alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Persiapan Porprov VIII 2023, PKL Stadion Mojosari Bakal Direlokasi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto mulai berancang-ancang melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di ruang terbuka hijau (RTH) kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari. Pembersihan dilakukan lantaran lokasi ini bakal menjadi tempat pertandingan Porprov VIII 2023.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengatakan, sejumlah persiapan menyambut Porprov VIII tahun depan sudah mulai dilakukan. Pemkab sudah melakukan rapat koordinasi bersama lintas OPD agar pelaksanaannya bisa lebih optimal. ’’Manfaatkan momen ini paling tidak ada tiga sukses yang kita raih, sukses penyelenggaraan, prestasi, dan sukses ekonomi,’’ ungkapnya.

Sebagai langkah awal, pemda mulai berancang-ancang melakukan penataan PKL yang berada kompleks stadion. Puluhan pedagang yang menjamur dan terlihat kumuh itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab agar tertata lebih baik. Dengan harapan gelaran Porprov VIII tahun depan bisa ditangkap secara maksimal. ’’Bagaimana menyajikan daerah kita bagus dan bersih, termasuk penataan kaitannya dengan PKL. Tentu akan jadi prioritas kami. Apalagi, Porprov VIII ini jadi kesempatan kita untuk suksesi pemulihan dan dongkrak ekonomi kerakyatan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Siswa, Barongsai, dan Gusdurian Peduli Korban Bencana

Hanya saja, pihaknya tak mau gegabah merelokasi para PKL tersebut. Pemkab akan koordinasikan lintas OPD terkait. Mulai Disbudporapar, Disperindag, DLH, dan Satpol PP selaku penegak perda.

Didik menambahkan, pemkab tak mau relokasi yang dilakukan malah menimbulkan polemik di tingkat bawah. ’’Jadi, kita akan libatkan desa dan kacamatan juga sebagai pemilik wilayah. Prinsip kami, penataan juga harus tepat sasaran agar peluang suksesi ekonomi betu-betul kena,’’ katanya.

Di sisi lain, sebagai tindak lanjut, saat ini pemkab juga tengah menginventarisasi lokasi yang bakal menjadi arena kompetisi. Termasuk, sarana dan prasarana. ’’Perlu kita rumuskan lebih matang, kita akan melihat lebih dan kurangnya. Termasuk relokasi PKL itu tidak boleh grusah grusuh,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kartu Prakerja Jadi Best Practice dan Pilot Project Program Nasional

Keberadaan para PKL di kompleks Stadion Gajah Mada ini berbanding terbalik dengan kondisi pusat oleh-oleh Jotangan Center yang berada sekitar 200 meter tak jauh dari area stadion. Pembangunan yang menelan anggaran Rp 5 miliar itu sedianya sebagai sentra perdagangan malah terkesan mati suri.

Hingga kini, pemanfaatannya belum maksimal dan belum memberikan asas manfaat bagi masyarakat. Baik di tribun maupun pembangunan stan dan ruko yang berada dalam satu kompleks. Banyak stan tak berpenghuni. Kondisinya juga cukup memprihatinkan dan tanpa perawatan.

Khusus Jotangan Center, belakangan konstruksi yang dibangun tahun 2018 lalu menelan anggaran Rp 1,1 miliar sejauh ini masih mangkrak. Padahal, disebut-sebut tribun ini sebelumnya digadang-gadang bakal difungsikan sebagai relokasi PKL GOR Stadion Gajah Mojosari. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto mulai berancang-ancang melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di ruang terbuka hijau (RTH) kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari. Pembersihan dilakukan lantaran lokasi ini bakal menjadi tempat pertandingan Porprov VIII 2023.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengatakan, sejumlah persiapan menyambut Porprov VIII tahun depan sudah mulai dilakukan. Pemkab sudah melakukan rapat koordinasi bersama lintas OPD agar pelaksanaannya bisa lebih optimal. ’’Manfaatkan momen ini paling tidak ada tiga sukses yang kita raih, sukses penyelenggaraan, prestasi, dan sukses ekonomi,’’ ungkapnya.

Sebagai langkah awal, pemda mulai berancang-ancang melakukan penataan PKL yang berada kompleks stadion. Puluhan pedagang yang menjamur dan terlihat kumuh itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab agar tertata lebih baik. Dengan harapan gelaran Porprov VIII tahun depan bisa ditangkap secara maksimal. ’’Bagaimana menyajikan daerah kita bagus dan bersih, termasuk penataan kaitannya dengan PKL. Tentu akan jadi prioritas kami. Apalagi, Porprov VIII ini jadi kesempatan kita untuk suksesi pemulihan dan dongkrak ekonomi kerakyatan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Bakal Sediakan Gerai Vaksin

Hanya saja, pihaknya tak mau gegabah merelokasi para PKL tersebut. Pemkab akan koordinasikan lintas OPD terkait. Mulai Disbudporapar, Disperindag, DLH, dan Satpol PP selaku penegak perda.

Didik menambahkan, pemkab tak mau relokasi yang dilakukan malah menimbulkan polemik di tingkat bawah. ’’Jadi, kita akan libatkan desa dan kacamatan juga sebagai pemilik wilayah. Prinsip kami, penataan juga harus tepat sasaran agar peluang suksesi ekonomi betu-betul kena,’’ katanya.

Di sisi lain, sebagai tindak lanjut, saat ini pemkab juga tengah menginventarisasi lokasi yang bakal menjadi arena kompetisi. Termasuk, sarana dan prasarana. ’’Perlu kita rumuskan lebih matang, kita akan melihat lebih dan kurangnya. Termasuk relokasi PKL itu tidak boleh grusah grusuh,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Putar Otak Cari Formulasi Terbaik
- Advertisement -

Keberadaan para PKL di kompleks Stadion Gajah Mada ini berbanding terbalik dengan kondisi pusat oleh-oleh Jotangan Center yang berada sekitar 200 meter tak jauh dari area stadion. Pembangunan yang menelan anggaran Rp 5 miliar itu sedianya sebagai sentra perdagangan malah terkesan mati suri.

Hingga kini, pemanfaatannya belum maksimal dan belum memberikan asas manfaat bagi masyarakat. Baik di tribun maupun pembangunan stan dan ruko yang berada dalam satu kompleks. Banyak stan tak berpenghuni. Kondisinya juga cukup memprihatinkan dan tanpa perawatan.

Khusus Jotangan Center, belakangan konstruksi yang dibangun tahun 2018 lalu menelan anggaran Rp 1,1 miliar sejauh ini masih mangkrak. Padahal, disebut-sebut tribun ini sebelumnya digadang-gadang bakal difungsikan sebagai relokasi PKL GOR Stadion Gajah Mojosari. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/