alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Klaim Pasien Covid-19 Turun, Target PAD RSUD RA Basoeni Mojokerto Turun

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pengajuan utang yang dilakukan Pemkab Mojokerto sebesar Rp 148 miliar melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dipastikan menambah beban dua rumah sakit. Apalagi, tahun ini, RSUD RA Basoeni menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD). Dari Rp 70 miliar menjadi Rp 55 miliar. Penurunan ini lantaran tak ada lagi klaim perawatan pasien Covid-19.

Plt Direktur RSUD RA Basoeni Ulum Rokhmat Rohmawan memastikan tak terbebani atas pembayaran angsuran yang bakal dibebankan ke RS. Sebab, dengan peningkatan fasyankes, akan meningkatkan pendapatan. ’’Karena PAD kita juga tiap tahun terus meningkat tajam. Apalagi dengan peningkatan layanan, dipastikan akan meningkat lagi, jadi kita optimis,’’ ungkapnya.

Menurutnya, sesuai data, tiga tahun terakhir, PAD yang masuk di rumah sakit pelat merah ini terkerek naik. Utamanya, di tengah membeludaknya kasus Covid-19 yang terjadi di 2021. Tercatat, hingga akhir tahun pendapatan masuk sebesar Rp 80 miliar lebih. Realisasi ini lebih tinggi daripada target awal tahun Rp 36 miliar dan PAK Rp 70 miliar. ’’Realisasi ini juga naik 100 persen lebih dibanding 2020 yang hanya Rp 32 miliar dan 2019 diangka Rp 29 miliar. Jadi ada surplus,’’ bebernya.

Baca Juga :  MPLS SDN Wates 2, Tumbuhkan Karakter Pancasila dan Berbakat

Hanya saja, lanjut Ulum, untuk 2022 ini, rumah sakit daerah ini tak berani menargetkan PAD-nya seperti tahun sebelumnya. Sejumlah faktor jadi pertimbangan. Salah satunya menurutnya pasien Covid-19 yang berpengaruh pada penurunan klaim biaya perawatan. Sebab, kata Ulum, melambungnya pendapatan di 2021, salah satu faktor penentu tak lain tingginya pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tipe C tersebut.

’’Di 2022 ini kita rasionalisasi. Karena klaim Covid-19 tidak seperti 2021, sedangkan ruangan tetap kita siapkan. Tetapi tidak bisa kita tempati untuk merawat lainnya, ini akhirnya yang membuat kita tak bisa patok PAD seperti tahun lalu,’’ jelasnya.

Meski kondisi ruang dan perawatan lainnya hampir selalu penuh tiap harinya, tahun ini dipastikan tak mampu melampaui pendapatan di 2021 yang kondisi pasien Covid-19 yang sangat tinggi. ’’Sehingga kita target sesuai penghitungan ulang, tahun ini sekitar Rp 55 miliar. Dengan jumlah pegawai yang tidak banyak berubah, dan tidak ada penambahan, kita yakini masih surplus,’’ tambahnya.

Ulum memastikan, angka ini bisa saja kembali melambung saat pemkab serius dengan melakukan peningkatan fasyankes. Dengan utang pemerintah pusat melalui program PEN ini, dipastikan akan berdampak pada peningkatan pendapatan di tahun-tahun berikutnya. Apalagi dengan anggaran Rp 58 miliar itu, nantinya bakal difokuskan pada bangunan fisik empat lantai. Khususnya untuk pengembangan ruang rawat inap kelas satu, dua dan tiga yang berada di bagian belakang agar lebih layak. ’’Dengan begitu, total nanti ada sekitar 200 ruang rawat inap tersedia,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Info Penting! Wali Kota Mojokerto Ning Ita Buka 1.575 Lowongan Kerja

Menurutnya, peningkatan fasyankes ini memang karena sering terjadinya overload. Banyaknya pasien yang berobat di rumah sakit yang ada di Utara Sungai Brantas itu membuat pemerintah perlu perluasan. ’’Ketambahan lagi, ternyata selama ini banyak warga Jombang yang juag berobat ke situ karena dianggap lebih dekat,’’ tandasnya.

Dengan peningkatan fasyankes, penanganan dan pendapatan juga akan naik. Baik melalui sistem klaim BPJS atau pun sistem lainnya. ’’Jadi, dipastikan tidak akan mengguncang APBD, angsuran utang bisa ditanggung rumah sakit karena ada kenaikan PAD,’’ tuturnya.

Sebelumnya, pengajuan utang yang diajukan Pemkab Mojokerto sebesar Rp 148 miliar ke pemerintah pusat melalui program PEN masih buram. Hingga kini, pemkab masih menunggu proses persetujuan atas pengajuan yang akan digunakan untuk peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di dua RSUD. ’’Belum ada persetujuan, dalam waktu dekat kita akan melakukan audensi dulu dengan PT selaku penyedia dananya itu,’’ ungkap Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pengajuan utang yang dilakukan Pemkab Mojokerto sebesar Rp 148 miliar melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dipastikan menambah beban dua rumah sakit. Apalagi, tahun ini, RSUD RA Basoeni menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD). Dari Rp 70 miliar menjadi Rp 55 miliar. Penurunan ini lantaran tak ada lagi klaim perawatan pasien Covid-19.

Plt Direktur RSUD RA Basoeni Ulum Rokhmat Rohmawan memastikan tak terbebani atas pembayaran angsuran yang bakal dibebankan ke RS. Sebab, dengan peningkatan fasyankes, akan meningkatkan pendapatan. ’’Karena PAD kita juga tiap tahun terus meningkat tajam. Apalagi dengan peningkatan layanan, dipastikan akan meningkat lagi, jadi kita optimis,’’ ungkapnya.

Menurutnya, sesuai data, tiga tahun terakhir, PAD yang masuk di rumah sakit pelat merah ini terkerek naik. Utamanya, di tengah membeludaknya kasus Covid-19 yang terjadi di 2021. Tercatat, hingga akhir tahun pendapatan masuk sebesar Rp 80 miliar lebih. Realisasi ini lebih tinggi daripada target awal tahun Rp 36 miliar dan PAK Rp 70 miliar. ’’Realisasi ini juga naik 100 persen lebih dibanding 2020 yang hanya Rp 32 miliar dan 2019 diangka Rp 29 miliar. Jadi ada surplus,’’ bebernya.

Baca Juga :  45 Bacalon Peserta Pilkades Serentak di Mojokerto Dicoret

Hanya saja, lanjut Ulum, untuk 2022 ini, rumah sakit daerah ini tak berani menargetkan PAD-nya seperti tahun sebelumnya. Sejumlah faktor jadi pertimbangan. Salah satunya menurutnya pasien Covid-19 yang berpengaruh pada penurunan klaim biaya perawatan. Sebab, kata Ulum, melambungnya pendapatan di 2021, salah satu faktor penentu tak lain tingginya pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tipe C tersebut.

’’Di 2022 ini kita rasionalisasi. Karena klaim Covid-19 tidak seperti 2021, sedangkan ruangan tetap kita siapkan. Tetapi tidak bisa kita tempati untuk merawat lainnya, ini akhirnya yang membuat kita tak bisa patok PAD seperti tahun lalu,’’ jelasnya.

Meski kondisi ruang dan perawatan lainnya hampir selalu penuh tiap harinya, tahun ini dipastikan tak mampu melampaui pendapatan di 2021 yang kondisi pasien Covid-19 yang sangat tinggi. ’’Sehingga kita target sesuai penghitungan ulang, tahun ini sekitar Rp 55 miliar. Dengan jumlah pegawai yang tidak banyak berubah, dan tidak ada penambahan, kita yakini masih surplus,’’ tambahnya.

- Advertisement -

Ulum memastikan, angka ini bisa saja kembali melambung saat pemkab serius dengan melakukan peningkatan fasyankes. Dengan utang pemerintah pusat melalui program PEN ini, dipastikan akan berdampak pada peningkatan pendapatan di tahun-tahun berikutnya. Apalagi dengan anggaran Rp 58 miliar itu, nantinya bakal difokuskan pada bangunan fisik empat lantai. Khususnya untuk pengembangan ruang rawat inap kelas satu, dua dan tiga yang berada di bagian belakang agar lebih layak. ’’Dengan begitu, total nanti ada sekitar 200 ruang rawat inap tersedia,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pembentukan Gakkumdu Mojokerto Paling Lambat 8 Agustus

Menurutnya, peningkatan fasyankes ini memang karena sering terjadinya overload. Banyaknya pasien yang berobat di rumah sakit yang ada di Utara Sungai Brantas itu membuat pemerintah perlu perluasan. ’’Ketambahan lagi, ternyata selama ini banyak warga Jombang yang juag berobat ke situ karena dianggap lebih dekat,’’ tandasnya.

Dengan peningkatan fasyankes, penanganan dan pendapatan juga akan naik. Baik melalui sistem klaim BPJS atau pun sistem lainnya. ’’Jadi, dipastikan tidak akan mengguncang APBD, angsuran utang bisa ditanggung rumah sakit karena ada kenaikan PAD,’’ tuturnya.

Sebelumnya, pengajuan utang yang diajukan Pemkab Mojokerto sebesar Rp 148 miliar ke pemerintah pusat melalui program PEN masih buram. Hingga kini, pemkab masih menunggu proses persetujuan atas pengajuan yang akan digunakan untuk peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di dua RSUD. ’’Belum ada persetujuan, dalam waktu dekat kita akan melakukan audensi dulu dengan PT selaku penyedia dananya itu,’’ ungkap Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/