alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Warna Cabai Luntur saat Dimasak

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Baru-baru ini warga dikejutkan dengan beredarnya unggahan foto di media sosial (medos) yang menjelaskan warna cabai luntur saat dimasak. Sang pengunggah yang disebut-sebut asal Mojoanyar itu turut mengingatkan masyarakat akan cabai dengan warna aneh. Tidak alami dan diduga membahayakan.

Namun, untuk memastikan apakah cabai tersebut mengandung cat warna atau tidak, kemarin Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto lantas menelusuri unggahan tersebut. ’’Segera akan kita telusuri,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Sebagai langkah awal polisi bakal melakukan pencarian pemilik akun yang kali pertama mengunggah warna cabai saat dimasak. Hal ini sekaligus untuk memastikan benar tidaknya informasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

’’Satgas pangan akan cek soal itu. Kita turun ke lapangan, kita cek sama-sama pemerintah, kalau benar ada (dugaan pemalsuan cabai) pelakunya kita amankan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Ajukan Bantuan Internet Rp 8 Miliar

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengaku pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto. Melibatkan kepolisian, mereka akan melakukan penelusuran sekaligus penyelidikan. ’’Yang pasti, kita cari dulu profil pengunggahnya. Baru dari situ kita bisa kembangkan,’’ katanya.

Atas dugaan warna cabai luntur saat dimasak ini, kemarin disperindag sudah mengantongi informasi. Petugas diturunkan untuk mengungkap identitas pemilik akun. Disperindag juga sudah mendapati nomor pemilik akun sebagai modal awal penelusuran ke lapangan. Iwan menegaskan, dugaan peredaran warna cabai luntur ini tentu menjadi atensi disperindag.

Sebab, jika benar terjadi, hal tersebut jelas menyalahi peraturan dan merugikan konsumen. Apalagi, kasus ini juga sempat terjadi di bebarapa daerah. Seperti di Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu. ’’Nomor pemilik akun sudah kita kantongi. Tentu, ini menjadi awal kita melangkah, semoga, ini nanti juga bisa menjadikan titik terang dalam pengungkapan (cabai dicat). Doa kan saja, yang jelas akan kita tindaklanjuti bersama satgas pangan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kapolresta Targetkan Vaksin Karyawan 43 Perusahaan

Dugaan adanya cabai rawit dicat ini sempat viral di grup media sosial Facebook. Itu setelah salah satu akun Muhammadbaihaki mengunggah alat pengggorengan di dalam wajan tampak cairan warna oranye yang diduga warna cabai yang luntur saat digoreng. Dalam keterangan foto (caption), pemilik akun menjelaskan sempat tidak percaya atas beredarnya cabai dicat yang terjadi di beberapa daerah sebelumnya. ”Tak kira hoax ternyata asli bos lombo ijo dicat oranye, digoreng minyak e dadi ngunu,” tulisnya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Baru-baru ini warga dikejutkan dengan beredarnya unggahan foto di media sosial (medos) yang menjelaskan warna cabai luntur saat dimasak. Sang pengunggah yang disebut-sebut asal Mojoanyar itu turut mengingatkan masyarakat akan cabai dengan warna aneh. Tidak alami dan diduga membahayakan.

Namun, untuk memastikan apakah cabai tersebut mengandung cat warna atau tidak, kemarin Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto lantas menelusuri unggahan tersebut. ’’Segera akan kita telusuri,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Sebagai langkah awal polisi bakal melakukan pencarian pemilik akun yang kali pertama mengunggah warna cabai saat dimasak. Hal ini sekaligus untuk memastikan benar tidaknya informasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

’’Satgas pangan akan cek soal itu. Kita turun ke lapangan, kita cek sama-sama pemerintah, kalau benar ada (dugaan pemalsuan cabai) pelakunya kita amankan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Ajukan Bantuan Internet Rp 8 Miliar

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengaku pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto. Melibatkan kepolisian, mereka akan melakukan penelusuran sekaligus penyelidikan. ’’Yang pasti, kita cari dulu profil pengunggahnya. Baru dari situ kita bisa kembangkan,’’ katanya.

Atas dugaan warna cabai luntur saat dimasak ini, kemarin disperindag sudah mengantongi informasi. Petugas diturunkan untuk mengungkap identitas pemilik akun. Disperindag juga sudah mendapati nomor pemilik akun sebagai modal awal penelusuran ke lapangan. Iwan menegaskan, dugaan peredaran warna cabai luntur ini tentu menjadi atensi disperindag.

- Advertisement -

Sebab, jika benar terjadi, hal tersebut jelas menyalahi peraturan dan merugikan konsumen. Apalagi, kasus ini juga sempat terjadi di bebarapa daerah. Seperti di Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu. ’’Nomor pemilik akun sudah kita kantongi. Tentu, ini menjadi awal kita melangkah, semoga, ini nanti juga bisa menjadikan titik terang dalam pengungkapan (cabai dicat). Doa kan saja, yang jelas akan kita tindaklanjuti bersama satgas pangan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sekolah Libur, Dilarang Liburan

Dugaan adanya cabai rawit dicat ini sempat viral di grup media sosial Facebook. Itu setelah salah satu akun Muhammadbaihaki mengunggah alat pengggorengan di dalam wajan tampak cairan warna oranye yang diduga warna cabai yang luntur saat digoreng. Dalam keterangan foto (caption), pemilik akun menjelaskan sempat tidak percaya atas beredarnya cabai dicat yang terjadi di beberapa daerah sebelumnya. ”Tak kira hoax ternyata asli bos lombo ijo dicat oranye, digoreng minyak e dadi ngunu,” tulisnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/