alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ikfina Ajak Stop Buang Sampah di Sungai

SEBAGAI upaya tanggap bencana hidrometeorologi banjir, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Pj Sekdakab Didik Chusnul Yakin, OPD, Forkopimca dan warga kerja bakti membersihkan beberapa titik bantaran sungai wilayah Kecamatan Sooko. Mulai aliran Sungai Brangkal Jala Wijaya Kusuma Barat, Desa Sambiroto, Desa Jampirogo, dan Desa Japan, Minggu (7/3) pagi.

Perlu diketahui, beberapa wilayah Sooko sempat dilanda bencana banjir di Februari 2021 ini. Selain menggenangi permukiman, banjir juga menghambat aktivitas mata pencaharian warga seperti ternak ikan lele.

Menindaklanjuti laporan di lapangan, Bupati Ikfina mengajak OPD terkait bergerak cepat melaksanakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur untuk aksi penanganan. Bupati Ikfina juga menekankan kepada masyarakat untuk ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. Selain menyebabkan banjir, sampah bisa mengganggu ekosistem dan memengaruhi suplai ketersediaan sumber air bersih.

Baca Juga :  Bahan dari Penjual Soto Ayam, Diolah Jadi Motor hingga Kapal Layar

’’Saya minta semuanya dikoordinasikan, terutama dengan tim BBWS Provinsi Jawa Timur. Kita harus gerak cepat untuk penanganan ini. Kebersihan lingkungan juga menjadi kunci penting. Saya mengajak semuanya untuk tidak buang sampah sembarangan apalagi di sungai,’’ tegas Ikfina.

Pada kerja bakti bersama kali ini, beberapa daerah terdampak banjir dan longsor sepanjang aliran sungai, mendapatkan bantuan 9.000 karung glangsing dari BPBD Kabupaten Mojokerto.

Menanggapi berbagai sumbang saran di lapangan dari masyarakat, Bupati Ikfina menyampaikan akan mengkaji usulan pembangunan jembatan dua arah untuk mencegah bencana agar tidak terulang. (tik)

SEBAGAI upaya tanggap bencana hidrometeorologi banjir, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Pj Sekdakab Didik Chusnul Yakin, OPD, Forkopimca dan warga kerja bakti membersihkan beberapa titik bantaran sungai wilayah Kecamatan Sooko. Mulai aliran Sungai Brangkal Jala Wijaya Kusuma Barat, Desa Sambiroto, Desa Jampirogo, dan Desa Japan, Minggu (7/3) pagi.

Perlu diketahui, beberapa wilayah Sooko sempat dilanda bencana banjir di Februari 2021 ini. Selain menggenangi permukiman, banjir juga menghambat aktivitas mata pencaharian warga seperti ternak ikan lele.

Menindaklanjuti laporan di lapangan, Bupati Ikfina mengajak OPD terkait bergerak cepat melaksanakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur untuk aksi penanganan. Bupati Ikfina juga menekankan kepada masyarakat untuk ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. Selain menyebabkan banjir, sampah bisa mengganggu ekosistem dan memengaruhi suplai ketersediaan sumber air bersih.

Baca Juga :  Bupati Sidak Pelayanan RSUD R.A. Basoeni dan RSUD Prof dr Soekandar

’’Saya minta semuanya dikoordinasikan, terutama dengan tim BBWS Provinsi Jawa Timur. Kita harus gerak cepat untuk penanganan ini. Kebersihan lingkungan juga menjadi kunci penting. Saya mengajak semuanya untuk tidak buang sampah sembarangan apalagi di sungai,’’ tegas Ikfina.

Pada kerja bakti bersama kali ini, beberapa daerah terdampak banjir dan longsor sepanjang aliran sungai, mendapatkan bantuan 9.000 karung glangsing dari BPBD Kabupaten Mojokerto.

Menanggapi berbagai sumbang saran di lapangan dari masyarakat, Bupati Ikfina menyampaikan akan mengkaji usulan pembangunan jembatan dua arah untuk mencegah bencana agar tidak terulang. (tik)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/