alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

27 Rumah Terendam Banjir Kali Lamong

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hingga Jumat pagi (5/11), 21 rumah di Dusun Klanting dan Dusun Pulo, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, terendam banjir. Luapan Kali Lamong juga sempat menggenangi enam tempat tinggal penduduk Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kamis malam (4/11). Kini, bantuan logistik dan peralatan darurat berangsur mengalir.

Pantauan di lokasi, dampak luapan kedua ini memang lebih luas dari sebelumnya. Selain empat rumah di sekitar Jembatan Dusun Klanting, banjir juga merendam sejumlah bangunan yang berdiri di tepi Kali Lamong. ’’Rumah-rumah yang di dalam kampung di bagian tepi Kali Lamong juga mulai kena (terdampak banjir),’’ terang Edi Wibowo, warga Dusun Klanting.

Tak hanya di Dusu Klanting, luapan yang mulai terjadi pada Kamis malam itu telah sampai di Dusun Pulo. Warga dan relawan mencatat, di dua dusun ini total terdapat 21 rumah yang terdampak banjir. ’’Iya benar memang 21 rumah. Itu di Klanting dan Pulo,’’ tegas Mulyani, warga sekaligus anggota Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  70 Hadiah Diundi untuk Peserta

Selain berdampak ke lebih banyak rumah, ketinggian banjir luapan juga lebih parah. Hampir separo bangunan rumah yang berada di posisi daratan terendam. Tingkat ketinggian banjir mencapai satu meter lebih. Tren banjir tersebut berangsur surut menjelang siang kemarin. Yani menyebut, setelah pukul 12.00 air berangsur surut dan praktis sudah bersih sekitar pukul 16.30. ’’Kalau sekarang sudah habis bersih. Untuk kondisi cuacanya hujan terus reda, sekarang gerimis lagi,’’ ujarnya kemarin petang.

Selama rumahnya terendam banjir, warga yang terdampak otomatis tidak bisa melakukan aktivitas memasak. Belum ada dapur umum yang dibangun. Kebutuhan konsumsi sejauh ini disuplai dengan gotong royong dari warga dan relawan setempat. ’’Tadi pagi dapat nasi bungkus dari warung gratis. Terus makan siang tadi diberi 50 anggota bungkus dari anggota senam dengan dibantu teman-teman relawan Humas Dawarblandong,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Jatuh Dari Atap, Timpa Pemilik Rumah, Alasan Mau Beli Rokok

Sejumlah bantuan logistik juga mulai berdatangan. Kemarin, mereka mendapat paket beras, mi instan, serta minyak goreng dari organisasi kemanusiaan dan partai politik. BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah menyerahkan bantuan perlengkapan darurat. Berupa lima lembar terpal, 15 lembar selimut, serta 15 lembar matras. ’’Kami langsung melakukan pemantauan ke lokasi terdampak dan menyerahkan bantuan awal itu kemarin malam (Kamis malam, Red),’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Djoko Supangkat.

Saat BPBD turun ke Dusun Klanting itu, warga Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, dibantu enam personel Polsek Dawarblandong tengah berusaha mengevakuasi perabotan dari rumah yang terdampak banjir. Kapolsek Dawarblandong Iptu Agus Sugiharto menyebut, luapan Kali Lamong itu mengakibatkan enam rumah di sekitar Jembatan Talunbrak terendam. ’’Ada enam rumah terdampak. Kami melakukan pemantauan debit air dan membantu mengamankan harta benda yang terdampak banjir,’’ terangnya. (adi/abi)

 

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hingga Jumat pagi (5/11), 21 rumah di Dusun Klanting dan Dusun Pulo, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, terendam banjir. Luapan Kali Lamong juga sempat menggenangi enam tempat tinggal penduduk Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kamis malam (4/11). Kini, bantuan logistik dan peralatan darurat berangsur mengalir.

Pantauan di lokasi, dampak luapan kedua ini memang lebih luas dari sebelumnya. Selain empat rumah di sekitar Jembatan Dusun Klanting, banjir juga merendam sejumlah bangunan yang berdiri di tepi Kali Lamong. ’’Rumah-rumah yang di dalam kampung di bagian tepi Kali Lamong juga mulai kena (terdampak banjir),’’ terang Edi Wibowo, warga Dusun Klanting.

Tak hanya di Dusu Klanting, luapan yang mulai terjadi pada Kamis malam itu telah sampai di Dusun Pulo. Warga dan relawan mencatat, di dua dusun ini total terdapat 21 rumah yang terdampak banjir. ’’Iya benar memang 21 rumah. Itu di Klanting dan Pulo,’’ tegas Mulyani, warga sekaligus anggota Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Komunitas Motor, Karta hingga Seniman Gelar Donor Darah

Selain berdampak ke lebih banyak rumah, ketinggian banjir luapan juga lebih parah. Hampir separo bangunan rumah yang berada di posisi daratan terendam. Tingkat ketinggian banjir mencapai satu meter lebih. Tren banjir tersebut berangsur surut menjelang siang kemarin. Yani menyebut, setelah pukul 12.00 air berangsur surut dan praktis sudah bersih sekitar pukul 16.30. ’’Kalau sekarang sudah habis bersih. Untuk kondisi cuacanya hujan terus reda, sekarang gerimis lagi,’’ ujarnya kemarin petang.

Selama rumahnya terendam banjir, warga yang terdampak otomatis tidak bisa melakukan aktivitas memasak. Belum ada dapur umum yang dibangun. Kebutuhan konsumsi sejauh ini disuplai dengan gotong royong dari warga dan relawan setempat. ’’Tadi pagi dapat nasi bungkus dari warung gratis. Terus makan siang tadi diberi 50 anggota bungkus dari anggota senam dengan dibantu teman-teman relawan Humas Dawarblandong,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Kecam Paham Radikalisme, Dukung Pengusutan Penusukan Menko Polhukam

Sejumlah bantuan logistik juga mulai berdatangan. Kemarin, mereka mendapat paket beras, mi instan, serta minyak goreng dari organisasi kemanusiaan dan partai politik. BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah menyerahkan bantuan perlengkapan darurat. Berupa lima lembar terpal, 15 lembar selimut, serta 15 lembar matras. ’’Kami langsung melakukan pemantauan ke lokasi terdampak dan menyerahkan bantuan awal itu kemarin malam (Kamis malam, Red),’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Djoko Supangkat.

- Advertisement -

Saat BPBD turun ke Dusun Klanting itu, warga Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, dibantu enam personel Polsek Dawarblandong tengah berusaha mengevakuasi perabotan dari rumah yang terdampak banjir. Kapolsek Dawarblandong Iptu Agus Sugiharto menyebut, luapan Kali Lamong itu mengakibatkan enam rumah di sekitar Jembatan Talunbrak terendam. ’’Ada enam rumah terdampak. Kami melakukan pemantauan debit air dan membantu mengamankan harta benda yang terdampak banjir,’’ terangnya. (adi/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/