alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

130 Kursi Kepala Sekolah Lowong

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 130 sekolah di Kabupaten Mojokerto mengalami kekosongan kepala sekolah (kasek). Lowongnya kursi kepala SD dan SMP negeri tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengungkapkan, kekosongan kursi kasek tersebut terjadi dalam kurun dua tahun terakhir. Jumlah terbanyak berada di jenjang sekolah dasar. Dari total 386 SDN, sekitar 32 persen atau 125 sekolah tidak memiliki kasek definitif.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SMP Negeri. Dari 39 lembaga se-Kabupaten Mojokerto, 5 di antaranya lowong. ’’Jadi totalnya ada 130 (kekosongan kasek) di SD dan SMP,’’ terangnya, Senin (5/10).

Dia menyebutkan, dari 130 kekosongan kursi kasek tersebut, sejauh ini diisi oleh pelaksana tugas (plt). Di antaranya, posisi kepala di SMPN 1 Puri, SMPN 2 Mojoanyar, SMPN 1 Pungging, SMPN 2 Jatirejo, serta SMPN 2 Puri yang baru memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran 2020/2021 ini.

Baca Juga :  Bahas Kemandirian Desa Melalui Pemaksimalan BUMDes

Sementara itu, lowongnya jabatan kepala SDN hampir tersebar merata di 18 kecamatan. Salah satu yang tertinggi berada di Kecamatan Gedeg. Karena, dari 22 lembaga SDN, sebagian besar diisi plt. ’’Jadi hampir semua kepala SD yang ada saat ini sudah merangkap (plt kasek),’’ tandas Zainul.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuapten Mojokerto ini menyebutkan, kekosongan kursi kasek terjadi selama kurun dua tahun terakhir. Penyebabnya adalah karena faktor banyaknya kasek definitif yang telah melewati masa purnatugas. ’’Ada juga beberapa yang karena meninggal dunia. Cuma yang banyak memang karena pensiun,’’ ulasnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlah kekosongan kursi kasek akan terus bertambah. Pasalnya, dalam beberapa bulan ke depan ada sejumlah kepala SD dan SMP yang menginjak usia pensiun.

Karena itu, Dispendik Kabupaten Mojokerto saat ini tengah mempersiapkan calon kasek. Setidaknya, terdapat 142 guru yang dipersiapkan untuk mengikuti uji substansi. Terdiri dari 111 guru SD dan 31 guru SMP. Seluruhnya dipersiapkan sebagai calon pengisi kursi kepala SDN.

Baca Juga :  Gelar Webinar, Bedah Regulasi Khusus dalam Penanganan Covid-19

Di samping itu, juga terdapat 46 guru lainnya yang juga dijadwalkan mengikuti diklat. Kegiatan akan dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Kemendikbud. ’’Kegiatan itu akan dilaksanakan secara daring. Baik diklat maupun uji substansi,’’ paparnya.

Rencananya, pelaksanaan agenda tersebut digelar mulai Oktober ini. Sementara itu, proses diklat diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan atau berakhir pada Desember. Dengan demikian, kekosongan kursi kasek bakal berlangsung hingga akhir tahun ini.

Pasalnya, bagi peserta mendapatkan sertifikasi LP2KS, mereka baru bisa dipromosikan menduduki jabatan kasek paling cepat di awal 2021 mendatang. ’’Setelah memperoleh hasil diklat, kita perkirakan tahun depan sudah bisa menduduki kepala sekolah,’’ pungkas Zainul. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 130 sekolah di Kabupaten Mojokerto mengalami kekosongan kepala sekolah (kasek). Lowongnya kursi kepala SD dan SMP negeri tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengungkapkan, kekosongan kursi kasek tersebut terjadi dalam kurun dua tahun terakhir. Jumlah terbanyak berada di jenjang sekolah dasar. Dari total 386 SDN, sekitar 32 persen atau 125 sekolah tidak memiliki kasek definitif.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SMP Negeri. Dari 39 lembaga se-Kabupaten Mojokerto, 5 di antaranya lowong. ’’Jadi totalnya ada 130 (kekosongan kasek) di SD dan SMP,’’ terangnya, Senin (5/10).

Dia menyebutkan, dari 130 kekosongan kursi kasek tersebut, sejauh ini diisi oleh pelaksana tugas (plt). Di antaranya, posisi kepala di SMPN 1 Puri, SMPN 2 Mojoanyar, SMPN 1 Pungging, SMPN 2 Jatirejo, serta SMPN 2 Puri yang baru memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran 2020/2021 ini.

Baca Juga :  Bahas Kemandirian Desa Melalui Pemaksimalan BUMDes

Sementara itu, lowongnya jabatan kepala SDN hampir tersebar merata di 18 kecamatan. Salah satu yang tertinggi berada di Kecamatan Gedeg. Karena, dari 22 lembaga SDN, sebagian besar diisi plt. ’’Jadi hampir semua kepala SD yang ada saat ini sudah merangkap (plt kasek),’’ tandas Zainul.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuapten Mojokerto ini menyebutkan, kekosongan kursi kasek terjadi selama kurun dua tahun terakhir. Penyebabnya adalah karena faktor banyaknya kasek definitif yang telah melewati masa purnatugas. ’’Ada juga beberapa yang karena meninggal dunia. Cuma yang banyak memang karena pensiun,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlah kekosongan kursi kasek akan terus bertambah. Pasalnya, dalam beberapa bulan ke depan ada sejumlah kepala SD dan SMP yang menginjak usia pensiun.

Karena itu, Dispendik Kabupaten Mojokerto saat ini tengah mempersiapkan calon kasek. Setidaknya, terdapat 142 guru yang dipersiapkan untuk mengikuti uji substansi. Terdiri dari 111 guru SD dan 31 guru SMP. Seluruhnya dipersiapkan sebagai calon pengisi kursi kepala SDN.

Baca Juga :  LKT Kejari Makin Diminati Pelajar

Di samping itu, juga terdapat 46 guru lainnya yang juga dijadwalkan mengikuti diklat. Kegiatan akan dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Kemendikbud. ’’Kegiatan itu akan dilaksanakan secara daring. Baik diklat maupun uji substansi,’’ paparnya.

Rencananya, pelaksanaan agenda tersebut digelar mulai Oktober ini. Sementara itu, proses diklat diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan atau berakhir pada Desember. Dengan demikian, kekosongan kursi kasek bakal berlangsung hingga akhir tahun ini.

Pasalnya, bagi peserta mendapatkan sertifikasi LP2KS, mereka baru bisa dipromosikan menduduki jabatan kasek paling cepat di awal 2021 mendatang. ’’Setelah memperoleh hasil diklat, kita perkirakan tahun depan sudah bisa menduduki kepala sekolah,’’ pungkas Zainul. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/