alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pemkab Cairkan Insentif Nakes Rp 4,1 Miliar

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Prof dr Soekandar Mojosari semringah. Insentif yang mereka nantikan akhirnya dicairkan Pemkab Mojokerto Jumat (6/8). Dengan total Rp 4,1 miliar lebih, garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 itu pun menerima rapelan enam bulan.

Para nakes itu terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat atau bidan, serta nakes laboratorium. ’’Alhamdulillah, insentif nakes RSUD Prof dr Soekandar sudah cair, nilainya Rp 4 miliar lebih. Dan saat ini bakal disusul RSUD RA Basoeni. Sekarang masih proses. Nilainya Rp 2 miliar lebih,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin.

Insentif nakes di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari mencapai Rp 4.181.857.154 diperuntukkan 288 nakes yang bertugas dalam penanganan Covid-19. Meliputi, dokter spesialis 21 orang, dokter umum 13 orang, perawat dan bidan 218 orang, dan penunjang laboratorium, radiologi, reformulasi, sebanyak 36 orang.

Besaran yang diterima pun berbeda-beda sesuai hitungan dalam keterlibatannya menangan pasien Covid-19. Dengan hitungan paling tinggi per bulan capai Rp 15 juta.

Baca Juga :  Kajati Jatim Resmikan Kantor Kejari Kota Mojokerto

Begitu juga untuk RSUD RA Basoeni Gedeg yang kini dalam proses. Anggarannya mencapai Rp 2,941.714.285. ’’Karena memang sebelumnya, belum dianggarkan. Insentif (nakes) ini akhirnya kita maksimalkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT),’’ tegasnya.

Selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ikfina juga memberikan apresiasi kepada para nakes yang terus berjuang dalam tim garda depan penanggulangan Covid-19. Langkah percepatan pencairan ini merupakan komitmen Pemkab Mojokerto untuk memberi penghargaan para nakes sebagai pahlawan kemanusiaan. ’’Nakes kita sudah kerja keras menyelamatkan nyawa orang lain, dengan taruhan risiko nyawa sendiri. Sebenarnya itu tidak bisa diganti dengan apa pun. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat pencairan ini,’’ katanya.

Dikatakannya, percepatan pencairan ini juga tergantung kecepatan pihak yang bertanggung jawab dalam proses administrasi. ’’Maka saya nyuwun tolong, tolong segera lengkapi syarat bagi rumah sakit yang belum,’’ tambahnya.

Karena butuh kehati-hatian, Inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) juga dilibatkan untuk melakukan review sebelum akhirnya usulan insentif melalui BPBD ini disetujinya dan ditindak lanjuti ke BPKAD. ’’Yang jelas, (pencairan) ini menjadi angin segar bagi nakes lantaran apa yang menjadi haknya sudah cair dan langsung dikirimkan ke rekening masing-masing nakes,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Urai Kerumunan, Pasar Tanjung Berlakukan Ganjil-Genap

Pencairan insentif ini sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Nomor HK.01.07/Menkes/ 447/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/ 392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Nakes yang Menangani Covid-19 pada 23 Juli 2020. Tak hanya, juga berdasarkan Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/ 4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Nakes yang menangani Covid-19 tertanggal 26 Maret 2021. Keputusan itu diperkuat SE Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI Nomor KU.03.07/II/ 1171/2020 tanggal 13 Juli 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Insentif Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Prof dr Soekandar Mojosari semringah. Insentif yang mereka nantikan akhirnya dicairkan Pemkab Mojokerto Jumat (6/8). Dengan total Rp 4,1 miliar lebih, garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 itu pun menerima rapelan enam bulan.

Para nakes itu terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat atau bidan, serta nakes laboratorium. ’’Alhamdulillah, insentif nakes RSUD Prof dr Soekandar sudah cair, nilainya Rp 4 miliar lebih. Dan saat ini bakal disusul RSUD RA Basoeni. Sekarang masih proses. Nilainya Rp 2 miliar lebih,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin.

Insentif nakes di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari mencapai Rp 4.181.857.154 diperuntukkan 288 nakes yang bertugas dalam penanganan Covid-19. Meliputi, dokter spesialis 21 orang, dokter umum 13 orang, perawat dan bidan 218 orang, dan penunjang laboratorium, radiologi, reformulasi, sebanyak 36 orang.

Besaran yang diterima pun berbeda-beda sesuai hitungan dalam keterlibatannya menangan pasien Covid-19. Dengan hitungan paling tinggi per bulan capai Rp 15 juta.

Baca Juga :  Pengabdian Prof Kusnandi Rusmil, Pahlawan Kesehatan Indonesia

Begitu juga untuk RSUD RA Basoeni Gedeg yang kini dalam proses. Anggarannya mencapai Rp 2,941.714.285. ’’Karena memang sebelumnya, belum dianggarkan. Insentif (nakes) ini akhirnya kita maksimalkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT),’’ tegasnya.

Selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ikfina juga memberikan apresiasi kepada para nakes yang terus berjuang dalam tim garda depan penanggulangan Covid-19. Langkah percepatan pencairan ini merupakan komitmen Pemkab Mojokerto untuk memberi penghargaan para nakes sebagai pahlawan kemanusiaan. ’’Nakes kita sudah kerja keras menyelamatkan nyawa orang lain, dengan taruhan risiko nyawa sendiri. Sebenarnya itu tidak bisa diganti dengan apa pun. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat pencairan ini,’’ katanya.

- Advertisement -

Dikatakannya, percepatan pencairan ini juga tergantung kecepatan pihak yang bertanggung jawab dalam proses administrasi. ’’Maka saya nyuwun tolong, tolong segera lengkapi syarat bagi rumah sakit yang belum,’’ tambahnya.

Karena butuh kehati-hatian, Inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) juga dilibatkan untuk melakukan review sebelum akhirnya usulan insentif melalui BPBD ini disetujinya dan ditindak lanjuti ke BPKAD. ’’Yang jelas, (pencairan) ini menjadi angin segar bagi nakes lantaran apa yang menjadi haknya sudah cair dan langsung dikirimkan ke rekening masing-masing nakes,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Indonesia Bertekad Jadi High-Income Country

Pencairan insentif ini sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Nomor HK.01.07/Menkes/ 447/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/ 392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Nakes yang Menangani Covid-19 pada 23 Juli 2020. Tak hanya, juga berdasarkan Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/ 4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Nakes yang menangani Covid-19 tertanggal 26 Maret 2021. Keputusan itu diperkuat SE Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI Nomor KU.03.07/II/ 1171/2020 tanggal 13 Juli 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Insentif Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19. 

Artikel Terkait

Most Read

Siapkan Tim Tambal Sulam Jalan

Artikel Terbaru


/