alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pendataan Keluarga 2021, Bupati Ikfina Jadi Sasaran Perdana

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keluarga Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati tercatat sebagai responden pertama dalam Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) di Kabupaten Mojokerto. Selasa (6/4), Ikfina menjawab secara objektif sejumlah pertanyaan tentang pembangunan keluarga yang diajukan kader PK21. Selain untuk menyediakan kebutuhan keluarga di berbagai aspek, pendataan nantinya juga berfungsi mendukung pembangunan dan stabilitas nasional.

Sejumlah pertanyaan tentang kondisi keluarga diajukan petugas survei dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan (DP2TP2A) Kabupaten Mojokerto kepada orang nomor satu di Pemkab Mojokerto itu. Bahkan, Ikfina sempat menceritakan tentang bagaimana ia mendampingi kedua putrinya belajar selama masa pandemi Covid-19. Bahwa keterbatasan aktivitas tak serta merta menghentikan proses pembelajaran, baik secara formal maupun nonformal.

Nah, hal ini yang seharusnya turut mendorong para orang tua agar sebisa mungkin turut mendampingi proses tumbuh kembang buah hatinya. ’’Anak saya kalau belajar basket, juga lewat daring (dalam jaringan). Kan masih bisa bagaimana dribbling yang baik dengan dipantau lewat video,’’ terangnya.

Baca Juga :  Upah Buruh Kota Tidak Naik

Ibu tiga anak ini juga menuturkan betapa pentingnya data atau profil kependudukan. Khususnya di tingkatan keluarga, mulai dari usia balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Dengan pengumpulan data primer ini, ke depan pemerintah bisa menginventarisasi kebutuhan masyarakat.

Inventarisasi tidak sekadar menyediakan kebutuhan masyarakat keluarga lewat program Keluarga Berencana saja. Namun, juga memenuhi semua jenis kebutuhan guna mendukung program pembangunan secara umum dan luas. Khususnya di bidang kesehatan yang penekanannya lebih diarahkan dalam pengurangan angka stunting.

Ikfina bahkan menegaskan pentingnya persiapan seorang ibu dalam merawat dan mendidik anak, mulai dari proses kehamilan hingga usia dua tahun. Di mana, pemenuhan gizi wajib diperhatikan agar pertumbuhan anak berjalan normal dan sehat. ’’Sebetulnya yang penting seribu hari pertama kehidupan itu sendiri. Bagaimana seorang ibu itu menyiapkan kehamilan, menjalani kehamilan dan memperhatikan gizi anaknya sampai usia 2 tahun. Supaya tepat sasaran, mohon partisipasi masyarakat untuk proses pendataan dalam mensukseskan program pembangunan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Petani Cabai Merugi

Sementara itu, pendataan keluarga 2021 berlangsung mulai 1 April hingga 31 Mei 2021. 345.666 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 18 kecamatan bakal didatangi kader terlatih yang berasal dari RT/RW di lingkungan tempat tinggal.

Sebelumnya, DP2KBP2 telah melatih 2.304 kader dan penyuluh lapangan KB yang siap menjalankan misi pembangunan. Masing-masing ditugasi mendata tak kurang dari 150 KK dengan menggunakan dua metode, yakni langsung atau lewat formulir dan daring atau lewat smartphone.

’’Program ini Kegiatan strategis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) untuk kepentingan perencanaan, evaluasi, dan pengukuran kinerja sampai dengan wilayah administrasi terkecil,’’ pungkas Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keluarga Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati tercatat sebagai responden pertama dalam Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) di Kabupaten Mojokerto. Selasa (6/4), Ikfina menjawab secara objektif sejumlah pertanyaan tentang pembangunan keluarga yang diajukan kader PK21. Selain untuk menyediakan kebutuhan keluarga di berbagai aspek, pendataan nantinya juga berfungsi mendukung pembangunan dan stabilitas nasional.

Sejumlah pertanyaan tentang kondisi keluarga diajukan petugas survei dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan (DP2TP2A) Kabupaten Mojokerto kepada orang nomor satu di Pemkab Mojokerto itu. Bahkan, Ikfina sempat menceritakan tentang bagaimana ia mendampingi kedua putrinya belajar selama masa pandemi Covid-19. Bahwa keterbatasan aktivitas tak serta merta menghentikan proses pembelajaran, baik secara formal maupun nonformal.

Nah, hal ini yang seharusnya turut mendorong para orang tua agar sebisa mungkin turut mendampingi proses tumbuh kembang buah hatinya. ’’Anak saya kalau belajar basket, juga lewat daring (dalam jaringan). Kan masih bisa bagaimana dribbling yang baik dengan dipantau lewat video,’’ terangnya.

Baca Juga :  Desa Kweden Kembar, Era Modernisasi hingga Wader Pari

Ibu tiga anak ini juga menuturkan betapa pentingnya data atau profil kependudukan. Khususnya di tingkatan keluarga, mulai dari usia balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Dengan pengumpulan data primer ini, ke depan pemerintah bisa menginventarisasi kebutuhan masyarakat.

Inventarisasi tidak sekadar menyediakan kebutuhan masyarakat keluarga lewat program Keluarga Berencana saja. Namun, juga memenuhi semua jenis kebutuhan guna mendukung program pembangunan secara umum dan luas. Khususnya di bidang kesehatan yang penekanannya lebih diarahkan dalam pengurangan angka stunting.

Ikfina bahkan menegaskan pentingnya persiapan seorang ibu dalam merawat dan mendidik anak, mulai dari proses kehamilan hingga usia dua tahun. Di mana, pemenuhan gizi wajib diperhatikan agar pertumbuhan anak berjalan normal dan sehat. ’’Sebetulnya yang penting seribu hari pertama kehidupan itu sendiri. Bagaimana seorang ibu itu menyiapkan kehamilan, menjalani kehamilan dan memperhatikan gizi anaknya sampai usia 2 tahun. Supaya tepat sasaran, mohon partisipasi masyarakat untuk proses pendataan dalam mensukseskan program pembangunan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Memasuki Tahap Akhir Penyelesaian
- Advertisement -

Sementara itu, pendataan keluarga 2021 berlangsung mulai 1 April hingga 31 Mei 2021. 345.666 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 18 kecamatan bakal didatangi kader terlatih yang berasal dari RT/RW di lingkungan tempat tinggal.

Sebelumnya, DP2KBP2 telah melatih 2.304 kader dan penyuluh lapangan KB yang siap menjalankan misi pembangunan. Masing-masing ditugasi mendata tak kurang dari 150 KK dengan menggunakan dua metode, yakni langsung atau lewat formulir dan daring atau lewat smartphone.

’’Program ini Kegiatan strategis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) untuk kepentingan perencanaan, evaluasi, dan pengukuran kinerja sampai dengan wilayah administrasi terkecil,’’ pungkas Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi. 

Artikel Terkait

Most Read

Bikin si Pitung Makin Pede

KPU Batalkan Launching Pilkada

Cuaca Buruk, Harga Ikan Melambung

Warga Kesulitan Air Bersih

Artikel Terbaru


/