alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Proyek Pembangunan Sekarsari Rampung

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembangunan Pemandian Sekarsari Kota Mojokerto yang sempat molor, kini sudah rampung. Namun, untuk pemanfaatannya masih menunggu penyerahan dari rekanan ke pemkot.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menyebutkan, proyek revitalisasi Pemandian Sekarsari belum tuntas 100 persen. Meski sentuhan fisik dipastikan telah rampung, tetapi saat ini masih menyisakan tahap administasi. ’’Secara fisik di lapangan sudah selesai, tapi masih saya katakan belum 100 persen karena tinggal proses administrasi,’’ terangnya, kemarin.
Proyek pengembangan bangunan penunjang Pemandian Sekarsari sebenarnya dikerjakan pada tahun anggaran 2021. Namun, proyek konstruksi yang dikerjakan CV Sumber Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp 8,6 miliar itu gagal selesai di pengujung tahun lalu. Sehingga dilakukan perpanjangan kontrak dengan denda untuk penyelesaian di awal 2022 ini.
Mashudi menyebut, saat ini sudah tidak ada lagi pekerjaan konstruksi di Pemandian Sekarsari. Hanya tinggal proses audit sebagai dasar pembayaran kepada kontraktor. ’’Kita ajukan audit ke Inspektorat,’’ tandas Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.
Berita acara serah terima (BAST) proyek Pemandian Sekarsari belum diserahkan dari rekanan ke DPUPRPRKP. Diperkirakan, tahap administrasi akan tuntas sebelum pergantian triwulan pertama tahun ini. ’’Kalau dari rekanan sudah diserahkan ke kita, Sekarsari bisa langsung dimanfaatkan,’’ sebut dia.
Mashudi mengatakan, proyek konstruksi yang dikerjakan secara multiyears itu bakal diserahkan ke Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto sebagai pengelola. Pasalnya, perusahaan umum daerah (perumda) yang rencana dibentuk 2021 lalu untuk menaungi aneka usaha milik Pemkot Mojokerto tertunda pelaksanaannya. ’’Sebelum perusahaan umum daerah belum terbentuk, pengelolaa Pemandian Sekarsari nanti dikelola oleh Disporapar,’’ tandasnya.
Untuk diketahui, revitalisasi Pemandian Sekarsari telah disentuh sejak 2020. Perombakan tahap pertama telah menyerap APBD sebesar Rp 9,6 miliar. Pekerjaan fisik berlanjut di 2021 dengan mengucurkan Rp 8,6 miliar. Sehingga, total anggaran yang telah digelontor Pemkot Mojokerto untuk revitalisasi kolam renang tertua di Kota Onde-Onde itu mencapai Rp 18,2 miliar. (ram/abi)

Baca Juga :  Pemandian Sekarsari Bakal Dioperasionalkan Tahun Ini

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembangunan Pemandian Sekarsari Kota Mojokerto yang sempat molor, kini sudah rampung. Namun, untuk pemanfaatannya masih menunggu penyerahan dari rekanan ke pemkot.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menyebutkan, proyek revitalisasi Pemandian Sekarsari belum tuntas 100 persen. Meski sentuhan fisik dipastikan telah rampung, tetapi saat ini masih menyisakan tahap administasi. ’’Secara fisik di lapangan sudah selesai, tapi masih saya katakan belum 100 persen karena tinggal proses administrasi,’’ terangnya, kemarin.
Proyek pengembangan bangunan penunjang Pemandian Sekarsari sebenarnya dikerjakan pada tahun anggaran 2021. Namun, proyek konstruksi yang dikerjakan CV Sumber Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp 8,6 miliar itu gagal selesai di pengujung tahun lalu. Sehingga dilakukan perpanjangan kontrak dengan denda untuk penyelesaian di awal 2022 ini.
Mashudi menyebut, saat ini sudah tidak ada lagi pekerjaan konstruksi di Pemandian Sekarsari. Hanya tinggal proses audit sebagai dasar pembayaran kepada kontraktor. ’’Kita ajukan audit ke Inspektorat,’’ tandas Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.
Berita acara serah terima (BAST) proyek Pemandian Sekarsari belum diserahkan dari rekanan ke DPUPRPRKP. Diperkirakan, tahap administrasi akan tuntas sebelum pergantian triwulan pertama tahun ini. ’’Kalau dari rekanan sudah diserahkan ke kita, Sekarsari bisa langsung dimanfaatkan,’’ sebut dia.
Mashudi mengatakan, proyek konstruksi yang dikerjakan secara multiyears itu bakal diserahkan ke Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto sebagai pengelola. Pasalnya, perusahaan umum daerah (perumda) yang rencana dibentuk 2021 lalu untuk menaungi aneka usaha milik Pemkot Mojokerto tertunda pelaksanaannya. ’’Sebelum perusahaan umum daerah belum terbentuk, pengelolaa Pemandian Sekarsari nanti dikelola oleh Disporapar,’’ tandasnya.
Untuk diketahui, revitalisasi Pemandian Sekarsari telah disentuh sejak 2020. Perombakan tahap pertama telah menyerap APBD sebesar Rp 9,6 miliar. Pekerjaan fisik berlanjut di 2021 dengan mengucurkan Rp 8,6 miliar. Sehingga, total anggaran yang telah digelontor Pemkot Mojokerto untuk revitalisasi kolam renang tertua di Kota Onde-Onde itu mencapai Rp 18,2 miliar. (ram/abi)

Baca Juga :  Ajak Korona Tarawih dan Lebaran

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Jadwal Dalang Mulai Padat

Ludruk Kembali Manggung


/