alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

FKUB Kutuk Tindakan Tak Manusiawi kepada Etnis Rohingya

MOJOKERTO – Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmarmendapat respons serius dari kalangan umat beragama Kota Mojokerto. Kekerasan hingga berdampak pada hilangnya beberapa nyawa cukup disesalkan kalangan umat beragama yang bernaung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga mereka mengutuk keras peristiwa yang muncul di negara berpenduduk 50 juta jiwa itu.

Namun, tak hanya itu, kejadian kekerasan tersebut juga cukup ditanggapi FKUB sebagai situasi yang wajib diinstropeksikan di setiap masing-masing agama, tak terkecuali di Kota Mojokerto. Hal itu agar terjalin situasi yang harmonis antar umat agama dan golongan lainnya demi menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Baca Juga :  Jaga SDM Berkualitas untuk Mencegah Stunting

Ketua FKUB Kota Mojokerto, KH Faqih Usman menyatakan sikap atas dampak dari kondisi Myanmar yang tercantum dalam lima kesepakatan antar umat beragama. Di mana, krisis yang melanda Myanmar dimungkinkan bisa berakibat fatal jika tidak langsung diredam. Hal ini yang akan mengancam stabilitas keamanan dunia dari hilangnya rasa kepercayaan diri masyarakat yang berkembang menjadi kekerasan.

Untuk itu, FKUB sebagai kelompok yang netral mencoba untuk menjembatani agar aksi tidak semakin meluas dan berkembang hingga ke Kota Mojokerto. Salah satunya dengan mendukung dan mendorong pemerintah agar bisa menyelesaikan situasi serta menjalin kerukunan antar umat beragama dan kelompok lainnya. Agar kehidupan bisa berjalan normal dan harmonis seperti semula.

Baca Juga :  Berkualitas dan Makin Digandrungi

’’FKUB menelurkan beberapa poin kesepakatan. Yakni, mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah untuk melakukan misi kemanusiaan ke Myanmar. Mengutuk tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan siapa pun dan dari kelompok manapun. Mengimbau semua pihak untuk instropeksi diri dan memohon kepada Tuhan. Agar dunia diberikan kedamaian, sejahteraan dan damai,’’ jelasnya.

’’FKUB juga mengajak semua pihak agar merapatkan barisan memperkuat kerukunan. Saling silaturahim, sehingga masalah cepat terselesaikan. Tokoh masyarakat, agama dan penentu kebijakan yang paling bisa mengengam umat berbangsa. FKUB mengusulkan adanya pertemuan dengan ormas yang ada,’’ pungkasnya. 

 

 

MOJOKERTO – Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmarmendapat respons serius dari kalangan umat beragama Kota Mojokerto. Kekerasan hingga berdampak pada hilangnya beberapa nyawa cukup disesalkan kalangan umat beragama yang bernaung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga mereka mengutuk keras peristiwa yang muncul di negara berpenduduk 50 juta jiwa itu.

Namun, tak hanya itu, kejadian kekerasan tersebut juga cukup ditanggapi FKUB sebagai situasi yang wajib diinstropeksikan di setiap masing-masing agama, tak terkecuali di Kota Mojokerto. Hal itu agar terjalin situasi yang harmonis antar umat agama dan golongan lainnya demi menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Baca Juga :  Hoax Ada sejak Tahun 1661, Pejabat hingga Presiden Pernah Jadi Korban

Ketua FKUB Kota Mojokerto, KH Faqih Usman menyatakan sikap atas dampak dari kondisi Myanmar yang tercantum dalam lima kesepakatan antar umat beragama. Di mana, krisis yang melanda Myanmar dimungkinkan bisa berakibat fatal jika tidak langsung diredam. Hal ini yang akan mengancam stabilitas keamanan dunia dari hilangnya rasa kepercayaan diri masyarakat yang berkembang menjadi kekerasan.

Untuk itu, FKUB sebagai kelompok yang netral mencoba untuk menjembatani agar aksi tidak semakin meluas dan berkembang hingga ke Kota Mojokerto. Salah satunya dengan mendukung dan mendorong pemerintah agar bisa menyelesaikan situasi serta menjalin kerukunan antar umat beragama dan kelompok lainnya. Agar kehidupan bisa berjalan normal dan harmonis seperti semula.

Baca Juga :  Kaya Prestasi, Bertabur Apresiasi
- Advertisement -

’’FKUB menelurkan beberapa poin kesepakatan. Yakni, mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah untuk melakukan misi kemanusiaan ke Myanmar. Mengutuk tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan siapa pun dan dari kelompok manapun. Mengimbau semua pihak untuk instropeksi diri dan memohon kepada Tuhan. Agar dunia diberikan kedamaian, sejahteraan dan damai,’’ jelasnya.

’’FKUB juga mengajak semua pihak agar merapatkan barisan memperkuat kerukunan. Saling silaturahim, sehingga masalah cepat terselesaikan. Tokoh masyarakat, agama dan penentu kebijakan yang paling bisa mengengam umat berbangsa. FKUB mengusulkan adanya pertemuan dengan ormas yang ada,’’ pungkasnya. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/