alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

DPC PKB Lapor DPP Perihal Peristiwa Dukungan Kader-Pengurus ke Ikbar

KABUPATEN, Jawa Pos Radar MojokertoLangkah DPC PKB Kabupaten Mojokerto dalam menyiapkan sanksi dan mencari otak intelektual di balik ratusan kader dan pengurus yang mengalihkan dukungan kepada pasangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) bakal terdengar hingga tingkat DPP PKB.

Fungsionaris partai berlambang bola dunia ini memastikan akan melaporkan peristiwa tersebut, dan sinyalemen oknum di balik otak intelektual yang melakukan manuver politik tersebut ke petinggi partai di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Meski belum secara gamblang menyebutkan siapa tokoh intelektual yang mampu menggerakkan kader dan pengurus tersebut mengalihkan dukungan di luar bakal pasangan calon (bapaslon) pilkada yang tidak diusung PKB. ’’Kami sudah mencemarmati banyak hal tentang ini (manuver politik).

Siapa-siapa tokoh di balik itu. Namun, akan kami bahas dulu dalam internal partai,’’ ungkap Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto M. Irsyad Azhari, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, tadi malam.

Memang, fungsionaris partai di tingkat daerah ini mengaku tidak terkejut atas pilihan politik beberapa kader dan pengurus partai. Selain dinilai sebagai bentuk dinamika politik, meski dilakukan di luar instruksi partai. Namun, hal itu dinilai PKB sudah melanggar garis partai yang telah ditetapkan dalam AD/ART.

’’Hasil dari pembahasan internal nanti segera kita laporkan kepada DPW dan DPP PKB. Kita minta petunjuk dan arahan. Dengan harapan hal ini segera selesai,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Bupati Percepat Proses Lelang

Dia menuturkan, memang dalam memutuskan segala keputusan DPC PKB tidak bisa melakukan sendiri. Namun, harus melalui petunjuk pengurus partai di atasnya. Semisal, lanjut Irsyad, harus benar-benar memahami dengan penuh kehati-hatian mencermati masalah.

Mempelajari tingkat kesalahan atau mempelajari langkah politis kader maupun pengurus yang memang belum satu suara. ’’Artinya, partai sendiri tidak serta merta memutuskan. Toh, kalau memang ada kader membelot dan bisa dibina kembali untuk membesarkan partai kenapa tidak,’’ imbuh dia.

Memang, pasca peristiwa adanya kader dan pengurus partai yang mengalihkan dukungan, kemarin DPC PKB lantas mengevaluasi secara menyeluruh. Baik terhadap internal partai maupun kader dan pengurus. Evaluasi disertai konsolidasi ini diharapkan kembali merapatkan barisan agar peristiwa serupa tidak terulang.

’’Ada upaya pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah PKB. Dengan demikian konsolidasi partai ini harus segera dilakukan. Karena kita tidak ingin hal yang sama terjadi pada semua kader dan pengurus partai,’’ katanya.

’’Makanya, nanti akan kita identifikasi dulu siapa kader dan pengurus yang diduga membelot itu. Bila perlu kita panggil untuk diklarifikasi,’’ tambahnya.

Di antara hasil konsolidasi tersebut adalah menyatukan kembali kader dan pengurus agar sama-sama menghormati garis partai. Selain itu, mengukuhkan kembali bahwa kandidat yang usung dalam pilkada 9 Desember nanti adalah adik kandung Menaker Ida Fauziyah, Titik Masudah.

Di mana, lanjut Irsyad, saat ini telah ”dijodohkan” bersama petahana Pungkasiadi yang tak lain adalah incumbent sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto. Sehingga jalinan koalisi nasionalis-religius ke depan tidak terganggu kembali dengan kerikil-kerikil politik yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga :  Ikfina-Gus Barra, Running demi Perjuangan

”Kita mengimbau kepada semua kader dan pengurus untuk bersabar. Tetap menjunjung tinggi keputusan partai. Tegak lurus dan tidak mudah dipecah belah. Bahwa, yang jelas PKB memiliki kandidat sendiri di pilkada, dan itu adalah bu Titik Masudah,” paparnya.

Sebelumnya DPC PKB Kabupaten Mojokerto mengaku tidak terkejut dengan manuver ratusan pengurus dan kader yang mendukung bakal pasangan calon bacabup-bacawabup Ikbar). Namun, partai berlambang bola dunia ini menegaskan akan menjatuhkan sanksi kepada pengurus dan kader yang dinilai tidak mengikuti garis partai atau bahkan membelot.

Ancaman sanksi tersebut dari berupa pencabutan kartu tanda anggota (KTA) partai hingga pemecatan. Menyusul, Minggu (5/7) lalu, ratusan kader partai bintang sembilan ini mengalihkan dukungannya ke Ikbar.

Berlokasi di Institut KH Abdul Chalim, Jalan Raya Tirtowening, Bendunganjati, Kecamatan Pacet, ratusan kader dan berbagai Pengurus Anak Cabang  (PAC) hadir dalam deklarasi dukungan berbalut Istighotsah Kubro tersebut.

Sejumlah tokoh PKB nampak hadir di acara itu. Di antaranya, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto periode 1999-2004 Ahmad Baidhowi, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Mojokerto Nyai Nur Sholihah, hingga pengurus DPC PKB aktif, M. Thoyib. (abi)

 

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar MojokertoLangkah DPC PKB Kabupaten Mojokerto dalam menyiapkan sanksi dan mencari otak intelektual di balik ratusan kader dan pengurus yang mengalihkan dukungan kepada pasangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) bakal terdengar hingga tingkat DPP PKB.

Fungsionaris partai berlambang bola dunia ini memastikan akan melaporkan peristiwa tersebut, dan sinyalemen oknum di balik otak intelektual yang melakukan manuver politik tersebut ke petinggi partai di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Meski belum secara gamblang menyebutkan siapa tokoh intelektual yang mampu menggerakkan kader dan pengurus tersebut mengalihkan dukungan di luar bakal pasangan calon (bapaslon) pilkada yang tidak diusung PKB. ’’Kami sudah mencemarmati banyak hal tentang ini (manuver politik).

Siapa-siapa tokoh di balik itu. Namun, akan kami bahas dulu dalam internal partai,’’ ungkap Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto M. Irsyad Azhari, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, tadi malam.

Memang, fungsionaris partai di tingkat daerah ini mengaku tidak terkejut atas pilihan politik beberapa kader dan pengurus partai. Selain dinilai sebagai bentuk dinamika politik, meski dilakukan di luar instruksi partai. Namun, hal itu dinilai PKB sudah melanggar garis partai yang telah ditetapkan dalam AD/ART.

’’Hasil dari pembahasan internal nanti segera kita laporkan kepada DPW dan DPP PKB. Kita minta petunjuk dan arahan. Dengan harapan hal ini segera selesai,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Plengsengan Jalan Antarkabupaten Longsor
- Advertisement -

Dia menuturkan, memang dalam memutuskan segala keputusan DPC PKB tidak bisa melakukan sendiri. Namun, harus melalui petunjuk pengurus partai di atasnya. Semisal, lanjut Irsyad, harus benar-benar memahami dengan penuh kehati-hatian mencermati masalah.

Mempelajari tingkat kesalahan atau mempelajari langkah politis kader maupun pengurus yang memang belum satu suara. ’’Artinya, partai sendiri tidak serta merta memutuskan. Toh, kalau memang ada kader membelot dan bisa dibina kembali untuk membesarkan partai kenapa tidak,’’ imbuh dia.

Memang, pasca peristiwa adanya kader dan pengurus partai yang mengalihkan dukungan, kemarin DPC PKB lantas mengevaluasi secara menyeluruh. Baik terhadap internal partai maupun kader dan pengurus. Evaluasi disertai konsolidasi ini diharapkan kembali merapatkan barisan agar peristiwa serupa tidak terulang.

’’Ada upaya pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah PKB. Dengan demikian konsolidasi partai ini harus segera dilakukan. Karena kita tidak ingin hal yang sama terjadi pada semua kader dan pengurus partai,’’ katanya.

’’Makanya, nanti akan kita identifikasi dulu siapa kader dan pengurus yang diduga membelot itu. Bila perlu kita panggil untuk diklarifikasi,’’ tambahnya.

Di antara hasil konsolidasi tersebut adalah menyatukan kembali kader dan pengurus agar sama-sama menghormati garis partai. Selain itu, mengukuhkan kembali bahwa kandidat yang usung dalam pilkada 9 Desember nanti adalah adik kandung Menaker Ida Fauziyah, Titik Masudah.

Di mana, lanjut Irsyad, saat ini telah ”dijodohkan” bersama petahana Pungkasiadi yang tak lain adalah incumbent sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto. Sehingga jalinan koalisi nasionalis-religius ke depan tidak terganggu kembali dengan kerikil-kerikil politik yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga :  Ikfina-Gus Barra, Running demi Perjuangan

”Kita mengimbau kepada semua kader dan pengurus untuk bersabar. Tetap menjunjung tinggi keputusan partai. Tegak lurus dan tidak mudah dipecah belah. Bahwa, yang jelas PKB memiliki kandidat sendiri di pilkada, dan itu adalah bu Titik Masudah,” paparnya.

Sebelumnya DPC PKB Kabupaten Mojokerto mengaku tidak terkejut dengan manuver ratusan pengurus dan kader yang mendukung bakal pasangan calon bacabup-bacawabup Ikbar). Namun, partai berlambang bola dunia ini menegaskan akan menjatuhkan sanksi kepada pengurus dan kader yang dinilai tidak mengikuti garis partai atau bahkan membelot.

Ancaman sanksi tersebut dari berupa pencabutan kartu tanda anggota (KTA) partai hingga pemecatan. Menyusul, Minggu (5/7) lalu, ratusan kader partai bintang sembilan ini mengalihkan dukungannya ke Ikbar.

Berlokasi di Institut KH Abdul Chalim, Jalan Raya Tirtowening, Bendunganjati, Kecamatan Pacet, ratusan kader dan berbagai Pengurus Anak Cabang  (PAC) hadir dalam deklarasi dukungan berbalut Istighotsah Kubro tersebut.

Sejumlah tokoh PKB nampak hadir di acara itu. Di antaranya, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto periode 1999-2004 Ahmad Baidhowi, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Mojokerto Nyai Nur Sholihah, hingga pengurus DPC PKB aktif, M. Thoyib. (abi)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/