alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kampanyekan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik

MOJOKERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggelar lomba peragaan busana daur ulang dan kreasi daur ulang, Rabu (24/10).

Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan mengkampanyekan praktik pengurangan penggunaan kantong plastik. Yakni, dengan melombakan busana daur ulang nonsampah kantong plastik.

Event Fashion Recycle Festival (FRF) Kota Mojokerto itu digelar di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Jalan Raya Ijen Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Ratusan peserta mengikuti event itu dari tingkat umum dan pelajar.

Karena DLH Kota Mojokerto membuka lomba untuk kategori umum dan pelajar. DLH bekerja sama dengan bank sampah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata.

Baca Juga :  Sembuh dari Covid, Wali Kota Segera Ngantor

Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak, mengatakan, kegiatan tersebut mengusung kreativitas tanpa batas warga Kota Mojokerto untuk pemanfaatan daur ulang sampah. ’’Yang dilombakan daur ulang. Kreasi daur ulang dijadikan barang-barang yang bermanfaat dan peragaan busana,’’ ungkapnya.

Event ini tahun lalu digelar di TPA Randegan. Namun, kali ini digelar di Taman Kehati. Itu agar mengedukasi masyarakat dalam hal pengurangan sampah. Dan ajang kreasi bagi generasi muda dalam pemanfaatan sampah.

’’Antusiasme masyarakat cukup bagus dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini. Dan event ini akan dijadikan agenda rutin tahunan. Ini merupakan tahun kedua. Tahun pertama kita gelar di TPA Randegan,’’ jelasnya.

Masih kata Yasak, untuk peragaan busana para peserta tidak diperkenankan menggunakan kantong plastik. Karena adanya program pengurangan penggunaan kantong plastik. Dengan diawali lomba busana daur ulang nonkantong plastik.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Sikap PNS yang Patuh Larangan Mudik

’’Semua sampah bisa digunakan. Namun untuk busana tanpa plastik karena ada pembatasan sampah plastik. Boleh barang bekas tapi nonplastik,’’ tandasnya.

MOJOKERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggelar lomba peragaan busana daur ulang dan kreasi daur ulang, Rabu (24/10).

Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan mengkampanyekan praktik pengurangan penggunaan kantong plastik. Yakni, dengan melombakan busana daur ulang nonsampah kantong plastik.

Event Fashion Recycle Festival (FRF) Kota Mojokerto itu digelar di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Jalan Raya Ijen Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Ratusan peserta mengikuti event itu dari tingkat umum dan pelajar.

Karena DLH Kota Mojokerto membuka lomba untuk kategori umum dan pelajar. DLH bekerja sama dengan bank sampah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata.

Baca Juga :  Aset Hand Tractor Lenyap
- Advertisement -

Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak, mengatakan, kegiatan tersebut mengusung kreativitas tanpa batas warga Kota Mojokerto untuk pemanfaatan daur ulang sampah. ’’Yang dilombakan daur ulang. Kreasi daur ulang dijadikan barang-barang yang bermanfaat dan peragaan busana,’’ ungkapnya.

Event ini tahun lalu digelar di TPA Randegan. Namun, kali ini digelar di Taman Kehati. Itu agar mengedukasi masyarakat dalam hal pengurangan sampah. Dan ajang kreasi bagi generasi muda dalam pemanfaatan sampah.

’’Antusiasme masyarakat cukup bagus dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini. Dan event ini akan dijadikan agenda rutin tahunan. Ini merupakan tahun kedua. Tahun pertama kita gelar di TPA Randegan,’’ jelasnya.

Masih kata Yasak, untuk peragaan busana para peserta tidak diperkenankan menggunakan kantong plastik. Karena adanya program pengurangan penggunaan kantong plastik. Dengan diawali lomba busana daur ulang nonkantong plastik.

Baca Juga :  Pemkot Siap Perpanjang Bansos

’’Semua sampah bisa digunakan. Namun untuk busana tanpa plastik karena ada pembatasan sampah plastik. Boleh barang bekas tapi nonplastik,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/