alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Tilang Elektronik di Kota Mojokerto Akan Menyasar Enam Titik

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcemen (E-TLE) segera diberlakukan di Kota Mojokerto. Sedikitnya, pengajuan uji coba sistem tilang berbasis Circuit Close television (CCTV) ini bakal menyasar enam titik strategis. Meliputi Persimpangan di Jalan Pemuda, Jalan Empunala, Jalan Prapanca, Jalan Kartini, Jalan Tropodo, serta kawasan Pasar Burung.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Fitria Wijayanti menyebutkan, pihaknya bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Barang (FLLAJ) Kota Mojokerto telah meninjau lokasi pemasangan E-TLE. Survei ini sekaligus menganalisa kebutuhan anggaran yang bakal diajukan untuk pemasangan kamera. ’’Selebihnya kami sedang menempuh jalur birokrasi ke wali kota. Dan masih harus ada rapat koordinasi lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Mobil Tilang Elektronik Mulai Beroperasi

Saat ini, rencana pemberlakuan tilang elektronik ini masih dalam tahap pematangan. Pengajuan anggaran ke pemkot masih dilakukan. ’’Harapan kami terkait ketertiban wilayah kota, itu nanti rencananya akan di pasang di enam titik. Tapi ini bergantung anggaran yang di-ACC,’’ tambah KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren.

Namun demikian, lanjut Karen, realisasi ini bergantung jumlah anggaran yang disetujui pemkot. Sebab, kebutuhan anggaran pengadaan CCTV ini tak murah.

Mekanisme sistem tilang elektronik yang memanfaatkan kamera pengawas ini secara otomatis mencatat pengendara yang melanggar lalu lintas. Nantinya, surat tilang bakal dikirimkan ke pemilik pelat kendaraan yang tercatat di monitoring room.

Pihaknya menegaskan, penerapan tilang elektronik ini tidak serta merta menghilangkan fungsi pengawasan polisi. Seperti di jalur rawan kecelakaan dan banyak titik kerusakan Jalan Bypass, Kota Mojokerto. Terlebih lagi, E-TLE ini masih berbasis regional sehingga belum menjangkau jalur-jalur nasional. ’’Kalau sudah diberlakukan juga bakal ada kaji ulang. Sehingga bisa kita perbaiki di mana kurangnya,’’ katanya. (adi)

Baca Juga :  Prajurit Harus Teladani Prabu Brawijaya

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcemen (E-TLE) segera diberlakukan di Kota Mojokerto. Sedikitnya, pengajuan uji coba sistem tilang berbasis Circuit Close television (CCTV) ini bakal menyasar enam titik strategis. Meliputi Persimpangan di Jalan Pemuda, Jalan Empunala, Jalan Prapanca, Jalan Kartini, Jalan Tropodo, serta kawasan Pasar Burung.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Fitria Wijayanti menyebutkan, pihaknya bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Barang (FLLAJ) Kota Mojokerto telah meninjau lokasi pemasangan E-TLE. Survei ini sekaligus menganalisa kebutuhan anggaran yang bakal diajukan untuk pemasangan kamera. ’’Selebihnya kami sedang menempuh jalur birokrasi ke wali kota. Dan masih harus ada rapat koordinasi lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Empat Hari, Dinkes Habiskan Seribu Rapid Test

Saat ini, rencana pemberlakuan tilang elektronik ini masih dalam tahap pematangan. Pengajuan anggaran ke pemkot masih dilakukan. ’’Harapan kami terkait ketertiban wilayah kota, itu nanti rencananya akan di pasang di enam titik. Tapi ini bergantung anggaran yang di-ACC,’’ tambah KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren.

Namun demikian, lanjut Karen, realisasi ini bergantung jumlah anggaran yang disetujui pemkot. Sebab, kebutuhan anggaran pengadaan CCTV ini tak murah.

Mekanisme sistem tilang elektronik yang memanfaatkan kamera pengawas ini secara otomatis mencatat pengendara yang melanggar lalu lintas. Nantinya, surat tilang bakal dikirimkan ke pemilik pelat kendaraan yang tercatat di monitoring room.

Pihaknya menegaskan, penerapan tilang elektronik ini tidak serta merta menghilangkan fungsi pengawasan polisi. Seperti di jalur rawan kecelakaan dan banyak titik kerusakan Jalan Bypass, Kota Mojokerto. Terlebih lagi, E-TLE ini masih berbasis regional sehingga belum menjangkau jalur-jalur nasional. ’’Kalau sudah diberlakukan juga bakal ada kaji ulang. Sehingga bisa kita perbaiki di mana kurangnya,’’ katanya. (adi)

Baca Juga :  Prajurit Harus Teladani Prabu Brawijaya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/