alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Sentuh 15 Ribu Peserta

Event Menulis Surat untuk Kepala Daerah terus mendapat respon positif dari kalangan pelajar. Belasan ribu siswa telah mendaftar sebagai peserta ajang besutan Jawa Pos Radar Mojokerto ini.

Wakil ketua panitia event Ahmad Basuni mengatakan dari jumlah pendaftar yang tercatat dalam data panitia per kemarin (4/11) terkumpul sebanyak 15.705 pelajar. Itu terdiri dari pelajar SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten. ’’Sebanyak 41 SMP Negeri di Kabupaten semuanya sudah mendaftar dengan berbagai jumlah siswa yang beragam dari masing-masing sekolah,’’ ungkapnya.

Bertambahnya peserta ini membuktikan adanya semangat siswa untuk menuangkan kreativitas literasi mereka lewat event yang menggandeng PT Pos Indonesia Cabang Mojokerto ini. Sekaligus, sebagai bentuk pembelajaran sekolah terkait korespondensi di masa kini. ’’Dalam surat ini, siswa bisa menyampaikan isi hati mereka tentang pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Serta, harapan pembelajaran yang diimpikan mereka ditujukan untuk kepala daerah,’’ terang Basuni.

Baca Juga :  DBD Meluas, Kadinkes: Fogging Dilakukan ketika Ada Kasus Kematian

Lanjutnya, waktu penulisan surat yang bertemakan Surat Siswa Dariku untuk Ibu ini dilaksanakan hingga 17 November nanti. Untuk kartu pos dan perangkonya, pelajar bisa membelinya melalui panitia. Yakni, di kantor Jawa Pos Radar Mojokerto di Jalan RA Basuni 96, Jampirogo, Kecamatan Sooko. Atau, melalui koordinator wilayah kecamatan masing-masing serta dikirim ke sekolah dengan harga Rp 5 ribu. Pengumpulan kartu pos paling lambat 17 November mendatang disertai cap pos.

Semua kartu pos yang masuk ke panitia dikelompokkan sesuai jenjang pendidikan. Tentunya, setelah pelaksanaan lomba, bakal ada hadiah bagi para pemenang. Yakni, berupa tabungan Bank Jatim senilai Rp 500 ribu serta beberapa hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia. ’’Pemenang akan ditentukan dengan sistem pengundian, yang akan ditayangkan live di Instagram Jawa Pos Radar Mojokerto pada 22 November nanti,’’ tukasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Ribuan Kartu Pos Diterima Peserta

 

Event Menulis Surat untuk Kepala Daerah terus mendapat respon positif dari kalangan pelajar. Belasan ribu siswa telah mendaftar sebagai peserta ajang besutan Jawa Pos Radar Mojokerto ini.

Wakil ketua panitia event Ahmad Basuni mengatakan dari jumlah pendaftar yang tercatat dalam data panitia per kemarin (4/11) terkumpul sebanyak 15.705 pelajar. Itu terdiri dari pelajar SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten. ’’Sebanyak 41 SMP Negeri di Kabupaten semuanya sudah mendaftar dengan berbagai jumlah siswa yang beragam dari masing-masing sekolah,’’ ungkapnya.

Bertambahnya peserta ini membuktikan adanya semangat siswa untuk menuangkan kreativitas literasi mereka lewat event yang menggandeng PT Pos Indonesia Cabang Mojokerto ini. Sekaligus, sebagai bentuk pembelajaran sekolah terkait korespondensi di masa kini. ’’Dalam surat ini, siswa bisa menyampaikan isi hati mereka tentang pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Serta, harapan pembelajaran yang diimpikan mereka ditujukan untuk kepala daerah,’’ terang Basuni.

Baca Juga :  PPKM Darurat Diperpanjan. Ning Ita: Kulo Mboten Tego

Lanjutnya, waktu penulisan surat yang bertemakan Surat Siswa Dariku untuk Ibu ini dilaksanakan hingga 17 November nanti. Untuk kartu pos dan perangkonya, pelajar bisa membelinya melalui panitia. Yakni, di kantor Jawa Pos Radar Mojokerto di Jalan RA Basuni 96, Jampirogo, Kecamatan Sooko. Atau, melalui koordinator wilayah kecamatan masing-masing serta dikirim ke sekolah dengan harga Rp 5 ribu. Pengumpulan kartu pos paling lambat 17 November mendatang disertai cap pos.

Semua kartu pos yang masuk ke panitia dikelompokkan sesuai jenjang pendidikan. Tentunya, setelah pelaksanaan lomba, bakal ada hadiah bagi para pemenang. Yakni, berupa tabungan Bank Jatim senilai Rp 500 ribu serta beberapa hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia. ’’Pemenang akan ditentukan dengan sistem pengundian, yang akan ditayangkan live di Instagram Jawa Pos Radar Mojokerto pada 22 November nanti,’’ tukasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  DBD Meluas, Kadinkes: Fogging Dilakukan ketika Ada Kasus Kematian

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/