alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Puluhan Penerima Bansos Dicoret

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan penerima manfaat dicoret dari daftar penerima bantuan sosial oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto. Hal itu menyusul warga tersebut tidak mengambil paket bantuan terdampak Covid-19 berupa sembako hingga batas akhir masa penyaluran.

Plt Kepala Dinsos Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, sejak disalurkan 28-29 September lalu, pihaknya telah memberi kesempatan selama sepekan bagi para penerima untuk mengambil di kelurahan. Namun, hingga batas waktu berakhir, belum seluruh paket bansos dicairkan oleh penerima. ’’Sudah kita deadline terakhir kemarin,’’ papar Rabu (7/10).

Namun, pihaknya mengaku belum menerima laporan dari 18 kelurahan se-Kota Mojokerto. Berdasarkan data sementara, sedikitnya sudah ada 70 penerima manfaat yang belum mengambil haknya.

Sehingga, jatah bansos sembako pada penyaluran tahap IV itu dianggap hangus. ’’Jadi, paket bantuan kita tarik kembali,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bansos Sembako Dipangkas Separo

Dia menyebutkan, jika bansos yang kembali ditarik masih berpeluang bertambah. Pasalnya, masih ada sejumlah kelurahan yang belum melaporkan data penerima manfaat. Tidak hanya dianggap hangus, tetapi warga yang tidak mengambil paket sembako juga akan dicoret dari daftar penerima.

Pasalnya, sebagian besar yang tidak mengambil bantuan diketahui telah pindah ke luar Kota Onde-Onde. Selain itu, juga karena meninggal dunia, ekonomi mampu, dobel penerimaan bantuan, hingga bekerja di luar kota. ’’Otomatis kalau misal meninggal dan pindah alamat, penerimaan tahap berikutnya kita coret,’’ ulasnya.

Sekretaris Dinsos Kota Mojokerto ini menyebutkan, pada penyaluran tahap IV lalu jumlah sasaran sebanyak 9.082 keluaga penerima manfaat. Dengan demikian, pada penyaluran tahap berikutnya akan berpatokan dengan jumlah KPM yang mencairkan.

Meski demikian, jumlah kuota penerima tersebut akan dilakukan pembaruan secara berkala. Mengingat, hingga saat ini dinsos masih menampung usulan melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).

Baca Juga :  Bayar Denda Tilang di Kantor Pos, Dilayani sampai Malam

Dengan catatan, calon KPM harus memenuhi sejumlah persyaratan. Meliputi kategori warga layak menerima bantuan berdasarkan surat keterangan RT/RW dan belum menerima bantuan apapun. Jika lolos verifikasi dan validasi, maka warga akan dimasukkan dalam daftar penerima di tahap berikutnya. ’’Walaupun diusulkan RT/RW, kita cek di database untuk memastikan sudah terima bantuan atau tidak sebelumnya. Kalau dobel, tidak bisa,’’ imbuh Heru.

Mantan Wadir RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ini menambahkan, bansos sembako dijatah kuota hingga 10.500 paket. Masing-masing terdiri dari 5 jenis bahan pokok. Antara lain beras 10 kilogram (kg), gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi instan 4 bungkus, serta sarden 1 kaleng. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan penerima manfaat dicoret dari daftar penerima bantuan sosial oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto. Hal itu menyusul warga tersebut tidak mengambil paket bantuan terdampak Covid-19 berupa sembako hingga batas akhir masa penyaluran.

Plt Kepala Dinsos Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, sejak disalurkan 28-29 September lalu, pihaknya telah memberi kesempatan selama sepekan bagi para penerima untuk mengambil di kelurahan. Namun, hingga batas waktu berakhir, belum seluruh paket bansos dicairkan oleh penerima. ’’Sudah kita deadline terakhir kemarin,’’ papar Rabu (7/10).

Namun, pihaknya mengaku belum menerima laporan dari 18 kelurahan se-Kota Mojokerto. Berdasarkan data sementara, sedikitnya sudah ada 70 penerima manfaat yang belum mengambil haknya.

Sehingga, jatah bansos sembako pada penyaluran tahap IV itu dianggap hangus. ’’Jadi, paket bantuan kita tarik kembali,’’ terangnya.

Baca Juga :  Siapkan 400 Porsi Makanan Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Dia menyebutkan, jika bansos yang kembali ditarik masih berpeluang bertambah. Pasalnya, masih ada sejumlah kelurahan yang belum melaporkan data penerima manfaat. Tidak hanya dianggap hangus, tetapi warga yang tidak mengambil paket sembako juga akan dicoret dari daftar penerima.

Pasalnya, sebagian besar yang tidak mengambil bantuan diketahui telah pindah ke luar Kota Onde-Onde. Selain itu, juga karena meninggal dunia, ekonomi mampu, dobel penerimaan bantuan, hingga bekerja di luar kota. ’’Otomatis kalau misal meninggal dan pindah alamat, penerimaan tahap berikutnya kita coret,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Sekretaris Dinsos Kota Mojokerto ini menyebutkan, pada penyaluran tahap IV lalu jumlah sasaran sebanyak 9.082 keluaga penerima manfaat. Dengan demikian, pada penyaluran tahap berikutnya akan berpatokan dengan jumlah KPM yang mencairkan.

Meski demikian, jumlah kuota penerima tersebut akan dilakukan pembaruan secara berkala. Mengingat, hingga saat ini dinsos masih menampung usulan melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).

Baca Juga :  Awal Januari, Penyaluran Bansos Sembako Dijatah Rp 150 Ribu

Dengan catatan, calon KPM harus memenuhi sejumlah persyaratan. Meliputi kategori warga layak menerima bantuan berdasarkan surat keterangan RT/RW dan belum menerima bantuan apapun. Jika lolos verifikasi dan validasi, maka warga akan dimasukkan dalam daftar penerima di tahap berikutnya. ’’Walaupun diusulkan RT/RW, kita cek di database untuk memastikan sudah terima bantuan atau tidak sebelumnya. Kalau dobel, tidak bisa,’’ imbuh Heru.

Mantan Wadir RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ini menambahkan, bansos sembako dijatah kuota hingga 10.500 paket. Masing-masing terdiri dari 5 jenis bahan pokok. Antara lain beras 10 kilogram (kg), gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi instan 4 bungkus, serta sarden 1 kaleng. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/