alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Tim Pengawas Seleksi Sekdes Mojokembang Telurkan Rekomendasi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelesaian polemik dugaan permainan dalam penjaringan Sekretaris Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet ditentukan hari ini. Itu setelah tim pengawas Kabupaten Mojokerto telah merampungkan investigasi yang dilakukan sejak dua hari terakhir ini.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengatakan, tim pengawas sudah bergerak cepat dengan melakukan klarifikasi seluruh peserta seleksi hingga camat. Sebagai pembanding, pemda sudah meminta keterangan terhadap tim ahli yang membidangi untuk bisa mengurai persoalan penjaringan Sekdes Mojokembang. ’’Semua tahapan sudah kita lakukan, paling cepat besok (hari ini) kita sudah simpulkan dan beri rekomendasi dalam penyelesaiannya,’’ ungkapnya, kemarin.

Tim pegawas tinggal menyusun hasil klarifikasi seluruh peserta, Kepala Desa Mojokembang berikut tim panitia pengangkatan perangkat desa seleksi, hingga eks Camat Pacet Agus Subiyanto.

Menurut Didik, dari keterangan yang diperoleh, diketahui memang ada sejumlah soal yang dipermasalahkan karena berpengaruh pada skor penilaian pada tiap peserta ujian yang ikut berkompetisi dalam perebutan jabatan sekdes ini. ’’Dari persoalan itu, akan kita tarik benang merahnya dengan menyesuaikan aturannya. Sehingga apa yang menjadi rekomendasi kita juga bisa fair dan bisa dipertanggung jawabkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Cari Petembak Muda Berbakat, Tingkatkan Perolehan Medali di Ajang Porprov

Rekomendasi apa yang diberikan tim pengawas? Didik, mengaku tim pengawas tak punya wewenang menyampaikannya. Sesuai Perbup No 85 Tahun 2018 tentang Perangkat Desa, tim hanya sebatas membantu dalam penyelesaiannya saja. Sebaliknya, hasil rekomendasi ini akan disampaikan ke tim panitia pengangkatan perangkat desa. ’’Jadi, panitia pengangkatan perangkat desa ini yang merilis. Tapi, sebelum kita sampaikan, kita rapatkan dulu dengan sekda. Apa yang menjadi hasil kajian tim pengawas ini,’’ tuturnya.

Sebelumnya, polemik ini bermula saat ada tiga kunci jawaban dari tiga soal dalam ujian salah yang berakibat pada nilai para peserta ujian. Masing-masing kunci jawaban dalam butir soal nomor 77 dan 86 untuk Matematika dan nomor 92 untuk pelajaran TIK.

Baca Juga :  Tuntaskan Sekarsari dan Lanjutkan Pengendalian Banjir

Dengan salahnya kunci jawaban, persoalan pun kian melabar. Salah satunya adanya dugaan jual beli jabatan dalam penjaringan Sekdes Mojokembang. Dugaan itu cukup kental lantaran ada peran Camat Pacet selaku pembuat soal melakukan utak atik soal yang berakibat pada skor para calon sekdes. Bahkan, merugikan, Afif Maulana Malik calon sekdes nomor peserta 6.

’’Kami mendorong diusut tuntas, karena indikasi berkaitan pengondisian sangat nampak,’’ ujar Kuasa hukum peserta seleksi, Afif Maulana Malik, Matyatim, SH. Selain meminta pemkab mengusut permasalahan administrasi, harusnya juga soal dugaan jual beli jabatan. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelesaian polemik dugaan permainan dalam penjaringan Sekretaris Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet ditentukan hari ini. Itu setelah tim pengawas Kabupaten Mojokerto telah merampungkan investigasi yang dilakukan sejak dua hari terakhir ini.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengatakan, tim pengawas sudah bergerak cepat dengan melakukan klarifikasi seluruh peserta seleksi hingga camat. Sebagai pembanding, pemda sudah meminta keterangan terhadap tim ahli yang membidangi untuk bisa mengurai persoalan penjaringan Sekdes Mojokembang. ’’Semua tahapan sudah kita lakukan, paling cepat besok (hari ini) kita sudah simpulkan dan beri rekomendasi dalam penyelesaiannya,’’ ungkapnya, kemarin.

Tim pegawas tinggal menyusun hasil klarifikasi seluruh peserta, Kepala Desa Mojokembang berikut tim panitia pengangkatan perangkat desa seleksi, hingga eks Camat Pacet Agus Subiyanto.

Menurut Didik, dari keterangan yang diperoleh, diketahui memang ada sejumlah soal yang dipermasalahkan karena berpengaruh pada skor penilaian pada tiap peserta ujian yang ikut berkompetisi dalam perebutan jabatan sekdes ini. ’’Dari persoalan itu, akan kita tarik benang merahnya dengan menyesuaikan aturannya. Sehingga apa yang menjadi rekomendasi kita juga bisa fair dan bisa dipertanggung jawabkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Cari Petembak Muda Berbakat, Tingkatkan Perolehan Medali di Ajang Porprov

Rekomendasi apa yang diberikan tim pengawas? Didik, mengaku tim pengawas tak punya wewenang menyampaikannya. Sesuai Perbup No 85 Tahun 2018 tentang Perangkat Desa, tim hanya sebatas membantu dalam penyelesaiannya saja. Sebaliknya, hasil rekomendasi ini akan disampaikan ke tim panitia pengangkatan perangkat desa. ’’Jadi, panitia pengangkatan perangkat desa ini yang merilis. Tapi, sebelum kita sampaikan, kita rapatkan dulu dengan sekda. Apa yang menjadi hasil kajian tim pengawas ini,’’ tuturnya.

Sebelumnya, polemik ini bermula saat ada tiga kunci jawaban dari tiga soal dalam ujian salah yang berakibat pada nilai para peserta ujian. Masing-masing kunci jawaban dalam butir soal nomor 77 dan 86 untuk Matematika dan nomor 92 untuk pelajaran TIK.

Baca Juga :  TNI Terjun Bantu Rehab Masjid Agung Al Fattah
- Advertisement -

Dengan salahnya kunci jawaban, persoalan pun kian melabar. Salah satunya adanya dugaan jual beli jabatan dalam penjaringan Sekdes Mojokembang. Dugaan itu cukup kental lantaran ada peran Camat Pacet selaku pembuat soal melakukan utak atik soal yang berakibat pada skor para calon sekdes. Bahkan, merugikan, Afif Maulana Malik calon sekdes nomor peserta 6.

’’Kami mendorong diusut tuntas, karena indikasi berkaitan pengondisian sangat nampak,’’ ujar Kuasa hukum peserta seleksi, Afif Maulana Malik, Matyatim, SH. Selain meminta pemkab mengusut permasalahan administrasi, harusnya juga soal dugaan jual beli jabatan. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/