alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Pohon Tumbang Tak Mampu Menahan Terpaan Angin Kencang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari terjun langsung untuk meninjau lokasi kejadian pohon tumbang di Jalan Residen Pamuji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (6/1) malam.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Ikromul Yasak, Ning Ita sapaan akrab wali kota melakukan koordinasi untuk melakukan proses evakuasi.

Guna mengantisipasi potensi bencana alam yang disebabkan angin kencang, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga menginstruksikan petugas untuk melakukan perantingan. Khususnya, pada pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.

Di sisi lain, Ning Ita juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini. “Khususnya yang sedang beraktivitas di luar rumah. Apalagi, jika berada di sekitar pohon dan bangunan nonpermanen yang rawan diterpa angin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Over Kapasitas, Pedagang Pasar Tanjung Direlokasi

Dalam kesempatan tersebut, wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang mengakibatkan satu orang warganya meninggal dunia.

Hari ini Ning Ita berencana akan menyempatkan diri untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga korban tewas yang diketahui bernama Heri Dwie Tanoyo, asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari.

Tadi malam wilayah Kota Mojokerto dilanda hujan deras yang disertai angin. Akibatnya, sebuah pohon yang tepat berada di depan Pasar Tanjung Anyar itu tumbang dan menimpa pengendara motor yang tengah berboncengan.

Satu di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya harus mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Syarat CPNS Dari Formasi Guru, Minimal IPK 3.00

Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak menyebutkan jika tumbangnya pohon disebabkan kencangnya terpaan angin. Pasalnya, pohon masih dalam kondisi normal dan baru saja mendapat perantingan rutin. “Kondisi pohon tidak ada yang keropos, tapi akarnya tidak kuat menahan kencangnya angin,” bebernya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari terjun langsung untuk meninjau lokasi kejadian pohon tumbang di Jalan Residen Pamuji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (6/1) malam.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Ikromul Yasak, Ning Ita sapaan akrab wali kota melakukan koordinasi untuk melakukan proses evakuasi.

Guna mengantisipasi potensi bencana alam yang disebabkan angin kencang, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga menginstruksikan petugas untuk melakukan perantingan. Khususnya, pada pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.

Di sisi lain, Ning Ita juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini. “Khususnya yang sedang beraktivitas di luar rumah. Apalagi, jika berada di sekitar pohon dan bangunan nonpermanen yang rawan diterpa angin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Makin Pedas, Gula Mulai Merangkai Naik

Dalam kesempatan tersebut, wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang mengakibatkan satu orang warganya meninggal dunia.

Hari ini Ning Ita berencana akan menyempatkan diri untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga korban tewas yang diketahui bernama Heri Dwie Tanoyo, asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari.

- Advertisement -

Tadi malam wilayah Kota Mojokerto dilanda hujan deras yang disertai angin. Akibatnya, sebuah pohon yang tepat berada di depan Pasar Tanjung Anyar itu tumbang dan menimpa pengendara motor yang tengah berboncengan.

Satu di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya harus mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Body Shaming, Cuekin dan Anggap Angin Lalu

Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak menyebutkan jika tumbangnya pohon disebabkan kencangnya terpaan angin. Pasalnya, pohon masih dalam kondisi normal dan baru saja mendapat perantingan rutin. “Kondisi pohon tidak ada yang keropos, tapi akarnya tidak kuat menahan kencangnya angin,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/