alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Seluruh Nakes Dikerahkan Jadi Petugas Vaksin Covid-19

KABUPATEN, Jawa Pos Radar MojokertoDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mulai menyiapkan diri melakukan vaksinasi Covid-19. Seluruh tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas bakal dilibatkan sebagai tenaga vaksinator. Rencananya, pemerintah pusat mulai memberikan imunisasi baru itu pada awal 2021 mendatang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyusun micro planning pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Di antaranya dengan melakukan pendataan terkait sasaran.

Menurutnya, vaksin tersebut diprioritaskan bagi kalangan yang dianggap berisiko tinggi terpapar SARS-CoV-2 atau virus korona jenis baru. ’’Salah satu prioritasnya adalah bagi para tenaga kesehatan,’’ terangnya Kamis (5/11).

Dia menyebutkan, para tenaga medis tersebut berdinas di fasilitas kesehatan (faskes) maupun di dinkes. Di samping itu, sasaran prioritas lainnya adalah bagi mereka yang bersentuhan dengan pelayanan publik. Terdiri dari personel kepolisian, TNI, serta pekerja yang bertugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi di bidang layanan publik lainnya.

Baca Juga :  Siswa-Guru di Rumah Saja hingga April

Langit menjelaskan, seluruhnya bakal dilakukan pendataan dalam penyusunan micro planning vaksinasi Covid-19. Sehingga, dari jumlah sasaran tersebut diketahui terkait kebutuhan tenaga vaksinator dan pos pelayanan kesehatan.

Termasuk kebutuhan logistik. Mulai dari spet (suntikan) maupun vaksin. ’’Makanya kita data agar betul-betul sesuai perencanaan dan sasaran. Agar nanti saat pelaksanaan tidak ada yang terlewatkan,’’ beber Langit.

Sejauh ini, mantan Kepala Puskesmas Pacet ini menyebutkan, jika terdapat 81 nakes yang telah mengikuti pelatihan tentang teknis vaksinasi Covid-19. Dalam training yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu meliputi tata laksana penyimpanan vaksin, penyuntikan, pemberian dosis, hingga kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Petugas yang mengikuti pelatihan itu merupakan tenaga kesehatan dari 27 puskesmas di Kabupaten Mojokerto. ’’Tiap puskesmas ada tiga orang untuk mengikuti pelatihan vaksinator Covid-19. Terdiri dari dokter, perawat, maupun bidan,’’ ulasnya.

Namun, kata dia, tenaga vaksinator Covid-19 yang rencana dilaksanakan awal 2021 nanti tidak hanya mengandalkan 81 nakes, melainkan melibatkan seluruh petugas medis di seluruh puskesmas. Terutama yang telah mengantongi Surat Izin Praktik (SIP) dan pernah menjadi petugas vaksinator dalam program imunisasi selama ini.

Baca Juga :  Stok Oksigen RSUD Hanya Tersisa Sehari

Baik saat pelaksanaan Outbreak Response Imunization (ORI) difteri, Bulan Imuniasi Nasional Anak Sekolah (BIAS), maupun tenaga imuniasi rutin di pos pelayanan keluarga berencana dan kesehatan terpadu (posyandu). ’’Karena petugas yang mengikuti pelatihan vaksinator bisa mentransfer knowledge ke nakes lainnya. Karena semua nakes di puskesmas harus terlibat dalam vaksinasi Covid-19 nanti,’’ imbuhnya.

Di samping sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana juga disiapkan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Salah satu yang menjadi kebutuhan adalah ketersediaan cold chain atau tempat penyimpanan vaksin.

Langit menyatakan, jika saat ini pihaknya tengah menginventarisir cold chain di 27 puskesmas. Pasalnya, imbuh dia, tidak sedikit dari alat pendingin tersebut yang sudah tidak layak untuk digunakan. ’’Cold chain di puskesmas yang rusak-rusak sekarang kita perbaiki agar vaksin nanti bisa disimpan dengan baik,’’ tandasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar MojokertoDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mulai menyiapkan diri melakukan vaksinasi Covid-19. Seluruh tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas bakal dilibatkan sebagai tenaga vaksinator. Rencananya, pemerintah pusat mulai memberikan imunisasi baru itu pada awal 2021 mendatang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyusun micro planning pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Di antaranya dengan melakukan pendataan terkait sasaran.

Menurutnya, vaksin tersebut diprioritaskan bagi kalangan yang dianggap berisiko tinggi terpapar SARS-CoV-2 atau virus korona jenis baru. ’’Salah satu prioritasnya adalah bagi para tenaga kesehatan,’’ terangnya Kamis (5/11).

Dia menyebutkan, para tenaga medis tersebut berdinas di fasilitas kesehatan (faskes) maupun di dinkes. Di samping itu, sasaran prioritas lainnya adalah bagi mereka yang bersentuhan dengan pelayanan publik. Terdiri dari personel kepolisian, TNI, serta pekerja yang bertugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi di bidang layanan publik lainnya.

Baca Juga :  Inspektorat Turun Gunung, Investigasi Dugaan Penyelewengan

Langit menjelaskan, seluruhnya bakal dilakukan pendataan dalam penyusunan micro planning vaksinasi Covid-19. Sehingga, dari jumlah sasaran tersebut diketahui terkait kebutuhan tenaga vaksinator dan pos pelayanan kesehatan.

Termasuk kebutuhan logistik. Mulai dari spet (suntikan) maupun vaksin. ’’Makanya kita data agar betul-betul sesuai perencanaan dan sasaran. Agar nanti saat pelaksanaan tidak ada yang terlewatkan,’’ beber Langit.

- Advertisement -

Sejauh ini, mantan Kepala Puskesmas Pacet ini menyebutkan, jika terdapat 81 nakes yang telah mengikuti pelatihan tentang teknis vaksinasi Covid-19. Dalam training yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu meliputi tata laksana penyimpanan vaksin, penyuntikan, pemberian dosis, hingga kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Petugas yang mengikuti pelatihan itu merupakan tenaga kesehatan dari 27 puskesmas di Kabupaten Mojokerto. ’’Tiap puskesmas ada tiga orang untuk mengikuti pelatihan vaksinator Covid-19. Terdiri dari dokter, perawat, maupun bidan,’’ ulasnya.

Namun, kata dia, tenaga vaksinator Covid-19 yang rencana dilaksanakan awal 2021 nanti tidak hanya mengandalkan 81 nakes, melainkan melibatkan seluruh petugas medis di seluruh puskesmas. Terutama yang telah mengantongi Surat Izin Praktik (SIP) dan pernah menjadi petugas vaksinator dalam program imunisasi selama ini.

Baca Juga :  Vaksinasi Serentak di Kabupaten tanpa Pejabat

Baik saat pelaksanaan Outbreak Response Imunization (ORI) difteri, Bulan Imuniasi Nasional Anak Sekolah (BIAS), maupun tenaga imuniasi rutin di pos pelayanan keluarga berencana dan kesehatan terpadu (posyandu). ’’Karena petugas yang mengikuti pelatihan vaksinator bisa mentransfer knowledge ke nakes lainnya. Karena semua nakes di puskesmas harus terlibat dalam vaksinasi Covid-19 nanti,’’ imbuhnya.

Di samping sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana juga disiapkan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Salah satu yang menjadi kebutuhan adalah ketersediaan cold chain atau tempat penyimpanan vaksin.

Langit menyatakan, jika saat ini pihaknya tengah menginventarisir cold chain di 27 puskesmas. Pasalnya, imbuh dia, tidak sedikit dari alat pendingin tersebut yang sudah tidak layak untuk digunakan. ’’Cold chain di puskesmas yang rusak-rusak sekarang kita perbaiki agar vaksin nanti bisa disimpan dengan baik,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/