alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Belasan Honorer RSUD Kota Bakal Dirumahkan

KOTA, Jawa  Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 11 tenaga kesehatan (nakes) yang berstatus pegawai kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, hanya bisa bekerja sampai Maret nanti. Pasalnya, formasi mereka bakal digantikan dengan pegawai CPNS yang dinyatakan lolos tahun lalu.

Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini SpA mengatakan, Juli tahun lalu, pihaknya merekrut 20 nakes dengan sistem kontrak kerja. Ada delapan nakes lain-lain (nakesla) seperti petugas rehab medik, pelayanan. Lalu, 11 perawat dan 1 dokter umum. Kontrak kerja mereka seharusnya habis pada tanggal 31 Desember lalu. Namun, karena bagian pelayanan masih membutuhkan tenaga, maka kontrak mereka diperpanjang.  ’’Perpanjangannya beda-beda. Kalau yang dokter dan nakesla kita kontrak lagi sampai akhir Desember nanti. Nah, yang sebelas perawat ini kita hanya bisa memperpanjang kontrak sampai 22 Maret nanti karena tahun ini kita sudah punya formasi perawat sebanyak 20 orang dari seleksi CPNS kemarin,’’ ujarnya, kemarin.

Baca Juga :  Kuota Pelamar Tak Terpenuhi, Selter Diperpanjang

dr Trias menuturkan kini para pegawai tak tetap tersebut tak lagi ditempatkan pada ruang isolasi Covid-19. Sebab, ruang isolasi Covid-19 nihil pasien. Selain itu, kasus Covid-19 sudah dimasukkan ke dalam kategori penyakit infeksius. Sehingga, gedung isolasi khusus penyakit korona kini ditiadakan. ’’Mereka sekarang tidak lagi di ruang isolasi Covid-19. Selain karena nihil pasien Covid-19, saat ini semua penyakit menular seperti Covid-19, HIV, TBC kita jadikan satu dalam gedung infeksius. Semua penanganan penyakit infeksius atau non-infeksius saat ini penanganannya harus berbeda ruang,’’ ulasnya.

Adapun, saat ini gedung penanganan penyakit infeksius ditempatkan di Ruangan Jayanegara. Dengan kapasitas tempat tidur (TT) reguler sebanyak 13 dan ruang ICU sejumlah 12 TT. Disinggung terkait wacana penambahan nakes apabila ada lonjakan kasus, dokter spesialis anak ini mengaku belum bisa memprediksi apakah ada proses rekrutmen lagi atau tidak. Namun, dia memastikan dengan adanya penambahan formasi sebanyak 20 perawat dari CPNS itu, seharusnya kekurangan nakes bisa dioptimalkan. ’’Seharusnya bisa dioptimalkan berkat ada penambahan 20 formasi itu. Ya, mudah-mudahan jangan sampai ada kenaikan kasus lagi seperti tahun lalu,’’ bebernya. (oce/fen)

Baca Juga :  Bupati Harapkan Penerima dari Masyarakat yang Membutuhkan

KOTA, Jawa  Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 11 tenaga kesehatan (nakes) yang berstatus pegawai kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, hanya bisa bekerja sampai Maret nanti. Pasalnya, formasi mereka bakal digantikan dengan pegawai CPNS yang dinyatakan lolos tahun lalu.

Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini SpA mengatakan, Juli tahun lalu, pihaknya merekrut 20 nakes dengan sistem kontrak kerja. Ada delapan nakes lain-lain (nakesla) seperti petugas rehab medik, pelayanan. Lalu, 11 perawat dan 1 dokter umum. Kontrak kerja mereka seharusnya habis pada tanggal 31 Desember lalu. Namun, karena bagian pelayanan masih membutuhkan tenaga, maka kontrak mereka diperpanjang.  ’’Perpanjangannya beda-beda. Kalau yang dokter dan nakesla kita kontrak lagi sampai akhir Desember nanti. Nah, yang sebelas perawat ini kita hanya bisa memperpanjang kontrak sampai 22 Maret nanti karena tahun ini kita sudah punya formasi perawat sebanyak 20 orang dari seleksi CPNS kemarin,’’ ujarnya, kemarin.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Jadi Wali Kota pada 8 Desember

dr Trias menuturkan kini para pegawai tak tetap tersebut tak lagi ditempatkan pada ruang isolasi Covid-19. Sebab, ruang isolasi Covid-19 nihil pasien. Selain itu, kasus Covid-19 sudah dimasukkan ke dalam kategori penyakit infeksius. Sehingga, gedung isolasi khusus penyakit korona kini ditiadakan. ’’Mereka sekarang tidak lagi di ruang isolasi Covid-19. Selain karena nihil pasien Covid-19, saat ini semua penyakit menular seperti Covid-19, HIV, TBC kita jadikan satu dalam gedung infeksius. Semua penanganan penyakit infeksius atau non-infeksius saat ini penanganannya harus berbeda ruang,’’ ulasnya.

Adapun, saat ini gedung penanganan penyakit infeksius ditempatkan di Ruangan Jayanegara. Dengan kapasitas tempat tidur (TT) reguler sebanyak 13 dan ruang ICU sejumlah 12 TT. Disinggung terkait wacana penambahan nakes apabila ada lonjakan kasus, dokter spesialis anak ini mengaku belum bisa memprediksi apakah ada proses rekrutmen lagi atau tidak. Namun, dia memastikan dengan adanya penambahan formasi sebanyak 20 perawat dari CPNS itu, seharusnya kekurangan nakes bisa dioptimalkan. ’’Seharusnya bisa dioptimalkan berkat ada penambahan 20 formasi itu. Ya, mudah-mudahan jangan sampai ada kenaikan kasus lagi seperti tahun lalu,’’ bebernya. (oce/fen)

Baca Juga :  JMSI Jamin Anggotanya Media yang Kredibel

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/