alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Predator Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Ini Sekarang Jadi Buruan

MOJOKERTO – Pasca maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, banyak warga menyerbu penjual ikan cupang. Tujuannya, ikan tersebut ditempatkan di kamar mandi hingga bisa memangsa jentik.

Rifki, 40, warga asal Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mengatakan, pasca maraknya DBD, kini memang banyak masyarakat di desanya mulai mengisi bak mandinya dengan ikan cupang.

Pasalnya, untuk ikan yang biasa disebut ikan tarung tersebut, memang dikenal sebagai ikan predator yang bisa memangsa jentik di bak mandi hingga sekejap habis. ”Kalau ikan lain bisa makan jentik juga, tapi lebih cepet ikan cupang,’’ katanya Rabu (6/2). Kurniati, 25, warga Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko juga mengatakan yang sama.

Baca Juga :  Enam Bulan, Sembilan Ribu Karyawan di Mojokerto Di-PHK

Dari banyaknya kasus DBD yang menyerang tetangganya, dirinya lansung berinisiatif untuk membeli ikan cupang. Karena setahu dirinya ikan cupang bisa cepat menghabiskan jentik jika dibandingkan dengan ikan lainnya. ”Apalagi kalau cuma nguras bak setiap hari, ya nanti pasti ada lagi jentiknya.

Kalau ikan cupang sudah banyak tetangga saya yang ditaruh di bak mandi,’’ paparnya. Untuk itu, Kurniati berharap, dengan ikan cupang tersebut keluarganya tidak sampai menjadi korban DBD selanjutnya. ”Soalnya di Kecamatan Puri itu sudah banyak yang terkena DBD. Jadi, harus hati-hati,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Langit Kresna Janitra membenarkan untuk ikanisasi yang dilakukan oleh warga yang ditempatkan di bak mandi sangat tepat dalam membasmi jentik. ”Kalau ikan cupang itu memang bagus,’’ katanya.

Baca Juga :  Rusunawa Penuh Pasien Covid-19, Pemkot Siapkan Gedung Diklat

Langit menambahkan, dari sosialisasi yang dilakukan oleh Dinkes kemarin, tidak hanya meminta warga untuk membeli ikan cupang saja dalam membasmi jentik. Namun, yang tak kala penting warga juga harus melakukan 3M (menutup, mengubur, dan menguras) secara rutin. ”Dan bisa ikan apa saja, yang penting bisa memakan jentik,’’ pungkasnya. (ras)

MOJOKERTO – Pasca maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, banyak warga menyerbu penjual ikan cupang. Tujuannya, ikan tersebut ditempatkan di kamar mandi hingga bisa memangsa jentik.

Rifki, 40, warga asal Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mengatakan, pasca maraknya DBD, kini memang banyak masyarakat di desanya mulai mengisi bak mandinya dengan ikan cupang.

Pasalnya, untuk ikan yang biasa disebut ikan tarung tersebut, memang dikenal sebagai ikan predator yang bisa memangsa jentik di bak mandi hingga sekejap habis. ”Kalau ikan lain bisa makan jentik juga, tapi lebih cepet ikan cupang,’’ katanya Rabu (6/2). Kurniati, 25, warga Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko juga mengatakan yang sama.

Baca Juga :  Terapkan Metode 7P

Dari banyaknya kasus DBD yang menyerang tetangganya, dirinya lansung berinisiatif untuk membeli ikan cupang. Karena setahu dirinya ikan cupang bisa cepat menghabiskan jentik jika dibandingkan dengan ikan lainnya. ”Apalagi kalau cuma nguras bak setiap hari, ya nanti pasti ada lagi jentiknya.

Kalau ikan cupang sudah banyak tetangga saya yang ditaruh di bak mandi,’’ paparnya. Untuk itu, Kurniati berharap, dengan ikan cupang tersebut keluarganya tidak sampai menjadi korban DBD selanjutnya. ”Soalnya di Kecamatan Puri itu sudah banyak yang terkena DBD. Jadi, harus hati-hati,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Langit Kresna Janitra membenarkan untuk ikanisasi yang dilakukan oleh warga yang ditempatkan di bak mandi sangat tepat dalam membasmi jentik. ”Kalau ikan cupang itu memang bagus,’’ katanya.

Baca Juga :  Soal Proyek Rumdin Wabup, Dewan Panggil Konsultan hingga Pemborong
- Advertisement -

Langit menambahkan, dari sosialisasi yang dilakukan oleh Dinkes kemarin, tidak hanya meminta warga untuk membeli ikan cupang saja dalam membasmi jentik. Namun, yang tak kala penting warga juga harus melakukan 3M (menutup, mengubur, dan menguras) secara rutin. ”Dan bisa ikan apa saja, yang penting bisa memakan jentik,’’ pungkasnya. (ras)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/