alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pacet Diterjang Longsor dan Banjir

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama dan merata membuat sebagian wilayah Kabupaten Mojokerto mengalami bencana. Belum surut bencana banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko di hari ke lima, kini giliran Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, diterjang longsor dan banjir di sejumlah titik.

Terparah terjadi di Dusun Mligi, Desa Claket. Bahkan, material longsor dari tebing setinggi 30-50 meter ini membuat akses jalur penghubung antara Kecamatan Pacet dan Trawas terputus. Material pondasi penguat jalan raya, lumpur tanah, hingga bongkahan pohon, ini menutup ruas jalan.

’’Jalannya ditutup. Ada longsoran cukup parah di dua titik,’’ ungkap Sulton, seorang warga yang menunjukkan situasi arus lalu lintas di jalur tersebut kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, jalur antar-kecamatan ini terdapat dua titik longsoran tebing. Satu di antaranya membawa material fondasi penahan jalan raya, hingga batu berukuran mesin genset. Material-material longsoran ini bahkan melumpuhkan akses jalan.

Sehingga, akses jalan Pacet-Trawas untuk sementara ditutup total. Pengendara yang menuju Trawas atau sebaliknya harus melintasi kawasan objek Wanawisata Air Panas Padusan Pacet melalui Jalan MKP yang membelah hutan Perum Perhutani KPH Pasuruan. ’’Sebenarnya lewat Dusun Mligi dalam bisa, tapi khusus sepeda motor, untuk roda empat tidak bisa. Karena di jalur dalam dusun juga ada beberapa titik longsoran yang menutup separo jalan,’’ jelas Sulton sembari membantu proses evakuasi.

Baca Juga :  Ribuan Pelajar SMA/SMK Belum Vaksin

Longsor itu terjadi pukul 15.30. Setelah tebing berada di sisi kanan dan kiri jalan tak mampu menahan derasnya arus air hujan yang mengguyur wilayah Pacet selama dua jam lebih. Kontur tanah yang gembur turut memudahkan air menggerus tebing yang berakibat pada terjadinya longsor. ’’Akses jalan antar-kecamatan putus,’’ tambah Kepala Desa Claket, Umbar Mulyadi, di lokasi.

Umbar menuturkan, akses Pacet menuju Trawas selama ini memang rawan terjadi longsor setiap datang musim hujan. Tahun lalu, kata dia, juga banyak terjadi longsor di sejumlah titik. Selain karena cuaca ekstrem, tebing-tebing di pinggir jalan karakter tanahnya memang gembur. Setelah sebelumnya banyak dikepras alat berat untuk pembangunan dan pelebaran jalan betonasi. ’’Tapi, titiknya saja geser. Ini yang terparah,’’ tambahnya.

Selain memutus akses jalan, longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 30-50 meter, ini membuat saluran air bersih warga turut terputus. Pipa air bersumber dari pegunungan yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga juga terempas longsoran. ’’Dampaknya, pasokan air bersih di desa juga berkurang. Bahkan di sebagian rumah warga airnya macet,’’ tegasnya.

Baca Juga :  17 Saluran Pipa Disapu Banjir dan Longsor

Untuk memulihkan akses jalan, hingga tadi malam sejumlah warga, instansi pemerintahan, tim relawan, dibantu TNI-Polri diterjunkan ke lokasi. Mereka bersama-sama membersihkan material yang menutup jalan raya beton setebal setengah meter lebih tersebut. Namun, melihat material longsoran, diketahui proses evakuasi material membutuhkan alat berat. Khususnya, untuk membantu menepikan material bebatuan dan beton jalan berukuran besar. ’’Butuh alat berat karena ada material batu cukup besar. Kira-kira sebesar mesin genset,’’ tegasnya.

Selain longsor di Dusun Mligi, Desa Cleket, longsor hingga menutup akses jalan juga terjadi di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet. Tebing tanah longsor di Jalan Raya Dusun Kembengan, sekaligus sebagai akses Pacet-Trawas tertimbun longsor setinggi 5 meter. Sedangkan lebar longsor mencapai 12 meter.

Namun, material berupa lumpur ini bisa langsung diatasi para relawan dan petugas. ”Sebagian material sudah dibersihkan oleh tim relawan, petugas TNI/Polri dan dinas terkait. Sekarang (tadi malam) masih menunggu bantuan alat berat,” tandas Supriadi, anggota Tagana Kabupaten Mojokerto tadi malam. ”Tidak ada korban jiwa atau rumah penduduk yang terimbas longsoran,” pungkasnya.

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama dan merata membuat sebagian wilayah Kabupaten Mojokerto mengalami bencana. Belum surut bencana banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko di hari ke lima, kini giliran Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, diterjang longsor dan banjir di sejumlah titik.

Terparah terjadi di Dusun Mligi, Desa Claket. Bahkan, material longsor dari tebing setinggi 30-50 meter ini membuat akses jalur penghubung antara Kecamatan Pacet dan Trawas terputus. Material pondasi penguat jalan raya, lumpur tanah, hingga bongkahan pohon, ini menutup ruas jalan.

’’Jalannya ditutup. Ada longsoran cukup parah di dua titik,’’ ungkap Sulton, seorang warga yang menunjukkan situasi arus lalu lintas di jalur tersebut kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, jalur antar-kecamatan ini terdapat dua titik longsoran tebing. Satu di antaranya membawa material fondasi penahan jalan raya, hingga batu berukuran mesin genset. Material-material longsoran ini bahkan melumpuhkan akses jalan.

Sehingga, akses jalan Pacet-Trawas untuk sementara ditutup total. Pengendara yang menuju Trawas atau sebaliknya harus melintasi kawasan objek Wanawisata Air Panas Padusan Pacet melalui Jalan MKP yang membelah hutan Perum Perhutani KPH Pasuruan. ’’Sebenarnya lewat Dusun Mligi dalam bisa, tapi khusus sepeda motor, untuk roda empat tidak bisa. Karena di jalur dalam dusun juga ada beberapa titik longsoran yang menutup separo jalan,’’ jelas Sulton sembari membantu proses evakuasi.

Baca Juga :  Ribuan Pelajar SMA/SMK Belum Vaksin

Longsor itu terjadi pukul 15.30. Setelah tebing berada di sisi kanan dan kiri jalan tak mampu menahan derasnya arus air hujan yang mengguyur wilayah Pacet selama dua jam lebih. Kontur tanah yang gembur turut memudahkan air menggerus tebing yang berakibat pada terjadinya longsor. ’’Akses jalan antar-kecamatan putus,’’ tambah Kepala Desa Claket, Umbar Mulyadi, di lokasi.

- Advertisement -

Umbar menuturkan, akses Pacet menuju Trawas selama ini memang rawan terjadi longsor setiap datang musim hujan. Tahun lalu, kata dia, juga banyak terjadi longsor di sejumlah titik. Selain karena cuaca ekstrem, tebing-tebing di pinggir jalan karakter tanahnya memang gembur. Setelah sebelumnya banyak dikepras alat berat untuk pembangunan dan pelebaran jalan betonasi. ’’Tapi, titiknya saja geser. Ini yang terparah,’’ tambahnya.

Selain memutus akses jalan, longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 30-50 meter, ini membuat saluran air bersih warga turut terputus. Pipa air bersumber dari pegunungan yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga juga terempas longsoran. ’’Dampaknya, pasokan air bersih di desa juga berkurang. Bahkan di sebagian rumah warga airnya macet,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Salat Gaib dan Tahlil Tujuh Hari untuk Istri dan Ajudan Kapolres

Untuk memulihkan akses jalan, hingga tadi malam sejumlah warga, instansi pemerintahan, tim relawan, dibantu TNI-Polri diterjunkan ke lokasi. Mereka bersama-sama membersihkan material yang menutup jalan raya beton setebal setengah meter lebih tersebut. Namun, melihat material longsoran, diketahui proses evakuasi material membutuhkan alat berat. Khususnya, untuk membantu menepikan material bebatuan dan beton jalan berukuran besar. ’’Butuh alat berat karena ada material batu cukup besar. Kira-kira sebesar mesin genset,’’ tegasnya.

Selain longsor di Dusun Mligi, Desa Cleket, longsor hingga menutup akses jalan juga terjadi di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet. Tebing tanah longsor di Jalan Raya Dusun Kembengan, sekaligus sebagai akses Pacet-Trawas tertimbun longsor setinggi 5 meter. Sedangkan lebar longsor mencapai 12 meter.

Namun, material berupa lumpur ini bisa langsung diatasi para relawan dan petugas. ”Sebagian material sudah dibersihkan oleh tim relawan, petugas TNI/Polri dan dinas terkait. Sekarang (tadi malam) masih menunggu bantuan alat berat,” tandas Supriadi, anggota Tagana Kabupaten Mojokerto tadi malam. ”Tidak ada korban jiwa atau rumah penduduk yang terimbas longsoran,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/