alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pedagang Loak Dipastikan Boyongan Lagi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 119 pedagang Pasar Kliwon dipastikan boyongan lagi. Para pedagang loak yang sebelumnya sempat boyongan dari Pasar Cakarayam itu bakal dipindah ke Pasar Tematik, Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Sentra perdagangan yang mulai digarap tahun ini tersebut memang diprioritaskan untuk pedagang eks pedagang loak.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menuturkan, dibangunnya pasar tematik tahun ini dipersiapkan untuk memfasilitasi pedagang eks pedagang loak yang menempati lapak sementara di Pasar Kliwon sejak direlokasi dua tahun lalu. ’’Semua kita fasilitasi di sana (pasar tematik) sesuai dengan jumlah pedagang,’’ ungkapnya, Senin (7/2).

Pihaknya mengaku telah melakukan pendataan terhadap eks pedagang loak di Pasar Kliwon. Di samping itu, masing-masing juga didata sesuai dengan jenis komoditas barang bekas yang dijual. Menurutnya, langkah tersebut guna memudahkan pengelompokan tempat di pasar tematik nanti. Sebab, selain pedagang loak, penjual makanan juga akan diboyong ke pasar yang didirikan satu kompleks dengan Pasar Rakyat Ketidur. ’’Jadi, penataan nanti sesuai dengan komoditas masing-masing. Karena ada ada yang jual beli besi, ada juga yang warung,’’ tandas Ani.

Baca Juga :  Hari Pertama Sekolah, Siswa Basuh Kaki Ibu, Mohon Restu Menimba Ilmu

Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto itu menyebutkan, jumlah total pedagang di Pasar Kliwon mencapai 119 orang. Menurutnya, seluruhnya akan diboyong ke pasar tematik setelah proyek pembangunan rampung nanti.

Dia memastikan, kapasitas pasar tematik nanti akan mampu menampung semua pedagang. Masing-masing juga akan mendapat jatah satu lapak untuk berdagang. ’’Memang tujuan awal dibangunnya pasar tematik itu untuk mnampung pedagang Pasar Kliwon,’’ imbuhnya.

Ani menyebutkan, alasan direlokasinya para pedagang di Pasar Kliwon itu karena lokasinya tidak representatif sebagai pasar loak atau bahan bekas. Selain itu, para pedagang masih menempati lapak sementara yang dibangun semipermanen sejak boyongan dari Jalan Prapanca, Lingkungan Cakarayam, Kelurahan Mentikan tahun 2019 lalu.

Baca Juga :  Meningkatkan Daya Saing Madrasah

Di sisi lain, akses ke Pasar Kliwon juga dinilai teralu sempit sehingga menyulitkan pedagang untuk loading barang. ’’Akses loading-nya teman-teman (pedagang) Pasar Kliwon kan susah. Karena truk besar tidak bisa masuk,’’ sebutnya.

Sedangkan di pasar tematik nanti, ujar Ani, pembangunan konstruksi akan disesuaikan dengan komoditas yang dijual setiap pedagang. Akses Jalan Ketidur juga telah dilakukan pelebaran sehingga mempermudah akses bagi pedagang maupun pembeli. ’’Jadi, nanti akan disesuaikan dengan komoditasnya. Karena kita kan sudah punya list komoditas apa saja yang dijual,’’ pungkasnya.

Sementara itu, proyek pembangunan pasar tematik akan dinaungi Dinas Pekerjaan Umum, Penetaan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP). Proyek fisik itu dialokasikan dengan pagu anggaran sekitar Rp 4 miliar dari APBD 2022. (ram/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 119 pedagang Pasar Kliwon dipastikan boyongan lagi. Para pedagang loak yang sebelumnya sempat boyongan dari Pasar Cakarayam itu bakal dipindah ke Pasar Tematik, Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Sentra perdagangan yang mulai digarap tahun ini tersebut memang diprioritaskan untuk pedagang eks pedagang loak.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menuturkan, dibangunnya pasar tematik tahun ini dipersiapkan untuk memfasilitasi pedagang eks pedagang loak yang menempati lapak sementara di Pasar Kliwon sejak direlokasi dua tahun lalu. ’’Semua kita fasilitasi di sana (pasar tematik) sesuai dengan jumlah pedagang,’’ ungkapnya, Senin (7/2).

Pihaknya mengaku telah melakukan pendataan terhadap eks pedagang loak di Pasar Kliwon. Di samping itu, masing-masing juga didata sesuai dengan jenis komoditas barang bekas yang dijual. Menurutnya, langkah tersebut guna memudahkan pengelompokan tempat di pasar tematik nanti. Sebab, selain pedagang loak, penjual makanan juga akan diboyong ke pasar yang didirikan satu kompleks dengan Pasar Rakyat Ketidur. ’’Jadi, penataan nanti sesuai dengan komoditas masing-masing. Karena ada ada yang jual beli besi, ada juga yang warung,’’ tandas Ani.

Baca Juga :  Mendag: GDI Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto itu menyebutkan, jumlah total pedagang di Pasar Kliwon mencapai 119 orang. Menurutnya, seluruhnya akan diboyong ke pasar tematik setelah proyek pembangunan rampung nanti.

Dia memastikan, kapasitas pasar tematik nanti akan mampu menampung semua pedagang. Masing-masing juga akan mendapat jatah satu lapak untuk berdagang. ’’Memang tujuan awal dibangunnya pasar tematik itu untuk mnampung pedagang Pasar Kliwon,’’ imbuhnya.

Ani menyebutkan, alasan direlokasinya para pedagang di Pasar Kliwon itu karena lokasinya tidak representatif sebagai pasar loak atau bahan bekas. Selain itu, para pedagang masih menempati lapak sementara yang dibangun semipermanen sejak boyongan dari Jalan Prapanca, Lingkungan Cakarayam, Kelurahan Mentikan tahun 2019 lalu.

Baca Juga :  Marak Truk Bongkar Muat di Bahu Jalan
- Advertisement -

Di sisi lain, akses ke Pasar Kliwon juga dinilai teralu sempit sehingga menyulitkan pedagang untuk loading barang. ’’Akses loading-nya teman-teman (pedagang) Pasar Kliwon kan susah. Karena truk besar tidak bisa masuk,’’ sebutnya.

Sedangkan di pasar tematik nanti, ujar Ani, pembangunan konstruksi akan disesuaikan dengan komoditas yang dijual setiap pedagang. Akses Jalan Ketidur juga telah dilakukan pelebaran sehingga mempermudah akses bagi pedagang maupun pembeli. ’’Jadi, nanti akan disesuaikan dengan komoditasnya. Karena kita kan sudah punya list komoditas apa saja yang dijual,’’ pungkasnya.

Sementara itu, proyek pembangunan pasar tematik akan dinaungi Dinas Pekerjaan Umum, Penetaan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP). Proyek fisik itu dialokasikan dengan pagu anggaran sekitar Rp 4 miliar dari APBD 2022. (ram/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/