alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Titik Ambrol Mendekati Jembatan

KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kerusakan plengsengan Kali Sadar di Kota Mojokerto bertambah. Diperlukan atensi khusus terhadap plengsengan kali yang membelah area kota ini.

Ambrolnya plengsengan Kali Sadar itu merupakan yang keempat. Plengsengan di dekat mulut Miji Baru Gang 4 sisi selatan Jembatan Pahlawan ambrol. Belum diketahui persis penyebab kejadian itu. Sejumlah pita pengaman terlihat dipasang melingkari area yang ambrol.

Warga sekitar mengatakan, kejadian itu diperkirakan terjadi semalam sebelumnya. Karena, melihat kondisi tanah plengsengan yang ambrol terlihat basah. Hanya saja, lokasinya kian mendekati fondasi jembatan. ’’Baru kemarin (Kamis (6/1) malam saja ini. Tergerus aliran air sungai,’’ ujar Rahmat, warga setempat.

Baca Juga :  Tujuh Plengsengan Ambrol

Plengsengan yang ambrol diperkirakan sepanjang 7 meter lebih dengan kedalaman sekitar 4 meter. Lokasinya berada di area plengsengan yang menjorok. Persis di atasnya terdapat bangunan warung semipermanen. Area itu tak kurang 3 meter dari fondasi jembatan Jalan Pahlawan. Juga, pintu saluran air dari selokan Jalan Pahlawan ke selatan.

Persis di seberangnya, terlihat fondasi saluran pemasok dari selokan Jalan Pahlawan sisi utara juga mengalami retakan tajam. Bangunan yang dicat warna-warni itu tampak hampir ambrol. ’’Retaknya sudah sampai bawah,’’ ucap Sunar, pemancing ditemui di lokasi.

Sementara itu, lokasi plengsengan ambrol di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, tampak dibenahi. Beberapa orang kelihatan mengambili sejumlah perangkat alat berbahan besi yang turut ambrol ke pinggir sungai. Mereka juga mengambili batu yang sebelumnya masuk tatanan plengsengan.

Baca Juga :  Akses Menuju Gresik-Lamongan Terancam Putus

Upaya pembenahan plengsengan ambrol itu inisiatif Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto. Upaya itu disebut cara darurat menanganani plengsengan ambrol. Lantaran, secara kewenangan BBWS Brantaslah yang wajib membenahi. ’’Kami masih mengurus izinnya karena itu wewenangnya BBWS. Jadi penanganan darurat dulu,’’ ujar Mashudi, kepala DPUPR Kota Mojokerto.

KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kerusakan plengsengan Kali Sadar di Kota Mojokerto bertambah. Diperlukan atensi khusus terhadap plengsengan kali yang membelah area kota ini.

Ambrolnya plengsengan Kali Sadar itu merupakan yang keempat. Plengsengan di dekat mulut Miji Baru Gang 4 sisi selatan Jembatan Pahlawan ambrol. Belum diketahui persis penyebab kejadian itu. Sejumlah pita pengaman terlihat dipasang melingkari area yang ambrol.

Warga sekitar mengatakan, kejadian itu diperkirakan terjadi semalam sebelumnya. Karena, melihat kondisi tanah plengsengan yang ambrol terlihat basah. Hanya saja, lokasinya kian mendekati fondasi jembatan. ’’Baru kemarin (Kamis (6/1) malam saja ini. Tergerus aliran air sungai,’’ ujar Rahmat, warga setempat.

Baca Juga :  Laka Beruntun, Pemotor Alami Cedera Otak

Plengsengan yang ambrol diperkirakan sepanjang 7 meter lebih dengan kedalaman sekitar 4 meter. Lokasinya berada di area plengsengan yang menjorok. Persis di atasnya terdapat bangunan warung semipermanen. Area itu tak kurang 3 meter dari fondasi jembatan Jalan Pahlawan. Juga, pintu saluran air dari selokan Jalan Pahlawan ke selatan.

Persis di seberangnya, terlihat fondasi saluran pemasok dari selokan Jalan Pahlawan sisi utara juga mengalami retakan tajam. Bangunan yang dicat warna-warni itu tampak hampir ambrol. ’’Retaknya sudah sampai bawah,’’ ucap Sunar, pemancing ditemui di lokasi.

Sementara itu, lokasi plengsengan ambrol di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, tampak dibenahi. Beberapa orang kelihatan mengambili sejumlah perangkat alat berbahan besi yang turut ambrol ke pinggir sungai. Mereka juga mengambili batu yang sebelumnya masuk tatanan plengsengan.

Baca Juga :  Tujuh Plengsengan Ambrol
- Advertisement -

Upaya pembenahan plengsengan ambrol itu inisiatif Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto. Upaya itu disebut cara darurat menanganani plengsengan ambrol. Lantaran, secara kewenangan BBWS Brantaslah yang wajib membenahi. ’’Kami masih mengurus izinnya karena itu wewenangnya BBWS. Jadi penanganan darurat dulu,’’ ujar Mashudi, kepala DPUPR Kota Mojokerto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/