alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

APD Tenaga Medis Dipastikan Cukup

Di tengah pendemi virus korona, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis masih aman. Di sisi lain, daerah sudah dapat bagian dari pemerintah pusat. Pemkab sendiri tetap buka tangan dari siapa pun yang ingin men-support dalam percepatan penenganan virus ini.

’’Kami pun posisinya bahasanya membuka tangan. Kalau ada yang membantu silakan,’’ ungkap Bupati Mojokerto Pungkasiadi, usai koordinasi soal penanganan Covid-19, di Mapolresta Mojokerto, kemarin.

Menurutnya, selain setiap daerah dapat bagian dari pusat, pemda juga tak akan menutup diri dalam percepatan penanganan sekaligus pencegahan persebaran virus korona. ’’Tapi yang saya pastikan, APD dan masker untuk tenaga medisnya saja sudah cukup,’’ tegasnya.

Namun, untuk lain-lain, belum tahu kebutuhannya berapa. Untuk itu, sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto sudah diperintahkan membeli sebagai upaya mencukupi kebutuhan secara luas. Apalagi, saat ini pemerintah pusat juga menganjurkan masyarat untuk memakai masker saat terpaksa keluar rumah dan berinteraksi dengan sesama. ’’Dan bahkan, kami posisinya tidak ada masalah. Perang ini adalah perang bersama. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan semua elemen masyarakat. Siapa pun minta untuk bareng-bareng mencegah Covid-19 ini,’’ paparnya.

Baca Juga :  Siswa SMK Negeri Dibebani Sumbangan, Nilainya hingga Rp 1,5 Juta

Kendati begitu, untuk APD dan masker, pihaknya meminta berhati-hati. Khusunya untuk dokter. Karena ada spek-spek medis yang harus dilakukan. APD benar-benar harus yang standar. Termasuk masker, masyarakat juga harus memakai semua. ’’Arahan-arahan dari tenaga medis. Yang kain itu boleh dicuci, karena memang arahannya sekarang harus pakai semua. Apalagi, yang posisi interaksi antarorang,’’ terangnya.

Sejauh ini, pemda sudah mempersiapakan anggaran Rp 50 miliar. Hal itu juga sedang dibahas. Sayangnya, Pungkasiadi tak membeber peruntukan anggaran tersebut. Yang jelas, lanjutnya, untuk penanganan dan pencegahan korona. ’’Kami juga ingin apresiasi untuk intensif tenaga medis. Kemudian soal sosial ekonominya, di sini mulai pangan dan dampaknya ini harus diperhatikan semua,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Lima Orang Bunuh Diri Selama Pandemi

Sementara itu, dari penelusuran di lapangan, diketahui, di salah satu puskesmas mengaku hanya dapat lima APD saja dari pemerintah. Angka ini tak seimbang dengan personel tenaga medis yang ada. ’’APD lima, tapi pegawai puskesmasnya ada 25 lebih,’’ ungkap salah seorang tega medis yang enggan disebutkan namanya.

Tentunya, kondisi ini sangat kontraproduktif dengan penegasan bupati jika APD untuk tenaga medis aman. ’’Saya aja harus pakai APD wajah dengan mika sampul. Sedangkan, untuk bajunya, saya harus beli dan pakai jas hujan,’’ tandasnya.

Tak hanya di puskemasmas di mana dirinya bertugas. Kelangkaan APD juga hampir terjadi di semua puskesmas yang ada. ’’Rata-rata tenaga medis buat secara mandiri untuk APD. Masker, baju, sampai penutup wajah,’’ tandasnya.

Di tengah pendemi virus korona, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis masih aman. Di sisi lain, daerah sudah dapat bagian dari pemerintah pusat. Pemkab sendiri tetap buka tangan dari siapa pun yang ingin men-support dalam percepatan penenganan virus ini.

’’Kami pun posisinya bahasanya membuka tangan. Kalau ada yang membantu silakan,’’ ungkap Bupati Mojokerto Pungkasiadi, usai koordinasi soal penanganan Covid-19, di Mapolresta Mojokerto, kemarin.

Menurutnya, selain setiap daerah dapat bagian dari pusat, pemda juga tak akan menutup diri dalam percepatan penanganan sekaligus pencegahan persebaran virus korona. ’’Tapi yang saya pastikan, APD dan masker untuk tenaga medisnya saja sudah cukup,’’ tegasnya.

Namun, untuk lain-lain, belum tahu kebutuhannya berapa. Untuk itu, sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto sudah diperintahkan membeli sebagai upaya mencukupi kebutuhan secara luas. Apalagi, saat ini pemerintah pusat juga menganjurkan masyarat untuk memakai masker saat terpaksa keluar rumah dan berinteraksi dengan sesama. ’’Dan bahkan, kami posisinya tidak ada masalah. Perang ini adalah perang bersama. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan semua elemen masyarakat. Siapa pun minta untuk bareng-bareng mencegah Covid-19 ini,’’ paparnya.

Baca Juga :  Seluruh Paramedis RSUD Harus Pakai APD

Kendati begitu, untuk APD dan masker, pihaknya meminta berhati-hati. Khusunya untuk dokter. Karena ada spek-spek medis yang harus dilakukan. APD benar-benar harus yang standar. Termasuk masker, masyarakat juga harus memakai semua. ’’Arahan-arahan dari tenaga medis. Yang kain itu boleh dicuci, karena memang arahannya sekarang harus pakai semua. Apalagi, yang posisi interaksi antarorang,’’ terangnya.

Sejauh ini, pemda sudah mempersiapakan anggaran Rp 50 miliar. Hal itu juga sedang dibahas. Sayangnya, Pungkasiadi tak membeber peruntukan anggaran tersebut. Yang jelas, lanjutnya, untuk penanganan dan pencegahan korona. ’’Kami juga ingin apresiasi untuk intensif tenaga medis. Kemudian soal sosial ekonominya, di sini mulai pangan dan dampaknya ini harus diperhatikan semua,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Tujuh Meninggal Selama Pandemi
- Advertisement -

Sementara itu, dari penelusuran di lapangan, diketahui, di salah satu puskesmas mengaku hanya dapat lima APD saja dari pemerintah. Angka ini tak seimbang dengan personel tenaga medis yang ada. ’’APD lima, tapi pegawai puskesmasnya ada 25 lebih,’’ ungkap salah seorang tega medis yang enggan disebutkan namanya.

Tentunya, kondisi ini sangat kontraproduktif dengan penegasan bupati jika APD untuk tenaga medis aman. ’’Saya aja harus pakai APD wajah dengan mika sampul. Sedangkan, untuk bajunya, saya harus beli dan pakai jas hujan,’’ tandasnya.

Tak hanya di puskemasmas di mana dirinya bertugas. Kelangkaan APD juga hampir terjadi di semua puskesmas yang ada. ’’Rata-rata tenaga medis buat secara mandiri untuk APD. Masker, baju, sampai penutup wajah,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/