alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Rapat Awal Tahun, Plt Bupati Bahas TPP Model Baru

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab mulai membahas persiapan penerapan dan skema Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) model baru. Yakni, berdasarkan Kepmendagri 061-5449.

Jika TPP yang telah berlaku mengacu pada tiga hal, kelas jabatan, nilai jabatan, dan indek harga nilai jabatan, maka rencana TPP model baru yang bersandar pada Kepmendagri nantinya akan lebih kompleks.

Yaitu, menyangkut kelas jabatan (kelas 1-16), Tukin BPK (terendah Rp 1.540.000 dan tertinggi Rp 36.870.000), kapasitas fiskal daerah (0,85), indek kemahalan konstruksi (97,78), Indek Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (IPPD), indek TPP (0,79185404), basic TPP (terendah Rp 1.219.455 dan tertinggi Rp 29.195.685), persetujuan Mendagri, dan evaluasi jabatan harus sudah divalidasi Kemen PAN-RB.

Rencananya, PNS akan menerima TPP sesuai basic TPP. ’’Namun di samping skema perhitungan tersebut, ada konsekuensi yang dapat mengurangi TPP. Yakni, menyangkut capaian kinerja, kedisiplinan, pelaporan LHKPN/LHKASN, pembayaran TP-TGR, dan pembuatan PK serta SKP,’’ terang Asisten Pembangunan dan Perekonomian Musta’in, pada rapat staf awal tahun 2020 yang dipimpin Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, bersama Sekdakab Herry Suwito, Asisten, serta seluruh Kepala OPD, di di ruang Satya Bina Karya, Senin (6/1).

Baca Juga :  Persem Incar Eks Pelatih Liga 1

Selain persiapan TPP model baru, dalam rapat juga mengemuka kabar menggembirakan. Pemkab Mojokerto berhasil meraup 89 poin atau termasuk lima besar di Jawa Timur atas penilaian Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah).

Rincian Korsupgah meliputi nilai perencanaan dan pengganggaran mencapai 97, pengadaan barang dan jasa 73, pelaksanaan pelayanaan terpadu satu pintu 87, kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) 75, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) 98, dana desa 89, optimalisasi pendapatan daerah 100, dan manajemen aset 97.

’’Target nilai maksimal kita adalah 80. Ini artinya Pemerintah Kabupaten Mojokerto sukses melampaui target tersebut,’’ ungkap Sekdakab Herry Suwito.

Sementara itu, Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengupas rencana Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di beberapa wilayah. Meliputi Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertosusila), Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Selingkar Wilis, Lintas Selatan, Selingkar Ijen, kawasan Madura dan Kepulauan.

Baca Juga :  Nekat Tatap Muka, Sekolah akan Disanksi

’’Untuk implementasi Perpres 80, kita telah memetakan beberapa rancangan. Antara lain, flyover Kenanten yang akan terus kita coba upayakan, pengembangan situs Trowulan dan Perahu Majapahit, pembangunan TPA regional, proyek jalan tol Mojokerto-Gempol, serta Kawasan Ekonomi Utara Sungai (EKA) termasuk plot pendidikan, dan kesehatan,’’ katanya.

Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan untuk tahun anggaran 2020 adalah instruksi agar semua kegiatan berjalan sesuai DPA. Tidak ada lagi keterlambatan proses pelaksanan, dan harus sesuai juknis.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab mulai membahas persiapan penerapan dan skema Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) model baru. Yakni, berdasarkan Kepmendagri 061-5449.

Jika TPP yang telah berlaku mengacu pada tiga hal, kelas jabatan, nilai jabatan, dan indek harga nilai jabatan, maka rencana TPP model baru yang bersandar pada Kepmendagri nantinya akan lebih kompleks.

Yaitu, menyangkut kelas jabatan (kelas 1-16), Tukin BPK (terendah Rp 1.540.000 dan tertinggi Rp 36.870.000), kapasitas fiskal daerah (0,85), indek kemahalan konstruksi (97,78), Indek Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (IPPD), indek TPP (0,79185404), basic TPP (terendah Rp 1.219.455 dan tertinggi Rp 29.195.685), persetujuan Mendagri, dan evaluasi jabatan harus sudah divalidasi Kemen PAN-RB.

Rencananya, PNS akan menerima TPP sesuai basic TPP. ’’Namun di samping skema perhitungan tersebut, ada konsekuensi yang dapat mengurangi TPP. Yakni, menyangkut capaian kinerja, kedisiplinan, pelaporan LHKPN/LHKASN, pembayaran TP-TGR, dan pembuatan PK serta SKP,’’ terang Asisten Pembangunan dan Perekonomian Musta’in, pada rapat staf awal tahun 2020 yang dipimpin Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, bersama Sekdakab Herry Suwito, Asisten, serta seluruh Kepala OPD, di di ruang Satya Bina Karya, Senin (6/1).

Baca Juga :  Kali Ini Sentuh Ruang PPTK, SDK dan Kepala Dinas Kesehatan

Selain persiapan TPP model baru, dalam rapat juga mengemuka kabar menggembirakan. Pemkab Mojokerto berhasil meraup 89 poin atau termasuk lima besar di Jawa Timur atas penilaian Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah).

Rincian Korsupgah meliputi nilai perencanaan dan pengganggaran mencapai 97, pengadaan barang dan jasa 73, pelaksanaan pelayanaan terpadu satu pintu 87, kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) 75, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) 98, dana desa 89, optimalisasi pendapatan daerah 100, dan manajemen aset 97.

- Advertisement -

’’Target nilai maksimal kita adalah 80. Ini artinya Pemerintah Kabupaten Mojokerto sukses melampaui target tersebut,’’ ungkap Sekdakab Herry Suwito.

Sementara itu, Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengupas rencana Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di beberapa wilayah. Meliputi Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertosusila), Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Selingkar Wilis, Lintas Selatan, Selingkar Ijen, kawasan Madura dan Kepulauan.

Baca Juga :  Bentar Swalayan Gulung Tikar

’’Untuk implementasi Perpres 80, kita telah memetakan beberapa rancangan. Antara lain, flyover Kenanten yang akan terus kita coba upayakan, pengembangan situs Trowulan dan Perahu Majapahit, pembangunan TPA regional, proyek jalan tol Mojokerto-Gempol, serta Kawasan Ekonomi Utara Sungai (EKA) termasuk plot pendidikan, dan kesehatan,’’ katanya.

Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan untuk tahun anggaran 2020 adalah instruksi agar semua kegiatan berjalan sesuai DPA. Tidak ada lagi keterlambatan proses pelaksanan, dan harus sesuai juknis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/