alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Sekolah dan Dinas Pendidikan Sepakat PMP Diajarkan Kembali

MOJOKERTO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang membahas wacana mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) untuk kembali diajarkan di sekolah.

SDN dan Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto pun sepakat dengan wacana tersebut.

Salah satunya adalah Kapala SDN Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Ahmad Muzar. Dia mengaku setuju dengan rencana Kemendikbud untuk mengembalikan mata pelajaran (mapel) PMP ke sekolah.

Pasalnya, Muzar melihat dari sekolahnya sendiri, kini siswanya banyak yang masih minim tentang pengetahuan moral dan Pancasila. ”Kalau setahu saya PMP itu memang bagus. Apalagi untuk murid pada zaman ini,’’ katanya, Rabu (5/12).

Baca Juga :  Berburu Bakso dan Sate Ayam di Tanah Suci

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Maryono, juga menyatakan setuju perihal kembali diajarkannya mapel PMP.

Mapel tersebut dinilai cukup baik dan pas dalam membangun pendidikan karakter bagi generasi saat ini dari bawah. ”Karena katakter itu adalah dasar,’’ tegasnya.

Tidak hanya itu. Menurut Maryono mapel yang pernah diajarkan di era Orde Baru tersebut dianggap relevan untuk pendidikan saat ini. Di mana saat ini para siswa dinilai mengalami krisis akan pengetahuan Pancasila.

”Kami setuju dengan rencana ini, dan itu memang sangat baik,’’ jelasnya. Namun, sejauh ini, lanjut Maryono, pihaknya belum mendapati infomasi lebih lanjut dari Provinsi Jatim mengenai kelanjutanya. ”Bahkan provinsi belum memberikan infomasi sama sekali,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Mantap Pindah Faskes, Tinggal Klik Mobile JKN

Namun, saat disinggung soal kesiapan guru mapel PMP di Mojokerto, dia enggan berkomentar jauh. Dengan alasan, penerapan PMP ini baru dalam rencana.

”Saya dengar Kemendikbud merencanakan sistem baru untuk pemerataan guru di Indonesia. Jadi, untuk kelanjutannya kami belum tahu,’’ paparnya.  

Di sisi lain, dia berharap mapel PMP secepatnya bisa diterapkan dan diajarkan kembali di sekolah-sekolah. ”Karena saya percaya itu efeknya akan positif,’’ tandasnya. 

 

 

MOJOKERTO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang membahas wacana mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) untuk kembali diajarkan di sekolah.

SDN dan Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto pun sepakat dengan wacana tersebut.

Salah satunya adalah Kapala SDN Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Ahmad Muzar. Dia mengaku setuju dengan rencana Kemendikbud untuk mengembalikan mata pelajaran (mapel) PMP ke sekolah.

Pasalnya, Muzar melihat dari sekolahnya sendiri, kini siswanya banyak yang masih minim tentang pengetahuan moral dan Pancasila. ”Kalau setahu saya PMP itu memang bagus. Apalagi untuk murid pada zaman ini,’’ katanya, Rabu (5/12).

Baca Juga :  Berburu Bakso dan Sate Ayam di Tanah Suci
- Advertisement -

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Maryono, juga menyatakan setuju perihal kembali diajarkannya mapel PMP.

Mapel tersebut dinilai cukup baik dan pas dalam membangun pendidikan karakter bagi generasi saat ini dari bawah. ”Karena katakter itu adalah dasar,’’ tegasnya.

Tidak hanya itu. Menurut Maryono mapel yang pernah diajarkan di era Orde Baru tersebut dianggap relevan untuk pendidikan saat ini. Di mana saat ini para siswa dinilai mengalami krisis akan pengetahuan Pancasila.

”Kami setuju dengan rencana ini, dan itu memang sangat baik,’’ jelasnya. Namun, sejauh ini, lanjut Maryono, pihaknya belum mendapati infomasi lebih lanjut dari Provinsi Jatim mengenai kelanjutanya. ”Bahkan provinsi belum memberikan infomasi sama sekali,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Ditetapkan KPK Tersangka, Keberadaan Zainal Masih Buram

Namun, saat disinggung soal kesiapan guru mapel PMP di Mojokerto, dia enggan berkomentar jauh. Dengan alasan, penerapan PMP ini baru dalam rencana.

”Saya dengar Kemendikbud merencanakan sistem baru untuk pemerataan guru di Indonesia. Jadi, untuk kelanjutannya kami belum tahu,’’ paparnya.  

Di sisi lain, dia berharap mapel PMP secepatnya bisa diterapkan dan diajarkan kembali di sekolah-sekolah. ”Karena saya percaya itu efeknya akan positif,’’ tandasnya. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/