alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Tunda Haji, CJH Terancam Blacklist

MOJOKERTO – Keseriusan Kementerian Agama (Kemenag) dalam mengatur kelancaran ibadah haji bagi jamaah Indonesia di tahun-tahun yang akan datang tampaknya tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, Kemenag kembali mengeluarkan keputusan tegas dengan mengancam mem-blacklist bagi calon jamaah haji (CJH) yang menunda keberangkatan hajinya tahun ini.

Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk meminimalisir munculnya open seat dan kecurangan dokumen sesaat sebelum keberangkatan. Sehingga kuota haji Indonesia bisa terpenuhi tanpa ada kekosongan kursi. Ancaman tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Pusat untuk diteruskan ke semua perwakilan Kemenag di daerah beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Suguhkan Tari hingga Musikalisasi Puisi

Edaran tersebut bermula dari keluhan Kedutaan Besar Arab Saudi yang berkali-kali mengeluarkan dokumen visa bagi CJH, namun ternyata masih banyak ditemui yang tidak merealisasikan untuk ibadah haji. Hal itu yang membuat Kedutaan mengancam tidak akan mengeluarkan visa atas nama CJH yang sama dalam kurun waktu tahun yang berurutan.

”Edaran tersebut berlaku untuk semua CJH. Artinya, bagi CJH yang meskipun sudah lunas tapi menunda, kemungkinan tahun depan tidak bisa diperbolehkan berangkat haji karena Kedutaan tidak mengeluarkan visa bagi CJH yang di-blacklist,” terang Mukti Ali, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto sesaat setelah Pembekalan Haji di Pendapa Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Selasa (8/8) pagi.

Mukti tak menampik, dari 1.889 CJH Mojokerto yang dinyatakan berhak berangkat di tahun ini ternyata masih ada 19 CJH yang memilih menunda berangkat. Pilihan tersebut karena beberapa alasan. Seperti sakit, dokumen tidak beres, hingga menunda karena anggota keluarga yang lain gagal berangkat.

Baca Juga :  Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku, Gelar Berbagai Kegiatan dan Lomba

Penundaan itu yang membuat porsi haji mereka kini terancam di-blacklist di keberangkatan tahun depan. ”Ada 19 CJH yang menunda karena sakit. Ada juga satu jamaah yang menunda karena anggota keluarga lain dokumennya belum beres. Semoga saja edaran tersebut akan berlaku untuk tahun depan, jadi untuk yang menunda tahun ini masih ada dispensasi,” imbuhnya.

Akibat penundaan ini, total rombongan haji tahun ini berjumlah 1.789  CJH. Jumlah tersebut setelah dikurangi 24 CJH yang menunda karena meninggal dunia dan sakit.

MOJOKERTO – Keseriusan Kementerian Agama (Kemenag) dalam mengatur kelancaran ibadah haji bagi jamaah Indonesia di tahun-tahun yang akan datang tampaknya tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, Kemenag kembali mengeluarkan keputusan tegas dengan mengancam mem-blacklist bagi calon jamaah haji (CJH) yang menunda keberangkatan hajinya tahun ini.

Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk meminimalisir munculnya open seat dan kecurangan dokumen sesaat sebelum keberangkatan. Sehingga kuota haji Indonesia bisa terpenuhi tanpa ada kekosongan kursi. Ancaman tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Pusat untuk diteruskan ke semua perwakilan Kemenag di daerah beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pasangan Kekasih Aborsi di Kamar lalu Dikubur di Samping Rumah

Edaran tersebut bermula dari keluhan Kedutaan Besar Arab Saudi yang berkali-kali mengeluarkan dokumen visa bagi CJH, namun ternyata masih banyak ditemui yang tidak merealisasikan untuk ibadah haji. Hal itu yang membuat Kedutaan mengancam tidak akan mengeluarkan visa atas nama CJH yang sama dalam kurun waktu tahun yang berurutan.

”Edaran tersebut berlaku untuk semua CJH. Artinya, bagi CJH yang meskipun sudah lunas tapi menunda, kemungkinan tahun depan tidak bisa diperbolehkan berangkat haji karena Kedutaan tidak mengeluarkan visa bagi CJH yang di-blacklist,” terang Mukti Ali, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto sesaat setelah Pembekalan Haji di Pendapa Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Selasa (8/8) pagi.

- Advertisement -

Mukti tak menampik, dari 1.889 CJH Mojokerto yang dinyatakan berhak berangkat di tahun ini ternyata masih ada 19 CJH yang memilih menunda berangkat. Pilihan tersebut karena beberapa alasan. Seperti sakit, dokumen tidak beres, hingga menunda karena anggota keluarga yang lain gagal berangkat.

Baca Juga :  Sunrise Mall Mojokerto, Gandeng Grab hingga Layani Swab

Penundaan itu yang membuat porsi haji mereka kini terancam di-blacklist di keberangkatan tahun depan. ”Ada 19 CJH yang menunda karena sakit. Ada juga satu jamaah yang menunda karena anggota keluarga lain dokumennya belum beres. Semoga saja edaran tersebut akan berlaku untuk tahun depan, jadi untuk yang menunda tahun ini masih ada dispensasi,” imbuhnya.

Akibat penundaan ini, total rombongan haji tahun ini berjumlah 1.789  CJH. Jumlah tersebut setelah dikurangi 24 CJH yang menunda karena meninggal dunia dan sakit.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/