alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Ning Ita: Perempuan Punya Peran Perangi Radikalisme dan Terorisme

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto selama ini terus berupaya dalam memberdayakan perempuan melalui berbagai program peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pelatihan. Tak terkecuali pada era saat ini, segala aspek pembangunan tidak terlepas dari peran seorang perempuan. Bahkan, perempuan berperan penting dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di lingkungan keluarga.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, saat diskusi dan deklarasi Perempuan Agen Perdamaian di Ballroom Hotel Ayola Sunrise Mojokerto, Kamis (5/11).

Selama ini, keberadaan peran perempuan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelibatan peran perempuan sebagai agen perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan terorisme bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu peran perempuan di lingkungan keluarganya. Sosok perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga. Jika seorang perempuan atau ibu memiliki latar belakang pendidikan dan pemahaman agama yang baik, serta wawasan yang luas, maka ia bisa menjadi penetralisir paham ekstrem di keluarganya.

Baca Juga :  Pemkab Bakal Gandeng Polisi

’’Seorang ibu harus selalu menjaga komunikasi dengan seluruh anggota keluarganya. Sehingga tercipta saling percaya dan terbuka. Ia juga harus membuka diri atas berbagai informasi di sekitarnya, dengan ikut perkumpulan organisasi umum seperti PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) atau organisasi keagamaan yang terbuka. Perbaikan kualitas sumber daya perempuan harus ditingkatkan. Khususnya dalam kapasitas menangkal radikalisme di lingkungan keluarga dan sekitarnya. Peran perempuan Mojokerto mesti diperkuat guna menjadikan kotanya sebagai barometer pencegahan terorisme di Jatim,’’ jelas Ning Ita, sapaan wali kota.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jatim Fatma Saifullah Yusuf, menambahkan, radikalisme dan terorisme selama ini menjadi kekhawatiran bersama. Khususnya pada kaum perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga. ’’Efek negatif radikalisme dan terorisme bisa berbahaya bagi kita semua termasuk warga sipil. Perempuan harus tampil sebagai solusi cegah tangkal terorisme dari keluarga,’’ kata Fatma

Baca Juga :  RSUD Telusuri Pembuang Sampah Medis di Pemukiman Warga

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Hesti Armiwulan. Ia mengatakan, peran perempuan sebagai agen perdamaian harus tersosialisasi secara masif di Jatim. Baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun kelompok-kelompok kewanitaan. Sehingga, pencegahan atas radikalisme dapat diminimalisir sedini mungkin. ’’Persoalan terorisme adalah persoalan bersama. Sehingga, FKPT akan menjalin kebersamaan dengan semua pihak dalam melakukan pencegahan terorisme, khususnya di Jawa Timur,’’ katanya.

Acara diskusi dan deklarasi Perempuan Agen Perdamaian ini diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim. Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 70 perempuan yang terdiri dari unsur kepala desa (kades), aparatur sipil negara (ASN), organisasi perempuan serta ormas anggota Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jatim. Pada kesempatan itu, para peserta juga mengucapkan deklarasi perempuan agen perdamaian, sebagai bentuk komitmen dalam berperan di segala bidang. (ry/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto selama ini terus berupaya dalam memberdayakan perempuan melalui berbagai program peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pelatihan. Tak terkecuali pada era saat ini, segala aspek pembangunan tidak terlepas dari peran seorang perempuan. Bahkan, perempuan berperan penting dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di lingkungan keluarga.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, saat diskusi dan deklarasi Perempuan Agen Perdamaian di Ballroom Hotel Ayola Sunrise Mojokerto, Kamis (5/11).

Selama ini, keberadaan peran perempuan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelibatan peran perempuan sebagai agen perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan terorisme bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu peran perempuan di lingkungan keluarganya. Sosok perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga. Jika seorang perempuan atau ibu memiliki latar belakang pendidikan dan pemahaman agama yang baik, serta wawasan yang luas, maka ia bisa menjadi penetralisir paham ekstrem di keluarganya.

Baca Juga :  Tiga Kelas SMAN 1 Kota Tak Terisi, Empat Sekolah Kekurangan Siswa Baru

’’Seorang ibu harus selalu menjaga komunikasi dengan seluruh anggota keluarganya. Sehingga tercipta saling percaya dan terbuka. Ia juga harus membuka diri atas berbagai informasi di sekitarnya, dengan ikut perkumpulan organisasi umum seperti PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) atau organisasi keagamaan yang terbuka. Perbaikan kualitas sumber daya perempuan harus ditingkatkan. Khususnya dalam kapasitas menangkal radikalisme di lingkungan keluarga dan sekitarnya. Peran perempuan Mojokerto mesti diperkuat guna menjadikan kotanya sebagai barometer pencegahan terorisme di Jatim,’’ jelas Ning Ita, sapaan wali kota.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jatim Fatma Saifullah Yusuf, menambahkan, radikalisme dan terorisme selama ini menjadi kekhawatiran bersama. Khususnya pada kaum perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga. ’’Efek negatif radikalisme dan terorisme bisa berbahaya bagi kita semua termasuk warga sipil. Perempuan harus tampil sebagai solusi cegah tangkal terorisme dari keluarga,’’ kata Fatma

Baca Juga :  Mendesak, Anggaran Bakal Digeser

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Hesti Armiwulan. Ia mengatakan, peran perempuan sebagai agen perdamaian harus tersosialisasi secara masif di Jatim. Baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun kelompok-kelompok kewanitaan. Sehingga, pencegahan atas radikalisme dapat diminimalisir sedini mungkin. ’’Persoalan terorisme adalah persoalan bersama. Sehingga, FKPT akan menjalin kebersamaan dengan semua pihak dalam melakukan pencegahan terorisme, khususnya di Jawa Timur,’’ katanya.

- Advertisement -

Acara diskusi dan deklarasi Perempuan Agen Perdamaian ini diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim. Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 70 perempuan yang terdiri dari unsur kepala desa (kades), aparatur sipil negara (ASN), organisasi perempuan serta ormas anggota Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jatim. Pada kesempatan itu, para peserta juga mengucapkan deklarasi perempuan agen perdamaian, sebagai bentuk komitmen dalam berperan di segala bidang. (ry/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/