alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Borong Pentol, Bupati Gaet PKL Terapkan Prokes

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Plt Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono dan Kepala Disparpora Amat Susilo, menyerahkan 270 paket sembako untuk warga terdampak PPKM di Desa Claket dan 100 paket untuk warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Jumat siang (6/8).

Sambil memborong jajanan kaki lima pentol bakso di area wisata, Bupati Ikfina optimistis pariwisata di Kabupaten Mojokerto bisa dibuka segera. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerja sama lintas sektoral. Menurunkan level PPKM membutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam meneggakkan prokes. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada indikator-indikator penetapan level PPKM dari pemerintah pusat. Salah satunya penurunan angka kasus aktif Covid-19.

’’Jangan sampai tertular (Covid-19). Keramaian seperti ini sangat berisiko. Penjual harus berani mengingatkan. Kita harus pikirkan strategi seperti apa supaya wisata ini bisa dibuka, meski pandemi masih ada. Kalau penularan terjadi saat membuka masker dan tidak jaga jarak, berarti wajah tempat wisata kita harus diatur bagaimana supaya prokes-prokes itu bisa diterapkan. Di sentra kuliner juga harus difasilitasi penyekat. Harus ada terobosan dan inovasi, agar kita bisa bersahabat dengan Covid,’’ tegas bupati.

Baca Juga :  Disidak Bupati, PT Ajinomoto Telah Penuhi Standar Prokes Pemerintah

Bupati juga mengajak warga agar jangan hanya berharap pandemi Covid-19 segera pergi. Alasannya kuat, bupati ingin tercipta perubahan pola pikir di masyarakat dari ‘menunggu’ menjadi ‘berusaha menyesuaikan’. Selain langkah percepatan vaksinasi, bupati mendorong warga masyarakat bisa hidup tetap produktif, ulet tapi tetap aman dari Covid-19.

Bukan tanpa sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri bahkan belum bisa memprediksi kapan pandemi ini pergi. Virus Covid-19 bisa saja berubah sifat dari pandemik, menjadi endemik layaknya flu biasa. Dengan kata lain, manusialah yang harus bisa beradaptasi atau hidup menyesuaikan keadaan.

Pemahaman ini disampaikan Bupati Ikfina di hari yang sama saat menerima CSR 1.000 paket sembako dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Jumat pagi di peringgitan rumah dinas Bupati Mojokerto. Penyerahan CSR dilakukan Edi Prianto Direktur SDM PT. Pelindo III kepada Bupati Ikfina Fahmmawati, didampingi Asisten III, Plt Asisten I dan Kepala OPD.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Reaktif, Lima Petugas Coklit Dicoret

Bantuan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata mulai dari tukang parkir, loket pariwisata dan pedagang sekitar wisata. ’’Kita mampu untuk segera bangkit secara ekonomi, dengan percepatan vaksin dan cara menyamakan mindset. Tanamkan dalam diri, untuk tidak menunggu dan berharap saja pandemi segera pergi. Lebih dari itu, kita harus ubah mindset bagaimana kita bisa tetap ulet dan produktif dalam pandemi Covid,’’ tutur Bupati Ikfina. (tik)

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Plt Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono dan Kepala Disparpora Amat Susilo, menyerahkan 270 paket sembako untuk warga terdampak PPKM di Desa Claket dan 100 paket untuk warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Jumat siang (6/8).

Sambil memborong jajanan kaki lima pentol bakso di area wisata, Bupati Ikfina optimistis pariwisata di Kabupaten Mojokerto bisa dibuka segera. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerja sama lintas sektoral. Menurunkan level PPKM membutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam meneggakkan prokes. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada indikator-indikator penetapan level PPKM dari pemerintah pusat. Salah satunya penurunan angka kasus aktif Covid-19.

’’Jangan sampai tertular (Covid-19). Keramaian seperti ini sangat berisiko. Penjual harus berani mengingatkan. Kita harus pikirkan strategi seperti apa supaya wisata ini bisa dibuka, meski pandemi masih ada. Kalau penularan terjadi saat membuka masker dan tidak jaga jarak, berarti wajah tempat wisata kita harus diatur bagaimana supaya prokes-prokes itu bisa diterapkan. Di sentra kuliner juga harus difasilitasi penyekat. Harus ada terobosan dan inovasi, agar kita bisa bersahabat dengan Covid,’’ tegas bupati.

Baca Juga :  5 Pasien masih Kritis

Bupati juga mengajak warga agar jangan hanya berharap pandemi Covid-19 segera pergi. Alasannya kuat, bupati ingin tercipta perubahan pola pikir di masyarakat dari ‘menunggu’ menjadi ‘berusaha menyesuaikan’. Selain langkah percepatan vaksinasi, bupati mendorong warga masyarakat bisa hidup tetap produktif, ulet tapi tetap aman dari Covid-19.

Bukan tanpa sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri bahkan belum bisa memprediksi kapan pandemi ini pergi. Virus Covid-19 bisa saja berubah sifat dari pandemik, menjadi endemik layaknya flu biasa. Dengan kata lain, manusialah yang harus bisa beradaptasi atau hidup menyesuaikan keadaan.

Pemahaman ini disampaikan Bupati Ikfina di hari yang sama saat menerima CSR 1.000 paket sembako dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Jumat pagi di peringgitan rumah dinas Bupati Mojokerto. Penyerahan CSR dilakukan Edi Prianto Direktur SDM PT. Pelindo III kepada Bupati Ikfina Fahmmawati, didampingi Asisten III, Plt Asisten I dan Kepala OPD.

Baca Juga :  Dikira Gila, Terangkan Tsunami kok Ngomong Sendiri
- Advertisement -

Bantuan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata mulai dari tukang parkir, loket pariwisata dan pedagang sekitar wisata. ’’Kita mampu untuk segera bangkit secara ekonomi, dengan percepatan vaksin dan cara menyamakan mindset. Tanamkan dalam diri, untuk tidak menunggu dan berharap saja pandemi segera pergi. Lebih dari itu, kita harus ubah mindset bagaimana kita bisa tetap ulet dan produktif dalam pandemi Covid,’’ tutur Bupati Ikfina. (tik)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/