alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci

MOJOKERTO – Pasca menunaikan rukun haji di Armuna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) jamaah haji asal Kabupaten Mojokerto bukan hanya merasakan kelelahan.

Beberapa di antaranya juga dikabarkan mengalami sakit ringan hingga riwayat penyakit lamanya kambuh. Sehingga mengharuskan untuk memperbanyak istirahat atau pemulihan pada saat kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Kemarin (5/9) kabar jamaah haji asal kabupaten yang wafat di Tanah Suci bertambah satu orang. Setelah sebelumnya Suwari, 76, asal Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging ini diketahui meninggal dunia di hotel pada Minggu (1/9) lalu.

Jamaah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 76 embarkasi Surabaya (SUB) itu meninggal bukan karena sakit. Melainkan faktor kelelahan dan usia. Nah, satu jamaah yang meninggal kemarin adalah Wawang Heru Djayanto bin Sulamto. Wawang tergabung dalam rombongan 4 kloter 75 SUB.

Baca Juga :  Beri Santunan Anak Yatim, Lansia dan Janda

Warga asal Jalan Cempaka blok P 25 RT 008/RW 013 Desa/Kecamatan Sooko, itu meninggal setelah penyakit diabetes dan hipertensinya kambuh. Bahkan, dia sempat menjalani perawatan selama satu minggu di RS An Noor Makkah, sejak Kamis (30/8) lalu.

 ”Setelah seminggu dirawat, kondisinya terus menurun. Beliau tidak sadar,” ujar Rahmat Sholihuddin, pengurus KBIH Ar Rahmah Pungging kepada Jawa Pos Radar Mojokerto dari Makkah.

 Selama menunaikan rukun Islam kelima, almarhum bergabung dengan KBIH Ar Rahmah bersama ratusan jamaah lain. Sholihuddin menyebutkan, dalam riwayat kesehatannya, PNS pengawas sekolah dinas pendidikan (dispendik) ini memang tercatat jamaah dengan risiko tinggi (risti).

Sebelum keberangkatan, dia tercatat mengidap penyakit diabetes dan hipertensi. ”Oleh pihak rumah sakit setempat, beliau dinyatakan meninggal pada pukul 10.30 WAS,” tambahnya.

Baca Juga :  Guru Kreatif Ditentukan Pagi Ini

Almarhum juga nampak kelelahan pasca mengikuti rangkain puncak haji di Armuna yang menguras tenaga. Sehingga, sekembalinya ke hotel tempatnya menginap, dia sudah mendapat prioritas penanganan tim medis.

Hingga mengharuskan tim TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) merujuknya ke RS An Noor. ”Hari ini (kemarin, Red) jenazah beliau dimakamkan di TPU Sharaya, Makkah,” tandasnya.

Tempat pemakaman umum (TPU) Sharaya selama ini dikenal sebagai pemakaman jamaah haji atau jamaah umrah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah. 

 

 

MOJOKERTO – Pasca menunaikan rukun haji di Armuna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) jamaah haji asal Kabupaten Mojokerto bukan hanya merasakan kelelahan.

Beberapa di antaranya juga dikabarkan mengalami sakit ringan hingga riwayat penyakit lamanya kambuh. Sehingga mengharuskan untuk memperbanyak istirahat atau pemulihan pada saat kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Kemarin (5/9) kabar jamaah haji asal kabupaten yang wafat di Tanah Suci bertambah satu orang. Setelah sebelumnya Suwari, 76, asal Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging ini diketahui meninggal dunia di hotel pada Minggu (1/9) lalu.

Jamaah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 76 embarkasi Surabaya (SUB) itu meninggal bukan karena sakit. Melainkan faktor kelelahan dan usia. Nah, satu jamaah yang meninggal kemarin adalah Wawang Heru Djayanto bin Sulamto. Wawang tergabung dalam rombongan 4 kloter 75 SUB.

Baca Juga :  Gerakan Sosial Potong Rambut, Semua Tubuh Terbungkus Plastik
- Advertisement -

Warga asal Jalan Cempaka blok P 25 RT 008/RW 013 Desa/Kecamatan Sooko, itu meninggal setelah penyakit diabetes dan hipertensinya kambuh. Bahkan, dia sempat menjalani perawatan selama satu minggu di RS An Noor Makkah, sejak Kamis (30/8) lalu.

 ”Setelah seminggu dirawat, kondisinya terus menurun. Beliau tidak sadar,” ujar Rahmat Sholihuddin, pengurus KBIH Ar Rahmah Pungging kepada Jawa Pos Radar Mojokerto dari Makkah.

 Selama menunaikan rukun Islam kelima, almarhum bergabung dengan KBIH Ar Rahmah bersama ratusan jamaah lain. Sholihuddin menyebutkan, dalam riwayat kesehatannya, PNS pengawas sekolah dinas pendidikan (dispendik) ini memang tercatat jamaah dengan risiko tinggi (risti).

Sebelum keberangkatan, dia tercatat mengidap penyakit diabetes dan hipertensi. ”Oleh pihak rumah sakit setempat, beliau dinyatakan meninggal pada pukul 10.30 WAS,” tambahnya.

Baca Juga :  Perbaiki Sekolah, Dispendik Gelontor Rp 5 Miliar

Almarhum juga nampak kelelahan pasca mengikuti rangkain puncak haji di Armuna yang menguras tenaga. Sehingga, sekembalinya ke hotel tempatnya menginap, dia sudah mendapat prioritas penanganan tim medis.

Hingga mengharuskan tim TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) merujuknya ke RS An Noor. ”Hari ini (kemarin, Red) jenazah beliau dimakamkan di TPU Sharaya, Makkah,” tandasnya.

Tempat pemakaman umum (TPU) Sharaya selama ini dikenal sebagai pemakaman jamaah haji atau jamaah umrah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/