alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Lahan Makam Ini Khusus Korban Korona

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mengaca berbagai penolakan warga terkait pemakaman korban Covid-19 di sejumlah daerah membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto gerak cepat. Bekerja sama dengan Perhutani, pemerintah akhirnya menyiapkan lahan seluas 0,1 hektare atau 100 meter persegi  untuk pemakaman khusus. Hal itu sebagai antisipasi terjadi penolakan warga terhadap pemakaman korban virus korona. Langkah itu sekaligus berdasar permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Lahan berstatus milik Perhutani ini berada di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Jaraknya sekitar 0,5 kilometer dari permukiman warga. Sedangkan dari Jalan Raya Mojokerto-Dawarblandong sekitar 400 meter. Tepatnya di petak 81D. ’’Bercermin dari kejadian penolakan di daerah lain, maka Provinsi Jawa Timur mengantisipasi itu dengan menyediakan tanah makam khusus untuk PDP ataupun penderita positif Covid-19,’’ kata Camat Dawarblandong Norman Handhito, kemarin di tengah melakukam peninjauan lahan.

Disebutkannya, penyediaan makam khusus ini tak hanya di Mojokerto. Informasi yang didapatnya dari BPBD Provinsi, setidaknya ada sembilan daerah di Jawa Timur. ’’Jadi salah satunya di Mojokerto,’’ tambahnya.

Persiapan lahan pemakaman Covid-19 seluas 100 meter persegi ini diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 40 liang lahat dengan estimasi jarak 2 meter tiap liang lahat. Pemilihan lokasi pemakaman ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan Perhutani.

Baca Juga :  Makam Khusus Korban Korona, Menuai Pro-Kontra

Kata Norman, berdasarkan informasi yang diterima kesembilan daerah di Jawa Timur tersebut memang memiliki lahan Perhutani. Salah satunya Kabupaten Mojokerto. Hal itu dikarenakan pemerintah tidak perlu kesulitan dalam pembebasan lahan di daerah masing-masing yang terdapat kawasan Perhutani. Ditambah lqgi, untuk di Mojokerto, ada lahan yang sedang tidak digunakan atau lahan tak produksi milik Perhutani. ’’Sehingga koordinasi pemerintah lebih mudah. Dan tidak melakukan pembebasan lahan. Tapi, amat sangat berharap, lokasi yang kami siapkan tidak pernah akan terisi,’’ jelasnya.

Akses yang dilalui menuju lokasi peruntukan pemakaman sampai saat ini masih berupa jalan setapak. Jika di musim penghujan seperti sekarang ini, jalanan selebar 2 meter lebih itu hanya bisa dilalui pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Itu pun harus hati-hati jika tak ingin terpeleset. Untuk itu, masih perlu dilakukan pengurukan jalan sebagai akses keluar masuk kendaraan.

 

Camat Akui Belum Ada Sosialisasi

Disinggung soal respons masyarakat, Norman mengaku, belum ada sosialisai secara langsung. Sebab, status lahan peruntukan pemamakaman ini masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ’’Sekarang juga dalam kajian. Beberapa kali tim dari provinsi sudah melakukan peninjauan di lokasi. Manakala itu disetujui, maka kami akan melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Ning Ita Terima Penghargaan APE 2021

Memang, sebagian besar di area tersebut digunakan warga sekitar sebagai lahan pertanian. Seperti, lombok dan jagung. Norman berharap, warga tidak melakukan penolakan terkait perencanaan penyediaan lahan pemakaman Covid-19 yang berada di kawasan hutan kayu putih itu. Sebab, keberadaannya juga jauh dari pemukiman warga. Selain itu, dulunya, area ini juga sebagai makam warga dusun sekitar. Hanya saja, saat ini, lahan ini sudah tidak difungsikan lagi. ’’Tanah ini juga dipersiapkan sebagai tanah alternatif untuk tempat pemakaman Covid-19, terutama PDP yang kebetulan ditolak dimakamkan di tempat tinggalnya,’’ imbuhnya.

Kepala Pengelola Kawasan Hutan (KPH) Kemuning, Suwanta, menambahkan, kawasan yang bakal menjadi pemakaman Covid-19 ini merupakan kawasan Lapangan Diistimewakan (LDTI). ’’Meskipun tidak dipakai jadi hutan produksi, selamanya ya tetap dibiarkan. Dan memang dulunya dipakai untuk makam dusun setempat. Tapi saya juga tidak tahu sejak kapan digunakan sebagai makam. Cuman saat ini sudah tidak digunakan lagi,’’ terangnya.

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mengaca berbagai penolakan warga terkait pemakaman korban Covid-19 di sejumlah daerah membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto gerak cepat. Bekerja sama dengan Perhutani, pemerintah akhirnya menyiapkan lahan seluas 0,1 hektare atau 100 meter persegi  untuk pemakaman khusus. Hal itu sebagai antisipasi terjadi penolakan warga terhadap pemakaman korban virus korona. Langkah itu sekaligus berdasar permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Lahan berstatus milik Perhutani ini berada di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Jaraknya sekitar 0,5 kilometer dari permukiman warga. Sedangkan dari Jalan Raya Mojokerto-Dawarblandong sekitar 400 meter. Tepatnya di petak 81D. ’’Bercermin dari kejadian penolakan di daerah lain, maka Provinsi Jawa Timur mengantisipasi itu dengan menyediakan tanah makam khusus untuk PDP ataupun penderita positif Covid-19,’’ kata Camat Dawarblandong Norman Handhito, kemarin di tengah melakukam peninjauan lahan.

Disebutkannya, penyediaan makam khusus ini tak hanya di Mojokerto. Informasi yang didapatnya dari BPBD Provinsi, setidaknya ada sembilan daerah di Jawa Timur. ’’Jadi salah satunya di Mojokerto,’’ tambahnya.

Persiapan lahan pemakaman Covid-19 seluas 100 meter persegi ini diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 40 liang lahat dengan estimasi jarak 2 meter tiap liang lahat. Pemilihan lokasi pemakaman ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan Perhutani.

Baca Juga :  Makam Khusus Korban Korona, Menuai Pro-Kontra

Kata Norman, berdasarkan informasi yang diterima kesembilan daerah di Jawa Timur tersebut memang memiliki lahan Perhutani. Salah satunya Kabupaten Mojokerto. Hal itu dikarenakan pemerintah tidak perlu kesulitan dalam pembebasan lahan di daerah masing-masing yang terdapat kawasan Perhutani. Ditambah lqgi, untuk di Mojokerto, ada lahan yang sedang tidak digunakan atau lahan tak produksi milik Perhutani. ’’Sehingga koordinasi pemerintah lebih mudah. Dan tidak melakukan pembebasan lahan. Tapi, amat sangat berharap, lokasi yang kami siapkan tidak pernah akan terisi,’’ jelasnya.

Akses yang dilalui menuju lokasi peruntukan pemakaman sampai saat ini masih berupa jalan setapak. Jika di musim penghujan seperti sekarang ini, jalanan selebar 2 meter lebih itu hanya bisa dilalui pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Itu pun harus hati-hati jika tak ingin terpeleset. Untuk itu, masih perlu dilakukan pengurukan jalan sebagai akses keluar masuk kendaraan.

- Advertisement -

 

Camat Akui Belum Ada Sosialisasi

Disinggung soal respons masyarakat, Norman mengaku, belum ada sosialisai secara langsung. Sebab, status lahan peruntukan pemamakaman ini masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ’’Sekarang juga dalam kajian. Beberapa kali tim dari provinsi sudah melakukan peninjauan di lokasi. Manakala itu disetujui, maka kami akan melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Sepekan Jelang Ramadan, Harga Telur Tembus hingga Rp 25 Ribu

Memang, sebagian besar di area tersebut digunakan warga sekitar sebagai lahan pertanian. Seperti, lombok dan jagung. Norman berharap, warga tidak melakukan penolakan terkait perencanaan penyediaan lahan pemakaman Covid-19 yang berada di kawasan hutan kayu putih itu. Sebab, keberadaannya juga jauh dari pemukiman warga. Selain itu, dulunya, area ini juga sebagai makam warga dusun sekitar. Hanya saja, saat ini, lahan ini sudah tidak difungsikan lagi. ’’Tanah ini juga dipersiapkan sebagai tanah alternatif untuk tempat pemakaman Covid-19, terutama PDP yang kebetulan ditolak dimakamkan di tempat tinggalnya,’’ imbuhnya.

Kepala Pengelola Kawasan Hutan (KPH) Kemuning, Suwanta, menambahkan, kawasan yang bakal menjadi pemakaman Covid-19 ini merupakan kawasan Lapangan Diistimewakan (LDTI). ’’Meskipun tidak dipakai jadi hutan produksi, selamanya ya tetap dibiarkan. Dan memang dulunya dipakai untuk makam dusun setempat. Tapi saya juga tidak tahu sejak kapan digunakan sebagai makam. Cuman saat ini sudah tidak digunakan lagi,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/