alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pohon Masih Jadi Sasaran Caleg Pasang APK

MOJOKERTO – Pepohonan dan tiang listrik masih menjadi idola para caleg di Kota Mojokerto dalam memasang alat peraga kampanye (APK).

Hal ini pun membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota berang. Belasan APK langsung dicopot. Pelepasan APK bersama Satpol PP Kota Mojokerto tersebut menyasar kawasan Magersari. Di antaranya, di Jalan Raung, dan sepanjang Jalan Merapi.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrulloh, mengatakan, pemasangan APK masih banyak yang tak sesuai aturan. Yakni di gapura, menempel di tiang listrik, hingga dipaku di pepohonan.

’’Padahal itu dilarang. Tidak boleh memasang apa pun di titik-titik itu,’’ ungkapnya. Terjunnya satpol PP dalam melakukan penertiban APK tersebut, dikatakan Hatta, akan terus dilakukan bersama bawaslu. ’’Di mana pun, kalau ada yang melangar, akan kami lepas,’’ pungkas dia.

Baca Juga :  Tersungkur dan Tewas di Kebun Kangkung

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulul Abshor, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap para caleg yang melanggar tersebut. Hampir seluruh pemilik APK sebanyak 19 lokasi itu, mengaku, tak memahami aturan dalam proses pemasangan.

Namun, bawaslu tetap memberikan tenggat waktu untuk melakukan pencopotan secara mandiri. ’’Hingga batas waktu yang kami berikan, ternyata tidak dilepas,’’ paparnya. Bawaslu akhirnya menggandeng satpol PP untuk melepas APK yang dinilai melanggar tersebut. 

Selain adanya lokasi pemasangan yang salah, ungkap Ulil, bawaslu juga menemukan sejumlah APK dengan konten provokatif. ’’Semisal, ada konten ’’Anda memasuki kawasan Caleg A’’,’’ katanya. Konten yang provokatif ini tak sesuai dengan PKPU 23 Tahun 2018.

Baca Juga :  Beningnya Mata Air dengan Beragam Ikan

Ulil menegaskan, saat ini bawaslu masih terfokus di kawasan Magersari. Karena, dua kecamatan lain, yakni Kranggan dan Prajurit Kulon, masih dalam proses peringatan.

’’Sudah kami berikan peringatan untuk segera melepasnya. Kalau sampai batas waktu tidak dilepas, maka kami akan melakukan pembersihan,’’ pungkas Ulil. 

 

 

MOJOKERTO – Pepohonan dan tiang listrik masih menjadi idola para caleg di Kota Mojokerto dalam memasang alat peraga kampanye (APK).

Hal ini pun membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota berang. Belasan APK langsung dicopot. Pelepasan APK bersama Satpol PP Kota Mojokerto tersebut menyasar kawasan Magersari. Di antaranya, di Jalan Raung, dan sepanjang Jalan Merapi.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrulloh, mengatakan, pemasangan APK masih banyak yang tak sesuai aturan. Yakni di gapura, menempel di tiang listrik, hingga dipaku di pepohonan.

’’Padahal itu dilarang. Tidak boleh memasang apa pun di titik-titik itu,’’ ungkapnya. Terjunnya satpol PP dalam melakukan penertiban APK tersebut, dikatakan Hatta, akan terus dilakukan bersama bawaslu. ’’Di mana pun, kalau ada yang melangar, akan kami lepas,’’ pungkas dia.

Baca Juga :  Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Ribuan Honorer Jadi Atensi Pemda

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulul Abshor, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap para caleg yang melanggar tersebut. Hampir seluruh pemilik APK sebanyak 19 lokasi itu, mengaku, tak memahami aturan dalam proses pemasangan.

Namun, bawaslu tetap memberikan tenggat waktu untuk melakukan pencopotan secara mandiri. ’’Hingga batas waktu yang kami berikan, ternyata tidak dilepas,’’ paparnya. Bawaslu akhirnya menggandeng satpol PP untuk melepas APK yang dinilai melanggar tersebut. 

- Advertisement -

Selain adanya lokasi pemasangan yang salah, ungkap Ulil, bawaslu juga menemukan sejumlah APK dengan konten provokatif. ’’Semisal, ada konten ’’Anda memasuki kawasan Caleg A’’,’’ katanya. Konten yang provokatif ini tak sesuai dengan PKPU 23 Tahun 2018.

Baca Juga :  Beningnya Mata Air dengan Beragam Ikan

Ulil menegaskan, saat ini bawaslu masih terfokus di kawasan Magersari. Karena, dua kecamatan lain, yakni Kranggan dan Prajurit Kulon, masih dalam proses peringatan.

’’Sudah kami berikan peringatan untuk segera melepasnya. Kalau sampai batas waktu tidak dilepas, maka kami akan melakukan pembersihan,’’ pungkas Ulil. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/