya, akses jalan ini merupakan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Selain, untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, juga memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga :  Keberangkatan CJH Sesuai Antrean

Program ini memang bermanfaat untuk dua desa. Sayangnya, jalan ini tak bertahan lama. Selain tanah yang labil, sepanjang jalan ini berdampingan dengan Sungai Marmoyo. Kondisi itu diperparah intensitas curah hujan yang cukup tinggi. ’’Sudah pemadatan dengan alat berat. Yang patah itu, pinggirnya kali Marmoyo. Itu memang langganan longsor,’’ tegasnya.

Hanya saja, lanjut Tri Cahyono, secara kedaruratan, warga sudah memasang anyaman bambu sebagai penahan tanah di pinggir kali marmoyo. Upaya itu untuk menghindari terjadinya longsor susulan. Namun, fakta berkata lain. Tanah yang menjadi pijakan konstruksi cor jalan malah ambles.

Tri Cahyono menyebut, tidak tahu pasti berapa nilai anggaran yang digelontor pemerintah pusat tersebut. Yang pasti, lanjutnya, soal konstruksinya tidak ada masalah. Sebab, selama proses pengerjaan juga dapat pendampingan teknis dari Provinsi Jatim. (ori/ron)

Baca Juga :  Andalkan Testimoni Pelanggan

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Akses jalan antardesa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terputus. Itu setelah proyek betonisasi jalan penghubung antara Desa Mojosarirejo dan Mojojajar mengalami patah setelah ambles tergerus air.

Peristiwa ini terjadi pada 4 Desember lalu. Saat itu, kerusakan tak begitu parah. Amblesnya tanah masih terjadi di tepi jalan. Seiring berjalannya waktu, Senin (6/12), kerusakan bertambah.

Jalan beton yang baru selesai digarap Oktober lalu, mengalami patah akibat amblesnya tanah penyangga jalan. ’’Sekarang, aksesnya terputus. Amblesnya tanah ini mengakibatkan konstruksi jalan cor patah,’’ ungkap Camat Kemlagi, Tri Cahyono Harianto, kemarin.

Menurutnya, akses jalan ini merupakan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Selain, untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, juga memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Batal

Program ini memang bermanfaat untuk dua desa. Sayangnya, jalan ini tak bertahan lama. Selain tanah yang labil, sepanjang jalan ini berdampingan dengan Sungai Marmoyo. Kondisi itu diperparah intensitas curah hujan yang cukup tinggi. ’’Sudah pemadatan dengan alat berat. Yang patah itu, pinggirnya kali Marmoyo. Itu memang langganan longsor,’’ tegasnya.

Hanya saja, lanjut Tri Cahyono, secara kedaruratan, warga sudah memasang anyaman bambu sebagai penahan tanah di pinggir kali marmoyo. Upaya itu untuk menghindari terjadinya longsor susulan. Namun, fakta berkata lain. Tanah yang menjadi pijakan konstruksi cor jalan malah ambles.

- Advertisement -

Tri Cahyono menyebut, tidak tahu pasti berapa nilai anggaran yang digelontor pemerintah pusat tersebut. Yang pasti, lanjutnya, soal konstruksinya tidak ada masalah. Sebab, selama proses pengerjaan juga dapat pendampingan teknis dari Provinsi Jatim. (ori/ron)

Baca Juga :  Bupati Ikfina Datang Door-to-Door Antar Bantuan Alat Usaha

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/